Headlines News :

Terbaru

Beri Suap Auditor BPK, Irjen Kemendes Jadi Tersangka

Written By Tribun Riau on Sabtu, 27 Mei 2017 | 19.15


JAKARTA, Tribunriau - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, menyesalkan keterlibatan Irjen Kemendes Sugito dalam kasus suap terkait opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Mendes mengenal Sugito sebagai sosok berkinerja baik dan juga inisiator pembentukan satgas internal saber pungli.

"Mereka semua bekerja keras untuk mendapatkan WTP, sayang ada cacat soal peristiwa ini. Beliau (Sugito) juga termasuk punya ide saber pungli, membentuk satgas internal saber pungli. Hati kecil saya tidak percaya Pak Irjen tersangkut masalah ini.
Saya sangat menghargai sosok Irjen," ujar Mendes Eko dalam jumpa pers di kantornya, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (27/5/2017).

Eko mengaku kecewa dengan tindakan Sugito memberikan duit suap kepada auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam mendapatkan opini WTP untuk tahun anggaran 2016. Padahal Sugito menurut Eko kerap memberikan contoh kepada para pejabat/pegawai Kemendes untuk bekerja sesuai aturan.

"Karena beliau yang berusaha keras yang memberantas korupsi. Beliau yang punya ide membentuk satgas saber pungli, membentuk agen perubahan birokrasi. Beliau yang membentuk satgas internal saber pungli," beber Eko. 

Dia memastikan Sugito akan diganti dari posisinya saat ini. Eko menegaskan tidak menoleransi penyimpangan yang terjadi di kementerian yang dipimpinnya.

"Kalau sudah tersangka secara aturan sudah harus diganti. Tapi kalau terbukti tidak bersalah ya tidak diganti. Selama proses beliau tersangka sudah harus diganti. Besok pagi kita lakukan, siapa yang ganti, kita lakukan besok pagi," sambungnya. 

Dalam kasus suap ini, KPK juga menetapkan tiga orang tersangka lainnya yakni Jarot Budi Prabowo (eselon III) Kemendes, Rochmadi Saptogiri (eselon I BPK) dan Ali Sadli (auditor BPK).

Sugito dan Jarot disangka memberi uang sebesar Rp 240 juta kepada Rochmadi dan Ali agar Kemendes memperoleh opini WTP. Hingga operasi tangkap tangan KPK pada Jumat (26/5), masih ada Rp 40 juta yang belum diberikan. Uang tersebut ditemukan di ruangan Ali. (dtc)

Sia-sia Habib Riziek Mengadu ke PBB

JAKARTA, Tribunriau - Habib Rizieq akan mengadu ke PBB. Tak hanya itu saja, dia juga akan membawa kasusnya ke Mahkamah Internasional.
Langkah Habib Rizieq dan pengacaranya itu dinilai akan sia-sia. Ketua SETARA Institute Hendardi dalam keterangannya, Sabtu (20/5) menyampaikan, langkah yang sebaiknya dilakukan Rizieq adalah patuh kepada hukum.
Sebagai warga negara Rizieq Shihab (RS) seharusnya taat hukum untuk memenuhi panggilan kepolisian. Apalagi pemeriksaan terhadap RS ditujukan untuk membuat terang benderang suatu tindak pidana. Pemeriksaan tidak selalu berujung pada status tersangka. Karena itu, sebagai pimpinan salah satu ormas, RS harus memberikan keteladanan dengan memenuhi panggilan Polri," jelas Hendardri.
Pernyataan pengacara RS yang akan membawa kasus tersebut ke Mahkamah Internasional, lanjut Hendardi adalah tindakan yang sia-sia dan out of context karena mekanisme internasional didesain hanya untuk mengadili perkara-perkara spesifik dan dengan mekanisme khusus.
"Mesti dipelajari dan lalu dipahami, ada dua mekanisme hukum internasional, International Court of Justice (ICJ) dan International Criminal Court (ICC). ICJ mengadili sengketa antar negara atau badan hukum international seperti entitas bisnis. Jadi subyek hukumnya adalah entitas tertentu, bisa negara bisa juga non negara. Seperti sengketa perbatasan atau sengketa bisnis internasional. Dengan kata lain, ICJ adalah peradilan perdata internasional. Klaim kriminalisasi atas RS jelas bukan merupakan kompetensi ICJ," urai Hendardi.
Menurut Hendardi juga, sedangkan ICC, mengadili 4 jenis kejahatan universal, genosida, kejahatan perang, agresi, dan kejahatan kemanusiaan (crime againts humanity) yang memenuhi standar sistematis, terstruktur, massif, dan meluas.

Jadi, kasus dugaan pornografi dan penyebaran konten pornografi jelas bukan kompetensi ICC. Apalagi ICC yang dibentuk berdasarkan Statuta Roma menuntut adanya ratifikasi dari negara-negara, dan Indonesia belum meratifikasinya. Jadi mau dibawa ke pengadilan internasional yang mana kasus RS ini oleh pengacara-pengacaranya?

- Ketua SETARA Institute Hendardi

Hendardi juga menyampaikan, kemudian dibawa ke PBB (Dewan HAM), mekanismenya juga tidak mudah, karena yang bisa membawanya adalah organisasi yang memiliki akreditasi status konsultatif.
"Lagipula sejumlah kasus yang dituduhkan kepada Rizieq Shihab adalah kasus asusila (pornografi) sampai penistaan. Sesuatu yang tidak memiliki dampak signifikan internasional. Juga jangan lupa PBB menegaskan bahwa mekanisme internasional adalah the last resort atau upaya terakhir," ungkapnya.
Menurut Hendardi, setiap kasus yang diduga berkaitan dengan pelanggaran kebebasan harus diselesaikan melalui proses hukum nasional yang kredibel terlebih dahulu. Sementara untuk kasus RS, jangankan proses pengadilan, diminta menjadi saksi saja sudah menghilang dan tidak kooperatif dengan bermacam alasan yang tidak logis.
"Jadi upaya para pengacaranya untuk bertolak ke Genewa atau Den Haag adalah upaya sia-sia tanpa pengetahuan tentang mekanisme internasional yang memadai. Andaipun mereka sampai di PBB atau Mahkamah Internasional bisa saja diterima sampai tingkat security (satpam) atau reception (Biro Umum) tercatat sebagai tamu kunjungan biasa atau turis," tutup dia. (kmp)

JOKOWI: UU Antiterorisme Segera Diselesaikan Agar Cegah Aksi Teror

Written By Tribun Riau on Jumat, 26 Mei 2017 | 00.20


JAKARTA, Tribunriau - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi lokasi bom di sekitar halte busway Kampung Melayu, Jakarta Timur. Jokowi menegaskan bila Undang-undang Antiterorisme perlu segera diselesaikan agar kejadian serupa bisa dicegah.

"Kita ingin pemerintah segera menyelesaikan Undang-undang Antiterorisme sehingga akan memudahkan aparat penegak hukum untuk menindak, utamanya dalam pencegahan," kata Jokowi di lokasi kejadian, Kamis (25/5/2017).

Jokowi tampak ditemani Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Wakapolri Komjen Syafruddin.

Jokowi menyebut bila terorisme sudah menjadi masalah semua negara. Untuk itulah, menurut Jokowi, Undang-undang itu penting sebagai landasan hukum.

"Ini yang paling penting, agar lebih mampu melakukan upaya pencegahan sebelum terjadi," ucap Jokowi.

Ledakan bom terjadi pada Rabu (24/5) malam kemarin di sekitar halte busway Kampung Melayu. Bom meledak 2 kali pada pukul 21.00 WIB dan 21.05 WIB.

Ledakan itu menyebabkan tiga orang polisi tewas, dan dua orang pelaku bom bunuh diri juga tewas. Selain itu, sebelas korban luka-luka kini dirawat di rumah sakit. (djv)

Cerita Saksi Mata yang Lihat Langsung Ledakan di Kampung Melayu

Written By Tribun Riau on Rabu, 24 Mei 2017 | 23.06


JAKARTA, Tribunriau - Salah seorang saksi mata bernama Joni menyaksikan langsung ledakan kedua di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam.

Joni menceritakan bahwa dia mendengar ledakan pertama sekitar pukul 21.00. Dia kemudian berlari menuju lokasi ledakan di Halte Kampung Melayu.

"Ledakan pertama pukul 21.00, saya langsung ke TKP, darah berceceran, potongan tangan, banyak anggota polisi terluka," kata dia saat wawancara dengan MetroTV.

Saat dia berdiri sekitar 1 meter dari TKP, terjadi ledakan kedua. Dia langsung mundur. "Polisi yang berada di TKP berhamburan karena takut ledakan ketiga," kata dia.

"Tidak lama kemudian, polisi memasang police line. Tim Gegana sudah tiba di TKP," kata dia.
Jalan dari Cawang menuju Kampung Melayu ditutup. Sementara dari Mester ke arah Cawang macet merayap. (kpc)

Bom Meledak di Kampung Melayu, 2 Orang Tewas


JAKARTA, Tribunriau - Wakapolri Komjen Syafrudidn menyebut ada 7 orang yang menjadi korban akibat ledakan bom di Kampung Melayu. Dua orang di antaranya meninggal dunia.

"Sementara (jumlahnya) 7 orang," kata Wakapolri Komjen Syafruddin dikonfirmasi detikcom, Rabu (24/5/2017).

Para korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat salah satunya RS Premier Jatinegara. Polisi saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dua kali suara ledakan terdengar di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Warga mencium bau sangit dan melihat asap tebal. Ledakan pertama terjadi pukul 21.00 WIB, sedangkan ledakan kedua terjadi 5 menit kemudian. (dtc)

Jelang Ramadhan, Sandiaga Uno Akan Umroh Bareng Keluarga

Written By Tribun Riau on Selasa, 23 Mei 2017 | 20.42


JAKARTA, Tribunriau - Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno akan melakukan umrah untuk menyambut bulan Ramadan. Sandiaga akan mengajak keluarganya dalam perjalanan ke tanah suci.

"Ini umrah yang selalu saya jalankan di awal bulan Ramadan untuk mempersiapkan diri di hari suci. Semoga kembali menjadi orang yang lebih bertakwa. Sekaligus nanti membawa membawa keluarga," ujar Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/5/2017).

Sandiaga menuturkan ibadah umrahnya juga dilakukan sebagai ucapan rasa syukur atas kelulusan putri keduanya. Ia juga akan mengajak serta kedua orang tuanya yang baru saja pulih.

"Umrah ini sekaligus mensyukuri Ameera lulus SMA. Mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Ini spesial karena bisa bawa keluarga setelah 18 bulan berkeliling. Ayah yang sakit juga bisa umrah bersama. Sebelumnya, ayah yang sakit sudah sembuh kembali," tuturnya.

Sandiaga diagendakan akan berada di tanah suci untuk melakukan umrah mulai 24 Mei hingga 1 Juni. Dia akan turut membawa semua anggota keluarga beserta orang tuanya ke tanah suci.

Sebelumnya diberitakan, Sandiaga juga telah melakukan ziarah ke makam leluhurnya yang berada di Gorontalo pada 21 Mei lalu. Persiapan tersebut merupakan tradisi yang biasa ia jalankan sebelum bulan puasa.

"Persiapan Ramadan saya nyekaran. Saya ditugaskan orang tua saya nyekaran ke Gorontalo. Mengunjungi makam kakek dan nenek saya di sana. Kita terus menghargai tradisi dan leluhur kita," tutur Sandiaga, Sabtu (20/5).  (dtc)

Bom Meledak di London, Ratu Elizabeth II Berduka


LONDON, Tribunriau - Ratu Inggris Elizabeth II memberikan pernyataan terkait bom bunuh diri di Manchester, yang menjadi lokasi digelarnya konser Ariana Grande. Ratu Elizabeth menyebut seluruh rakyat terkejut atas jatuhnya korban tewas dan luka-luka akibat ledakan itu.

"Seluruh bangsa terkejut oleh begitu banyaknya korban tewas dan korban luka di Manchester semalam, warga dewasa dan anak-anak, yang sedang menikmati konser," demikian pernyataan Ratu Elizabeth II seperti dilansir media Inggris, The Telegraph dan ITV News, Selasa (23/5/2017).

"Saya tahu saya mewakili setiap orang dalam menyampaikan simpati mendalam untuk semua yang terkena dampak peristiwa mengerikan ini dan khususnya bagi keluarga dan teman para korban tewas atau korban luka," imbuh pernyataan itu. 

Baca juga: Pria 23 Tahun Ditangkap Terkait Bom di Konser Ariana Grande

Ratu Elizabeth II berterima kasih pada petugas darurat yang menangani insiden mematikan itu dengan profesionalisme dan rasa kepedulian tinggi. 

Lebih lanjut, Ratu Elizabeth II mengaku mengagumi rasa kemanusiaan dan belas kasih warga Manchester yang begitu tinggi dalam menghadapi insiden ini. Dalam pernyataannya ini, Ratu Elizabeth II menyebut ledakan bom bunuh diri ini sebagai 'aksi brutal'.

"Dan saya ingin menyampaikan kekaguman saya pada cara warga Manchester, dengan rasa kemanusiaan dan belas kasih, menghadapi aksi brutal ini," tandas Ratu Elizabeth II. 

Baca juga: Dewan Muslim Inggris Kutuk Bom Bunuh Diri di Konser Ariana Grande

Pesta kebun yang dijadwalkan Istana Buckingham pada Selasa (23/5) sore waktu setempat tidak dibatalkan. Namun Ratu Elizabeth II akan menggelar masa hening sejenak selama satu menit saat acara itu. (dtc)

Ahok Cabut Banding, Jaksa Agung: Kami Lihat Atas Kemanfaatan


JAKARTA, Tribunriau - Jaksa Agung M Prasetyo menegaskan pihaknya masih melakukan kajian untuk melanjutkan atau tidak permohonan banding atas vonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tim jaksa akan menilai asas kemanfaatan terkait mencabut atau meneruskan banding perkara penodaan agama.

"Karena terdakwa sudah mencabut bandingnya, tentunya jaksa akan mengkaji kembali tentang relevansi dan urgensinya upaya hukum yang harus diajukan dalam kasus ini. Karena bagaimana pun kita harus melihat kemanfaatannya juga bukan sekadar kepastian dan keadilan, tapi juga kemanfaatannya," ujar Prasetyo kepada detikcom, Selasa (23/5/2017).

Penegasan ini disampaikan Prasetyo mencermati perkembangan terbaru terkait perkara Ahok. Istri Ahok, Veronica Tan dalam jumpa pers sudah memberi penjelasan pencabutan banding Ahok atas hukuman 2 tahun penjara karena kasus penodaan agama.

"Perkembangan terakhir, Ahok menyatakan mencabut bandingnya. Dengan mencabut banding itu berarti dia sudah menerima putusan dan bagi putusan (majelis hakim PN Jakut) itu sudah inkrah istilahnya kalau dari pihak mereka," imbuh Prasetyo.

Prasetyo mengatakan, meski berkas perkara banding direncanakan dikirim PN Jakut ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada Rabu (24/5) besok, sikap atas kelanjutan banding masih bisa dilakukan. Asalkan perkara banding belum disidangkan. 

"Bila berkas sudah di Pengadilan Tinggi, masih bisa dicabut bandingnya. Misalnya batasannya di PN hari ini dikirim ke PT DKI misalnya, sebelum disidangkan perkara, banding masih bisa dicabut," tegas Prasetyo.

"Kita masih mengkaji. Masih dikaji tentang relevansi dan urgensi tentang upaya hukum jaksa," imbuh Prasetyo.

Sebelumnya dalam jumpa pers, Veronica Tan, menegaskan keputusan bulat Ahok mencabut permohonan banding atas vonis perkara penodaan agama. Ahok, disebut Veronica, sudah siap menjalani masa hukuman 2 tahun penjara.

"Biar bapak jalani ini saja, karena untuk kepentingan semua, kepentingan bersama. Dalam arti, kita tidak akan memperpanjang lagi. Kita akan menjalankan apa yang diputuskan saja dan kita akan men-support bapak menjalankan ini," kata Veronica dalam jumpa pers di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).

Juru bicara PN Jakut Hasoloan Sianturi sebelumnya mengatakan pihaknya menunggu sikap pasti tim jaksa perkara Ahok. PN Jakut akan tetap mengirimkan berkas banding pada Rabu, 24 Mei, bila jaksa tidak menyatakan perubahan keputusan atas banding yang sudah diajukan sebelumnya.

"Batas mereka, jaksa (melakukan pemeriksaan berkas/inzage) itu Jumat (19/5), tapi kan batas waktu inzage keluarga (pengacara) Rabu (24/5) besok. Kita paling lambat hari Rabu (24/5) sudah dikirim ke Pengadilan Tinggi. Kita masih ada waktu menunggu sikap kejaksaan seperti apa. Kalau tetap seperti itu (banding), (berkas) tetap akan dikirim," kata Hasoloan, Senin (22/5).

Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Ahok dihukum 2 tahun penjara dan kini ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. (dtc)

Raja Salman Kecam Iran Sebagai Negara Pelopor Isis

Written By Tribun Riau on Senin, 22 Mei 2017 | 09.17


Riyadh, Tribunriau - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mengecam Iran sebagai negara eksportir ekstremis Islam ke seluruh dunia. Raja Salman bersumpah untuk melenyapkan ISIS.

"Rezim Iran telah menjadi pelopor terorisme global sejak revolusi (Ayaathollah Ruhollah) Khomeini," kata Raja Salman di hadapan pemimpin dunia peserta KTT Arab Islam Amerika, dilansir AFP, Senin (22/5/2017).

Di acara yang juga dihadiri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu, Raja Salman menyebut dunia tidak mengenal adanya kelompok eksteremis sebelum adanya revolusi Khoemini. 

"Kita tidak tahu terorisme dan ekstremisme hingga revolusi Khomeini muncul," ujarnya.

Riyadh, Tribunriau - Arab Saudi juga bertekad melenyapkan ISIS. Hal itu disampaikan Raja Salman dihadapan kelompok jihadis Sunni.

Kedatangan Trump ke Arab merupakan lawatan pertamanya ke mancanegara sejak menjabat sebagai Presiden AS. Antara AS dan Arab telah menghasilkan kesepakatan komersial dan politik senilai hampir USD 110 miliar pada Sabtu (20/5).

Nilai kerja sama itu disebut tertinggi sepanjang sejarah AS. Kerja sama di bidang pertahanan antara lain kesepakatan sebesar USD 6 miliar dengan Lockheed Martin untuk membuat helikopter Blackhawk di Saudi yang membantu negara itu mengembangkan industri pertahanannya.

Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan perjanjian itu bertujuan untuk melawan pengaruh Iran yang tak masuk akal. (dtc)

Tewasnya Teruna Akpol, Pengamat: Evaluasi Sistim Pedidikan


JAKARTA, Tribunriau - Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan sistem pendidikan di Akademi Polisi (Akpol) harus diubah. Hal ini untuk mencegah adanya kekerasan yang berakibat kematian seperti kasus tewasnya Taruna Tingkat II Akpol, Brigdatar Mohammad Adam. 

"Masalah kekerasan di Akpol sampai sekarang masih ada karena sistem pendidikannya yang menganut sistem militer. Sistem militer itu kan cenderung dengan kekerasan, tetapi kalau polisi kan beda," ujar Bambang saat dihubungi detikcom, Minggu (21/5/2017) malam.

Bambang mengatakan pendidikan polisi seharusnya tidak menggunakan sistem militer. Alasannya, polisi tidak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat.



"Pola pengasuhan senioritas dan hirarkis, itu tidak berubah sejak reformasi. Harusnya itu berdiri sama tinggi, duduk sama rendah," katanya. 

Ia juga menjelaskan bahwa pola disiplin yang digunakan adalah disipin mati. Artinya taruna menerapkan disiplin dengan dasar takut kepada senior bukan kesadaran dan takut kepada Undang-Undang. 

"Disiplin yang ditekankan adalah disipilin mati. Bukan disiplin hidup yang dia sadar aturan, bukan karena takut dengan senior tetapi takut merusak undang-undang. Karena mereka penegak hukum," jelas Bambang. 

Selain itu, Bambang menyebut pengawasan pendidikan di Akpol masih lemah. Sehingga masih ada kesempatan bagi senior memanggil dan memukuli juniornya. 

"Pengawasan pendidikan masih lemah, personel aparat kepolisian dengan tarunanya tidak seimbang. Mereka bisa curi-curi tarunanya itu karena tidak ada pengasuh dan pengawas, sehingga bisa panggil juniornya. Juniornya hanya bisa siap salah saja, karena tidak diberi kesempatan bicara, lalu adanya main pukul akibatnya ya seperti itu," urainya. 

Bambang menegaskan sistem pendidikan di Akpol harus diubah secara bertahap dan mendasar. Jika tidak hal semacam ini akan terulang kembali dan tidak akan selesai. 

"Harus diubah secara bertahap dan mendasar. Kalau tidak dapat diubah secara mendasar dan dilakukan secara bertahap maka akan begini terus," tegas Bambang. 

Bambang berpendapat pelaku utama akan dibedakan hukumannya. Meskipun pasal yang digunakan juga tentang penganiayaan. 



"Ada perbedaan (hukuman), setiap tindak pidana itu ada perbedaan, ada pelaku utama dan ada pelaku ikutan. Harus dibedakan, tapi saya berkomentar penghukuman itu tidak menyelesaikan masalah," imbuhnya. 

"Jadi tidak hanya menghukum anak-anak itu, anak-anak itu memang salah. Tetapi para pembinaan dan pengawasnya itu juga keliru ya harus diperiksa dong. Dia tanggungjawab sebagai dosen dan guru itu juga diberi sanksi, kalau tidak dihukum itu tidak adil," tutur Bambang. (dtc)

Panjangnya 120 cm, Omar Kemungkinan Kucing Terpanjang Dunia


Melbourne, Tribunriau - Omar memiliki ukuran yang sama dengan kebanyakan anak kucing lainnya ketika dia dipungut ke rumah dari tempat sampah oleh pemiliknya, Stephy Hisrt, pada 2013.

Tetapi saat ini panjang kucing asal Melbourne, Australia itu mencapai 120 cm, sehingga kemungkinan merupakan kucing domestik terpanjang di dunia.
Dan ketika Omar makin tenar di media sosial, Hirst mengaku dirinya dikontak oleh lembaga pencatat Rekor Dunia Guinness yang meminta agar dikirim data ukuran panjang sang kucing.
Sejauh ini pemegang rekor kucing terpanjang di dunia adalah Maine Coon, asal Wakefield, West Yorkshire, dengan panjang 118 cm.
Hirst pertama kali menunggah foto Omar di media sosial kira-kira dua pekan lalu dan salah-satu fotonya di Instagram telah dibagi lebih dari 270,000 kali.

Semenjak saat itulah, Omar menjadi perhatian sehingga dia diliput berbagai surat kabar di Australia dan televisi nasional.
"Dia sepertinya belum menyadari kalau dia menjadi perhatian," kata Hirst kepada BBC. "Tapi dia sedikit rileks pagi ini."

Omar biasanya bangun sekitar pukul 05:00 pagi, lalu sarapan beberapa sendok makanan kucing kering. Lantas dia bersantai di sekitar rumah, bermain di halaman belakang, tidur siang di trampolin dan makan daging kanguru mentah untuk menu makan malam.
"Kami membeli daging kanguru di supermarket," kata Hirst. "Itu satu-satunya daging yang ingin dia makan."

Tumbuh makin besar dengan bulu yang makin lebat, membuat sudut-sudut rumah Hirst dipenuhi helai-helai bulunya.
Saat beratnya mencapai 14 kg, Omar terlalu berat untuk diangkat dengan tangan. Hirst akhirnya harus menggunakan kereta anjing untuk membawanya ke dokter hewan.

"Dia terlalu banyak tidur di kamar tidur, sehingga kami harus mengunci pintu pada malam hari," katanya.
Omar juga menunjukkan keahliannya membuka pintu rumah, lemari dapur hingga lemari pakaian.
"Semua teman-teman kami datang ke rumah dan ingin melihat kucing kami," kata Hirst.

 "Mereka mengatakan apakah foto ini sudah 'diutak-atik?' Atau 'foto ini tidak sesuai dengan kenyataan' dan kemudian mereka melihat Omar secara nyata."

Setelah lembaga pencatat Rekor Dunia Guinness menerima bukti-bukti yang dikirimkan Hirst, diperlukan waktu sekitar 12 minggu untuk mendapat tanggapan.
Perwakilan Guinness di London mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima aplikasi "dari Omar dan keluarganya" tetapi Hirst mengatakan ketenaran "bukanlah hal penting" bagi dirinya.

Dia justru membayangkan Omar untuk tetap menikmati gaya hidupnya yang santai.
"Saya rasa dia akan senang seperti kehidupannya semula sebagai kucing rumahan. (dtc)

Di Depan Trump, Jokowi: Atasi Terorisme dengan Pendekatan Agama


ARAB SAUDI, Tribunriau - Dalam KTT Arab Islam Amerika Serikat yang digelar di Arab Saudi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal upaya mengatasi radikalisme dan terorisme. Jokowi menyarankan untuk mengatasi paham tersebut dengan pendekatan agama.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan sejarah mengajarkan bahwa senjata dan kekuatan militer saja tidak akan mampu mengatasi terorisme.

"Pemikiran yang keliru hanya dapat diubah dengan cara berpikir yang benar," ujar Jokowi ketika berbicara di KTT Arab Islam Amerika di Conference Hall King Abdulaziz Convention Center, Riyadh Arab Saudi, Minggu (21/5/2017) lewat keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Oleh karenanya, lanjut Jokowi, Indonesia meyakini pentingnya menyeimbangkan pendekatan hard-power dengan pendekatan soft-power. Selain pendekatan hard-power, Indonesia juga mengutamakan pendekatan soft-power melalui pendekatan agama dan budaya.

"Untuk program deradikalisasi, misalnya, otoritas Indonesia melibatkan masyarakat, keluarga, termasuk keluarga mantan nara pidana terorisme yang sudah sadar; dan organisasi masyarakat," kata Jokowi.

Pimpinan negara peserta KTT Arab Islam AmerikaPimpinan negara peserta KTT Arab Islam Amerika Foto: Dok. Biro Setpres

Untuk kontra radikalisasi, lanjut Presiden, antara lain Indonesia merekrut para netizen muda dengan follower yang banyak untuk menyebarkan pesan-pesan damai.

"Kita juga melibatkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama untuk terus mensyiarkan Islam yang damai dan toleran," kata Jokowi.

"Pesan-pesan damailah yang harus diperbanyak bukan pesan-pesan kekerasan. Setiap kekerasan akan melahirkan kekerasan baru," tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengatakan bahwa pertemuan ini memiliki makna yang penting untuk mengirimkan pesan kemitraan dunia Islam dengan Amerika Serikat. Serta menghilangkan persepsi bahwa Amerika Serikat melihat Islam sebagai musuh.

"Yang lebih penting lagi pertemuan ini harus mampu meningkatkan kerja sama pemberantasan terorisme dan sekaligus mengirimkan pesan perdamaian kepada dunia," ujar Presiden.

Jokowi menjelaskan bahwa ancaman radikalisme dan terorisme terjadi di mana-mana. Indonesia adalah salah satu korban aksi terorisme, serangan di Bali terjadi tahun 2002 dan 2005 dan serangan di Jakarta terjadi Januari 2016.

"Dunia marah dan berduka melihat jatuhnya korban serangan terorisme di berbagai belahan dunia di Perancis, Belgia, Inggris, Australia dan lain-lain," ucap Jokowi.

Dunia seharusnya juga sangat prihatin terhadap jatuhnya lebih banyak korban jiwa akibat konflik dan aksi terorisme di beberapa negara seperti Irak, Yaman, Suriah, Libya.

"Umat Islam adalah korban terbanyak dari konflik dan radikalisme terorisme," kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan jutaan orang harus keluar dari negaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Jutaan generasi muda kehilangan harapan masa depannya.

"Kondisi ini membuat anak-anak muda frustasi dan marah. Rasa marah dan frustasi ini dapat berakhir dengan muculnya bibit-bibit baru ektremisme dan radikalisme," kata Presiden.

Acara ini, dihadiri oleh para pemimpin dunia, di antaranya Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sebelum KTT dimulai, dilakukam sesi foto bersama. Dalam sesi foto ini, tampak Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tampak pula Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah, Raja Jordan Raja Abdullah II, Presiden Mesir Abdelfattah Said Al-Sisi, Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, dan Pemimpin negara lainnya. (dtc)

Donal Trump Desak Negara Muslim Tolak Ekstrimisme dan Teroris


SAUDI ARABIA, Tribunriau - Presiden Amerika Donald Trump mendesak negara Muslim untuk menolak perlindungan bagi kelompok ekstrem. Dia juga menyerukan isolasi terhadap Iran yang dituduh menjadi penyebab konflik sektarian dan teror. 

"Dari Lebanon ke Irak, Yaman, Iran mendanai, memberikan senjata dan melatih teroris, militan dan kelompok ekstrem lainnya, membuat kekacauan di seluruh wilayah." ujar Trump ketika berbicara di Saudi Arabia, dilansir AFP, Minggu (21/5/2017) malam. 

Dalam pidatonya tersebut, Trump mengajak seluruh negara untuk bersatu mengasingkan Iran hingga bersedia menjadi agen perdamaian. Trump mengingatkan warga Iran layak mendapatkan pemerintahan yang bersih dan adil.

"Sampai rezim Iran bersedia menjadi agen perdamaian, semua negara yang bernurani harus bekerja sama untuk mengasingkan Iran. Dan berdoa untuk masyarakat Iran agar memiliki pemerintahan yang adil sepatutnya yang mereka dapatkan," kata Trump. 

Trump mengajak negara-negara Muslim memastikan tidak ada teroris yang mendapat perlindungan di negara mereka. Trump juga menawarkan perjanjian tertulis dengan Negara-negara Teluk melawan pendanaan untuk teroris.

"Negara Arab, Muslim dan Timur Tengah menjadi korban kebrutalan pembunuhan dan gelombang kekerasan fanatik," tegas Trump.

Kunjungan Trump ke Arab Saudi itu merupakan kunjungan pertama dalam tur mancanegaranya. Di hadapan puluhan pemimpin muslim yang diundang ke Riyadh Trump mengaku membawa pesan persahabatan, harapan dan cinta. (dtc)

Inilah Profil Firza Husein, yang Dikaitkan Skandal Dengan Habib Riziek

Written By Tribun Riau on Minggu, 21 Mei 2017 | 10.30


Tribunriau

PROFIL TOKOH

Nama lengkap
:
Firza Husein
Profesi
:
Aktivis
Tempat / Tgl Lahir
:
Palu, 18 Februari 1973
Karya / Prestasi
:
Dari Palu ke Pontianak, Firza Husein justru tenar di Jakarta. Nama aktivis perempuan ini terseret kasus dugaan makar dan foto mesum.  

Firza Husein Maskati lahir di Palu, 18 Februari 1973. Kedua orangtuanya keturunan Arab. Ayahnya dari Bali bermarga Maskati, sedangan ibunya asal Palu bermarga Alkadrie. Firza memiliki adik bernama Fairus Husein Maskati, merupakan salah satu petinggi Partai Persatuan Pembangunan di Palu.

Firza hijrah ke Pontianak. Di sini ia tinggal bersama suaminya Yusuf Alkadrie. Ini merupakan pernikahan keduanya Firza. Ia kembali menjanda karena suaminya meninggal dunia. Firza dikaruani tiga orang anak dari semua pernikahannya ini.

Ditinggal suami tak membuat Firza larut dalam kesedihan berdiam diri di rumah. Ia banyak melakukan kegiatan sosial di organisasi. Apalagi adiknya juga seorang politisi yang memiliki jaringan luas.

Ia memulai di Jakarta sebagai ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC). Firza memilih nama Sahabat Cendana karena sangat mengagumi mendiang Presiden Soeharto. Pada 3 April 2016 Yayasan SSC beserta Firza berziarah ke makam Presiden ke-2 RI tersebut yang berlokasi di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah.

Lalu, pada 1 Mei 2016 Yayasan SSC memberi bantuan berupa sembako dan dukungan moral untuk ratusan warga Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara yang menjadi korban pengusuran. Firza dan organisasinya juga memiliki keinginan untuk mewujudkan lagi projek-projek Soeharto yang dulu contohnya swasembada pangan dan nelayan makmur.

Namun, Tommy Soeharto, selaku anak Soeharto, memberi somasi kepada Firza Husein karena dianggap telah mencatut nama “Cendana” dalam yayasan yang dipimpinnya. Hal itu dianggap telah merugikan nama baik dan kepentingan putra mantan presiden Soeharto tersebut.

Nama Firza mulai muncul ke media bersamaan Aksi Damai 212 yang digelar oleh umat Islam, pada tangggal 2-12-2016. Aksi ini menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk ditahan karena penistaan agama. Pagi hari sebelum aksi berjalan, polisi menangkap 10 aktivis di antaranya Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, termasuk Firza Husein.

Mereka diduga mendompleng aksi Damai 212 yang diprakarsai oleh Habib Rizieq Shihab selaku petinggi Front Pembela Islam (FPI) dan beberapa ormas Islam lainnya. Dari pennagkapan polisi dengan menyita handphone milik Firza,  identitas Firza mulai terbuka dan diketahui publik.

Konon, Firza pernah beberapa kali ikut pengajian di tempat Habib Rizieq Shihab. Firza pun makin tenar saat ia dikaitkan dengan habib ini. Bukan soal pengajiannya. tapi dugaan skandalnya. Pada awal tahun 2017, tersebar screenshot chat WhatsApp dan foto mesum antara Firza Husein dan Habib Rizieq Shihab. Firza membantah semua tuduhan itu.
(AC/DN)

KELUARGA
Orang Tua      : Husein Maskati
Suami              : Yusuf Alkadrie
Anak                : 3 orang anak

KARIER
Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC). (viva)

Terungkap, Cara Senior Aniaya Teruna Akpol Hingga Tewas

SEMARANG, Tribunriau - Sebuah gudang flat A Graha Detasemen Tingkat III Akademi Kepolisian menjadi saksi bisu peristiwa berdarah penganiayaan 14 senior hingga menewaskan seorang tarunanya, Brigdatar Mohammad Adam. Penganiayaan itu terjadi secara sembunyi-sembunyi di luar jam kedinasan.
Peristiwa terjadi pada Kamis, 18 Mei 2017 dini hari sekitar 00:45 WIB, usai kegiatan apel malam. Bermula saat 14 senior tingkat III meminta 21 senior tingkat II untuk berkumpul di gudang flat A lantai II dengan alasan masalah kedisiplinan. 
Anehnya, para taruna tingkat II diminta menuju lokasi gudang secara diam-diam. Mereka diminta melewati tangga bawah belakang melalui tebing, tepatnya di belakang kantor Detasemen Taruna Tingkat III.
"Habis apel malam itu seharusnya mereka kembali untuk istirahat. Tapi mereka  ngumpet-ngumpet tanpa diketahui petugas jaga, " kata Gubernur Akpol, Inspektur Jenderal Polisi Anas Yusuf, saat gelar perkara di Markas Kepolisan Daerah Jawa Tengah, Sabtu malam 20 Mei 2017.
Di ruangan kosong berukuran 4x8 meter persegi itu, peristiwa penganiayaan terjadi terhadap taruna tingkat II, salah satunya korban Brigdatar Mohammad Adam. Para taruna II lalu diminta melakukan posisi sikap tobat roket, yakni sikap tegak dengan kaki di atas dan kepala di bawah. Mereka lalu mendapatkan hukuman pukulan, baik dengan tangan kosong maupun pakai alat dari seniornya.
Petaka menimpa Mohammad Adam sekitar pukul 01.30 WIB. Usai hukuman serentak itu, seorang senior berinisial CAS, rupanya masih memberikan hukuman tambahan. CAS memukul dada korban yang berlutut setelah menarik tubuhnya ke depan.
Saat itu korban sudah menunduk dan mengeluh kesakitan sembari memegang dadanya. Tapi pemukulan terus dilakukan sebanyak 5 kali hingga korban tersungkur. Korban pingsan seketika.
Melihat korban pingsan, CAS dibantu rekan sesama taruna III sempat berusaha memberikan pertolongan dengan membawa ke kamar A.3. Hal itu dibenarkan dengan temuan sejumlah bukti obat gosok dan minyak kayu putih di ruangan tersebut.  Namun usaha CAS dan rekan-rekannya gagal. Korban masih tak sadarkan diri. 
Melihat kondisi korban, taruna III akhirnya melapor ke pengawas. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Akpol. Namun dokter Akpol yang memeriksa korban menyatakan korban tak dapat diselamatkan dengan luka lebam di dada. Korban menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis 18 Mei 2017 sekitar pukul 02.45 WIB. Hasil autopsi tim forensik di RS Bhayangkara Semarang menyebutkan, korban tewas karena kekurangan oksigen akibat bekas pukulan benda tumpul di paru-paru.
 
Kapolda Jateng Inspektur Condro Kirono mengatakan, dari 14 tersangka, CAS  menjadi pelaku utama pembunuhan itu. Sedangkan 13 taruna lainnya, memiliki peran berbeda, yakni memberikan arahan hingga menjaga lokasi agar tak diketahui pengawas. Mereka antara lain, RLW, GCM, EA, JED, MB, CAE, HA, AKU, GJM, RAP, MK, IZ dan TDS.
"CAS adalah pelaku utama, karena saat dipukul oleh yang bersangkutan,korban jatuh pingsan dan dilakukan pertolongan tapi di bawa meninggal, " kata Condro.
Tak Dipecat
Selain menetapkan tersangka, polisi juga mengamankan sebanyak 18 barang bukti terkait penganiayaan hingga menyebabkan taruna meninggal tersebut. Barang bukti itu masing-masing yaitu kayu bulat warna hitam panjang 45 cm, pipa aluminium bekas gagang sapu, raket bulu tangkis, kopelrim atau sabuk warna hitam, kunci slot sepeda, kancing baju PDL,  sarung tangan, kipas angin, kursi, bantal, kasur, tutup botol, kaos olahraga Akpol, sepatu, topi piket Akpol, minyak kayu putih, peluit, dan dupa.
"Ada juga minyak kayu putih, kipas angin, kemudian obat gosok. Kenapa disita? Saat jatuh lemas ada upaya menyadarkan," ujar Condro.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 subisider Pasal 351 ayat 3 junto Pasal 55 dan 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 7 tahun dan 12 tahun penjara. Namun demikian, paska ditetapkan tersangka para pelaku tidak langsung ditahan atau dikeluarkan dari sekolah Akpol. (viva)

Komentar Anda

Tajuk Rencana

Opini

INFO

Kami mengharapkan kerjasama masyarakat/instansi untuk dapat memberi masukan dan kritik yang membangun.
kirim ke tribunriau@gmail.com

Bagi anda yang memiliki bakat menulis dan ingin bergabung dengan kami, hubungi 0853 7655 7428 an. ISKANDAR atau 0812 7751 3879 Darwis JV (Pemimpin Redaksi)


Iklan Baris "GRATIS"





Aneka Sablon

Menerima order Undangan Nikah, Banner, Kalender, Merk/Papan Nama, dll.
Alamat: Jl. Nangka No.2 Dumai.






FILIA MOBIL
Showroom Jual Beli mobil bekas dan baru di Kota Dumai, Hubungi 0812 7751 3879




Rental Alat Berat

Menyediakan Excavator dan Dump Truck untuk pembuatan parit, steaking, land clearing serta menjual tanah timbun. Jl. Sudirman Kota Dumai. Hubungi: 08127595608




Pengadaan CCTV

Rumah/Gedung anda ingin dipasang CCTV? Harga cukup menarik dan untuk Kawasan Dumai. Hubungi 082384252992 a.n Firdaus





Pembuatan Aplikasi/Program

Anda ingin membuat aplikasi? untuk perkantoran ataupun pelengkap Skripsi, Hubungi 085376557428 an.Iskandar





 
Copyright © 2011. Tribun Riau :: Portal Berita Riau dan Nasional - All Rights Reserved