Kategori Diaudit BPK, Beberapa OPD di Bengkalis Salah Prosedur Kelola Keuangan

Diaudit BPK, Beberapa OPD di Bengkalis Salah Prosedur Kelola Keuangan

5
BERBAGI

BENGKALIS, Tribunriau – Setelah melalui pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), ditemukan kesalahan prosedur dalam pengelolaan keuangan daerah di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bengkalis.

Salah satu kesalahan tersebut ialah kelebihan bayar kepada pihak ketiga sehingga merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.

Hal tersebut terungkat saat Tribunriau.com mendapatkan dokumen hasil pemeriksaan, Nomor:2.A/LHP/XVIII.PEK/05/2016 tertanggal 28 Mei 2016. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Herry Purwaka, SE,MSF, Ak, CA selaku penanggung jawab pemeriksaan.

Dari dokumen tersebut, tercantum beberapa OPD yang melakukan kelebihan bayar kepada pihak ketiga. Diantaranya, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas PU serta dinas kesehatan. Kerugian total mencapai Rp1,5 Miliar.

Bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, yang akrab disapa Eeng ketika dikonfirmasi Tribunriau menyatakan tidak berani memberikan konfirmasi terkait temuan tersebut, dirinya menyatakan hal itu instruksi dari kepada dinas terkait.

“Saya tidak bisa memberikan konfirmasi ini pak, nanti saya dipersalahkan oleh inspektorat, langsung aja ke KPA sebagaimana intruksi kepala dinas “,kata Eeng beberapa hari yang lalu.

Sementara itu, Sektetaris Bengkalis Foundation, Yulianto, S. PdI ketika dimintai tanggapanya terkait persoalan tersebut, pria bertubuh gempal ini menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh satuan kerja yang belum mengembalikan kerugian negara merupakan suatu tindakan ketidak patuhan, sementara pihak satuan kerja yang tidak mau memberi konfirmasi kepada wartawan tersebut dinilainya telah mengangkangi undang-undang tentang keterbukaan informasi publik.

“Menurut saya, temuan BPK itu merupakan hasil audit yang harus dilaksanakan, kalau ada kerugian negara ya harus dikembalikan, kalau tidak dilaksanakan itu artinya tidak patuh, dan perlu dipertanyakan kelebihan bayar ini sengaja dilakukan apa gimana?, bisa saja kan? kalau memang ada unsur kesengajaan, berarti ada niat memperkaya diri sendiri dan orang lain, kalau sudah demikian ranahnya kprupsi,” kata Yulianto dengan senyum penuh tanya. (fri)