Nasional Ganjar Baca Puisi Kontroversial, Gus Mus: ‘Wis Jarke Waelah’

Ganjar Baca Puisi Kontroversial, Gus Mus: ‘Wis Jarke Waelah’

1387
BERBAGI

SEMARANG,Tribunriau- Puisi ‘Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana’ karya KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menjadi perbincangan hangat setelah ada pihak sempat mempersoalkan isinya. Gus Mus sejauh ini belum pernah mereaksinya secara langsung. Kali ini dia memberikan penjelasannya kepada Taj Yasin, calon wakil gubernur Jateng.

Hari ini Gus Mus bersama rombongan keluarga berangkat menjalankan ibadah umrah bersama keluarganya melalui Bandara A Yani, Semarang. Taj Yasin, yang memang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Gus Mus, berkesempatan melepas keberangkatan pengasuh Ponpes Raudlatuth Thalibien tersebut menuju tanah suci.

Dalam rekaman suara dan rilis yang dikirim tim media Ganjar-Yasin dilansir dari detikcom, dijelaskan oleh Taj Yasin bahwa dalam kesempatan tersebut dia sempat berbincang dengan Gus Mus, salah satunya tentang puisi ‘Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana’.

Gus Mus, kata Yasin, menceritakan proses kreatifnya menciptakan puisi tersebut. Dipaparkan bahwa puisi tersebut ditulis Gus Mus sekitar 3 tahun yang lalu, sebagai hasil obrolan dengan KH Thoyfur (almarhum), yang saat itu sama-sama menjadi anggota DPRD Provinsi Jateng.

Puisi itu adalah bentuk kegundahan Gus Mus dan sengaja ditulis sebagai puisi untuk menyentil perilaku Orde Baru saat itu. Kandungan isi puisi tersebut menggambarkan masyarakat Indonesia yang tertindas rezim. Pada saat itu, puisi tersebut sangat populer di kalangan mahasiswa dan aktivis.

“Konteksnya dulu itu masyarakat tertindas karena politik waktu itu. Jadi itu ungkapan dan puisi itu menjadi puisi wajib ketika masyarakat gerakan-gerakan LSM dan mahasiswa untuk demo,” kata Yasin dalam rilis, Rabu (11/4/2018).

Kepada Yasin, Gus Mus mengaku bahwa sejak puisi tersebut menjadi kontroversi, banyak dihubungi santri-santrinya. Namun Gus Mus tetap menanggapi persoalan itu dengan santai. Masih menurut Yasin, bahkan Gus Mus berpesan agar pasangan Ganjar Yasin tidak terlalu menanggapi serangan karena Ganjar pernah membaca puisi tersebut.

“Kata Gus Mus, ‘Wis, jarke waelah (sudah, biarkan sajalah). Toh mereka akan kena batunya sendiri, itu kan malah menguntungkan njenengan (Anda) sama Mas Ganjar. Toh itu bukan njenengan yang ngarang puisi itu’,” ujar Yasin menirukan pesan Gus Mus kepadanya. (dtc/red)