Headlines News :

Terbaru

Pisah Sambut Kapolres Dumai AKBP Tonny Hermawan Dilepas Dengan Upacara Pedang Pora

Written By Tribun Riau on Selasa, 26 Mei 2015 | 19.03


Tribunriau, DUMAI –
Dalam rangka  peningkatan karir, Kapolres Dumai AKBP Tonny Hermawan, R.SIK akhirnya mendapatkan promosi jabatan di Mabes Polri dan akan menduduki posisi baru sebagai Kasubag Lekdikbangum Baglegdik Rodalpers SDM Polri. Penggantinya adalah AKBP Suwoyo, SIK, M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Kabupaten Inhil.
  
AKBP Tonny Hermawan, R.SIK dilepas dengan upacara pedang pora Selasa (26/5) di Mapolres Jalan jendral Sudirman Dumai setelah melaksanakan agenda sertijab di Polda Riau Senin (25/5) kemarin. Upacara Pedang pora merupakan salah satu rangkaian kegiatan pelepasan personel di jajaran kepolisian.
 
Dalam sambutannya, AKBP Tonny Hermawan, R.SIK mengatakan serah terima jabatan dilingkungan Polri mengandung makna penting dan strategis ditinjau dari upaya Polri untuk meningkatkan kualitas kinerja organisasi.
 
“Di satu sisi dengan serah terima jabatan akan terjadi regenenerasi kepemimpinan yang diharapkan dapat membawa ide – ide baru dan mampu minciptakan langkah – langkah kreatif dalam menjalankan organisasi Polri yang kita cintai ini.” Katanya
 
Selain itu, mutasi jabatan di tubuh kepolisian, merupakan hal yang biasa sebagai peningkatan kinerja dan untuk meningkatkan kualitas para personil kepolisian dan organisasi dalam rangka melaksanakan tugas dan wewenang Polri.
 
“Saya mengucapkan rasa terima kasih kepada semua jajaran Polresta Dumai, serta pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat yang selama ini telah memberikan dukungan kepada saya dalam menjalankan tugas sebagai Kapolres di Kota Dumai.” Sebutnya
 
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua jajaran Polresta Dumai, jika dalam perkataan dan pergaulan selama ini ada yang salah. “Meski baru enam bulan sangat banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang saya terima selama menjalankan tugas di Kota Dumai.” Tambahnya
 
Terakhir, ia mengajak kepada semua jajaran Poleresta Dumai, ikut mendukung tugas Kapolres baru. Dalam tujuan menjaga keamanan dan penegakan hukum di wilayah Kota Dumai ini. Kerjasama yang baik dari seluruh jajaran kepolisian untuk saling menjaga keutuhan wilayah, khususnya di Kota Dumai ini. Harapnya
  
Sementara, Kapolresta Dumai yang baru, AKBP Suwoyo, SIK, M.Si mengatakan sebelum menjabat sebagai Kapolresta Dumai, dirinya menjabat sebagai Kapolres di Kabupaten Inhil.
 
Dengan jabatan Kapolres baru yang disandangnya di Kota Dumai ini, ia berharap dirinya bisa lebih meningkatkan kinerja kepolisian, dapat melaksanakan tugas dengan baik serta mendapat dukungan dari semua pihak.
 
“Saya menaruh harapan besar untuk meraih keberhasilan, namun harapan tersebut tidak dapat tercapai tanpa dukungan semua pihak khususnya anggota Polres Kota Dumai.” Katanya
 
Lanjutnya, apresiasi kepada AKBP Tonny Hermawan, R.SIK selaku pejabat terdahulu yang telah menorehkan keberhasilan sehingga mampu menjawab tantangan penegakan hukum di Dumai, keberhasilan ini akan menjadi tauladan dalam menghadapi tugas kedepan. Ketegasan, disiplin yang tinggi dan konsistensi AKBP Tonny Hermawan, R.SIK dalam menjalankan tugas patut menjadi panutan.
 
“Terakhir saya mengucapkan selamat jalan kepada AKBP Tonny Hermawan, R.SIK semoga sukses menjalankan tugas ditempat yang baru,” tukasnya. (bbg)

Setahun jadi Tersangka, Mantan Kadishub Dumai Akhirnya Ditahan

Written By Tribun Riau on Senin, 25 Mei 2015 | 22.30

Tribunriau, DUMAI-
Setelah menyandang status tersangka, TI (Mantan Kepala Dinas Perhubungan Dumai) dan AC (Mantan Bendahara Penerimaan Dinas Perhubungan Dumai) akhirnya resmi ditahan, Senin (25/5/2015) oleh Pihak Seksi Pidana Khusus Kejari Dumai atas dugaan Korupsi Retribusi di Terminal Barang Dumai.

Berdasarkan informasi, keduanya memenuhi panggilan penyidik Kejari Dumai pada Pukul 10.00 WIB.

Pantauan di lapangan, Senin siang TI dan AC menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Dumai. TI terlihat mengenakan busana kaos Polo warna Merah sedangkan AC mengenakan busana berwarna Hijau.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Dumai, Hendarsyah Yusuf Permana mengatakan bahwa berkas keduanya sudah lengkap atau P21. Maka keduanya pun resmi ditahan hari ini. (isk)

Tingkatkan Jumlah Akseptor, BKBP3A Dumai Canangkan Baksos TNI KB-Kes 2015

Tribunriau, DUMAI -
Berbagai upaya dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan angka peserta KB baru atau akseptor, salahsatunya dengan melaksanakan kegiatan pencanangan Baksos TNI KB-Kes 2015.

Melalui Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBP3A) Kota Dumai tahun ini menargetkan 8.889 akseptor.

Demikian disampaikan Kepala Badan BKBP3A Kota Dumai H. Marwan melalui Sekretaris Badan BKBP3A Maini Asna. "Tahun ini kita menargetkan 8.889 akseptor atau peserta KB baru, salah satu upaya untuk mencapai angka tersebut adalah dengan melaksanakan kegiatan pencanangan Baksos TNI KB-Kes 2015," katanya belum lama ini.

Menurutnya, pencanangan TNI KB-Kes bertujuan untuk melakukan percepatan pencapaian target tersebut untuk mensukseskan program KB di Kota Dumai dalam rangka meningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat menuju keluarga yang sehat dan sejahtera.

"Melalui kegiatan Baksos TNI KB Kes, Badan BKBP3A Kota Dumai mengadakan pelayanan KB gratis. Alhamdulillah melalui kegiatan tersebut kita berhasil mendapatkan 50 akseptor baru," jelasnya. 

Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam mensukseskan program KB dengan cara mengatur usia perkawinan, mengatur jarak kelahiran menuju kesejahteraan keluarga dan terwujudnya keluarga kecil bahagia.

Sejauh ini, program KB yang telah dijalankan Pemerintah memberikan dampak yang signifikan dalam mewujudkan keluarga sejahtera. "Oleh karena itu tahun ini Pemerintah melalui Badan KBPPPA Kota Dumai menargetkan 8.889 akseptor baru. Mudah-mudahan, dengan dukungan semua pihak dan didukung seluruh lapisan masyarakat Dumai angka tersebut dapat tercapai dengan baik dan maksimal," tutupnya. (mg)

Dugaan Korupsi Bansos, Ini Tanggapan Ketua DPRD Bengkalia

Written By Tribun Riau on Kamis, 21 Mei 2015 | 13.35

Tribunriau, Bengkalis-
Ditetapkannya lima tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) di DPRD Bengkalis menjadi pelajaran berharga bagi kalangan legislatif, Terlebih lagi, dua dari lima tersangka yang ditetapkan tersangka itu, masih aktif sebagai anggota DPRD Bengkalis 2014-2019.
 
Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Bengkalis H. Heru Wahyudi, SH, Selasa (12/5) kemarin memberikan dukungan secara moral dan berharap dua anggota DPRD Bengkalis aktif, masing-masing MT dan RY untuk tetap tegar menghadapi kasus tersebut.
 
“Sampai hari ini, saya masih terus memberikan dukungan secara moral, dan menyarankan agar tetap tegar menghadapinya, dan menyarankan untuk tetap bekerja dan jalani kewajiban, sampai ada kekuatan hukum tetap atau incraht,” terangnya.
 
Ia juga menuturkan, terhadap penetapan tersangka itu hanya sebatas peningkatan status dalam kasus dugaan korupsi Bansos, dan sampai hari ini juga menurut keterangan dari anggota DPRD yang bersangkutan, mereka belum menerima surat penetapan tersangka, dari penyidik Polda Riau.
 
“Ini juga menjadi persoalan bagi kita di DPRD, namun saya terus berupaya dan menyarankan agar mereka (tersangka) tetap bekerja. Silahkan bekerja dan jalani kewajiban, dan kita sangat mendukung hal itu, lagi pula mereka juga sampai hari ini belum menerima surat penetapan status atau peningkatan status tersangka yang dimaksud," pungkas Heru.(JE)

Razia Pekat Satpol PP Bengkalis, Pasangan Ini Terjaring

Written By Tribun Riau on Kamis, 14 Mei 2015 | 17.39

Tribunriau, Bengkalis-
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkalis berhasil mengamankan sepasang kekasih bukan suami istri yang sedang berduaan di salah satu penginapan yang berada di kota Bengkalis.

Penangkapan sepasang muda-mudi ini dilakukan saat anggota satpol PP Kabupaten Bengkalis menggelar razia di sejumlah penginapan dan kos-kosan yang diduga sebagai tempat prostitusi.

Sepasang kekasih ini langsung digiring  petugas ke kantor Satpol PP kabupaten Bengkalis untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut. Kasi ops satpol PP kabupaten Bengkalis, Hengky Irawan mengatakan razia dilakukan untuk mengurangi angka prostitusi.

“Jelang MTQ tingkat Kabupaten Bengkalis dan menyambut bulan Ramadhan, kita akan gencar melakukan razia pekat, untuk mengurangi angka prostitusi di Bengkalis,” ujar Hengky.(JE)

Dugaan Korupsi Bansos, Ini Tanggapan Ketua DPRD Bengkalis

Written By Tribun Riau on Rabu, 13 Mei 2015 | 18.15

Tribunriau, Bengkalis-
Ditetapkannya lima tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) di DPRD Bengkalis menjadi pelajaran berharga bagi kalangan legislatif. Terlebih lagi, dua dari lima tersangka yang ditetapkan tersangka itu, masih aktif sebagai anggota DPRD Bengkalis 2014-2019.
 
Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Bengkalis H. Heru Wahyudi, SH, Selasa (12/5) kemarin memberikan dukungan secara moral dan berharap dua anggota DPRD Bengkalis aktif, masing-masing MT dan RY untuk tetap tegar menghadapi kasus tersebut.
 
“Sampai hari ini, saya masih terus memberikan dukungan secara moral, dan menyarankan agar tetap tegar menghadapinya, dan menyarankan untuk tetap bekerja dan jalani kewajiban, sampai ada kekuatan hukum tetap atau incraht,” terangnya.
 
Ia juga menuturkan, terhadap penetapan tersangka itu hanya sebatas peningkatan status dalam kasus dugaan korupsi Bansos, dan sampai hari ini juga menurut keterangan dari anggota DPRD yang bersangkutan, mereka belum menerima surat penetapan tersangka dari penyidik Polda Riau.
 
“Ini juga menjadi persoalan bagi kita di DPRD, namun saya terus berupaya dan menyarankan agar mereka (tersangka) tetap bekerja. Silahkan bekerja dan jalani kewajiban, dan kita sangat mendukung hal itu, lagi pula mereka juga sampai hari ini belum menerima surat penetapan status atau peningkatan status tersangka yang dimaksud," pungkas heru. (JE)

Ketua DPD KNPI Batam Bantah Isu OKP Terima Upeti dari Pengusaha Gelper

Written By Tribun Riau on Selasa, 12 Mei 2015 | 15.48

Tribunriau, BATAM-
Isu ditengah masyarakat Batam yang menyatakan bahwa beberapa OKP mendapatkan jatah atau upeti dari pengusaha gelanggang permainan (gelper) yang memiliki unsur perjudian dibantah oleh ketua DPD KNPI Batam, Kadarisman, Selasa (12/5/15).

Kepada Tribunriau.com di ruang kerjanya, bahwasanya tidak ada satupun OKP yang mendapatkan upeti dari pengusaha gelper yang memiliki unsur judi.

"Tidak benar itu, tak ada satupun yang mendapatkan atau meminta upeti," tegasnya.

Pihaknya juga sudah mendapatkan informasi mengenai maraknya keberadaan gelper yang menyalahi izin tersebut.

"Kita juga sudah mendapatkan informasi dari kawan–kawan mahasiswa dan OKP bahwa usaha gelper sangat menjamur di Batam, bahkan sudah hampir di semua titik lokasi yang ada di Pulau Batam, parahnya lagi, anak-anak dan pelajar juga ada di sana main hingga larut malam," jelasnya.

Ditambahkannya, pemerintah selaku pemberi izin sebaiknya mengkaji ulang izin yang telah diberikan agar tidak lagi ada penyelewengan penggunaan izin oleh pengusaha gelper.

"Kami akan meminta kepada pemerintah yang memberi izin gelper agar mengkaji ulang izin tersebut, biar tidak terjadi penyimpangan, atau menyalah gunakan izin yang dikeluarkan pemerintah," pintanya kepada pemerintah.

Pihaknya juga menyatakan apabila pengusaha gelper menyelewengkan izin usahanya, pihaknya akan melakukan tindakan tegas untuk menghentikan usaha yang dapat merusak generasi bangsa.

"Dan apabila pemberi izin dan pengusaha gelper yang mendapatkan izin tidak mengindahkan hal ini, kita dan  mahasiswa akan turun mengadakan swiping, ini sebagai bentuk rasa keperihatinan kami dan kebaikan Batam kedepan," tegasnya.(tim)

Perbaikan Jalan Lintas di Pinggir Picu Macet Hingga 1KM Lebih

Tribunriau, MANDAU-
Perbaikan jalan lintas Dumai - Pekanbaru, tepatnya di Desa Pinggir Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis menyebabkan antrian panjang atau macet kurang lebih 1 KM.

Pantauan Tribunriau di lokasi macet, Desa Pinggir, Selasa (12/05/15), terlihat kemacetan  bertambah parah dari hari sebelumnya.

Salah seorang supir yang terjebak macet, Anto mengatakan macet hari ini (Selasa, red) lebih panjang dari hari sebelumnya. Bahkan kemacetan yang terjadi juga dikarenakan ulah supir nakal yang nekat menerobos atau menyalib.

"Lebih parah dari yang kemarin, ditambah lagi dengan supir yang maunya duluan sendiri, itu yang buat macet jadi panjang," kesalnya kepada Tribunriau sambil menunggu instruksi untuk jalan.

Ditambahkannya, rakyat harus berterima kasih kepada pemerintah yang mencoba memperbaiki jalan, namun tentu tidak menyebabkan masalah yang lain (kemacetan).

"Kita patut berterima kasih, tapi alangkah baiknya pemerintah atau pihak yang berwenang memiliki cara untuk mengatasi masalah yang timbul selama perbaikan berjalan," ungkapnya.

Untuk perjalanan Dumai ke Pekanbaru, biasanya dapat ditempuh 4 atau 5 jam perjalanan. Namun dalam kondisi macet seperti kondisi saat ini, perjalanan paling cepat memakan waktu 6 hingga 8 jam. (isk)

Aparat Lapas dan Polres Bengkalis Tangkap Napi yang Kabur

Tribunriau, BENGKALIS-
Aparat lapas kelas ll A Bengkalis bekerjasama dengan pihak Kepolisian berhasil menangkap Amjan alias Maican yang kabur sekitar 6 bulan lalu. Maican pernah ditangkap dengan kasus narkoba, penangkapan ini terjadi di kecamatan Bantan tepatnya di Desa Belas.

Keberhasilan ini buah hasil kerja keras aparat Lapas Bengkalis yang bekerja sama dengan pihak Polresta Bengkalis dan dibantu oleh pihak Polsek Selat Baru.

“Penangkapan kita lakukan pada hari sabtu (09/05/15) yang lalu, sekitar pukul 20.00 WIB, Amjan alias Maican ini kabur pada tanggal 22 November 2014, dan kita mencoba berkoordinasi dengan pihak kepolisian hingga akhirnya kami bisa membekuk kembali,” ujar Kalapas Bengkalis melalui KPLP Kelas ll A, Sugyanto.

Sugyanto juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah bekerja sama dalam penangkapan napi yang kabur ini. (JE)

SPTI Bengkalis Gelar Lomba Burung Berkicau

Written By Tribun Riau on Senin, 11 Mei 2015 | 17.52

Tribunriau, BENGKALIS-
Ratusan masyarakat yang berasal dari kota Bengkalis maupun luar Bengkalis mengikuti perlombaan burung berkicau. acara yang dipusatkan di sebelah Sungai Bengkel Bengkalis ini dihadiri langsung oleh ketua umum SPTI, Dandim 0303 Bengkalis dan perwakilan pemerintah kabupaten Bengkalis.

Perlombaan yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei lalu. Selain menumbuh kembangkan  kecintaaan masyarakat terhadap satwa, kegiatan ini juga merupakan upaya SPTI dalam mendukung program pemerintah  untuk melindungi keberadaan satwa, guna mendukung keberlangsungan mata rantai dari satwa itu sendiri. 

Pada acara tersebut, peserta berjumlah 50 orang, dan untuk jenis burung yang dilombakan  mulai dari burung Murai Batu, Mega Bintang, Kacer dan Kendari Bintang. 

“Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan lanjutan dari hari may day, serta menyalurkan bakat masyarakat, dan mengajak masyarakat agar mencintai keberadaan satwa, karna hal ini selaras dengan program pemerintah,” ujar Masuri.

Dengan diadakannya perlombaaan burung berkicau SPTI Cup tahun 2015, bisa memberikan contoh yang baik untuk masyarakat, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat dalam mendukung pembangunan di kabupaten Bengkalis. (JE)

Kawal Kasus PT BLJ, ABM Datangi Lagi Kantor Kejari Bengkalis

Tribunriau, Bengkalis-
Guna mempertanyakan kelanjutan kasus PT. BLJ dan komitmen Kejari Bengkalis untuk melakukan pemeriksaan terhadap bupati Bengkalis, Aliansi Bengkalis Menggugat (ABM) mendatangi kantor Kejari Bengkalis, Senin (11/5/15).

Selaku ketua EK – LMND yang tergabung dalam ABM, Suhada menyatakan kedatangan mereka adalah bukti keseriusan ABM dalam melakukan pengawalan kasus tersebut.

"Ini bukti pengawalan yang kita lakukan dari ABM, kita minta komitmen dari kejari Bengkalis dalam penanganan kasus ini," ujarnya.

Kedatangan ABM kali ini disambut langsung oleh kasi Intel Furkon, dikarenakan Kejari Bengkalis Mukhlis dan Kasi Pisdus Reza tidak berada ditempat.

“Bapak Furqon menjelaskan bahwa besok akan ada pemeriksaan 5 orang saksi lagi, yakni Nanang Harianto, Risma Yeni, Heru Wahyudi, Yudi Feriantoro selaku tim pansus DPR dan Yondri Kepala Bappeda Bengkalis," jelasnya.

Menurut informasi, ditambahkan Suhada, Bupati Bengkalis pada tanggal 19 Mei mendatang akan dipanggil ke persidangan sebagai saksi.

"Kita juga mendapat informasi bahwa Selasa 19 Mei mendatang akan dilakukan pemanggilan Bupati Bengkalis HS di persidangan sebagai saksi, dan kita harapkan ini tidak ditunda-tunda lagi,” tegas Suhada. (JE)

Over Kapasitas, Rutan Kelas II A Memprihatinkan

Written By Tribun Riau on Sabtu, 09 Mei 2015 | 12.48

Tribunriau, DUMAI-
Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Bengkalis kian sesak oleh penghuni dan sangat memprihatinkan. Rutan yang memiliki kapasitas 175 napi tersebut, saat ini sudah dihuni lebih dari 996 orang napi.

Jumlah tersebut sudah dikategorikan over kapasitas, lapas kelas II A Bengkalis berada pada posisi kedua nasional setelah Bagansiapiapi.

Kalapas melalui KPLP kelas II A Bengkalis Sugyanto mengatakan, pihak lapas telah mengusulkan pembangunan gedung baru ke pemkab Bengkalis. “Kita sudah usulkan kepada pemkab agar setiap tahunnya itu ada penambahan bangunan baru untuk penghuni,” ujar Sugyanto.

Pihaknya berharap usulan tersebut segera terealisasi mengingat jumlah napi yang sudah maksimal.

“Kita juga berharap agar pengusulan ini cepat direalisasikan, mengingat dengan jumlah napi sekarang ini akan mengalami kendala dalam pengawasan karena jumlah pegawai piket hanya 6 orang setiap," jelasnya. (JE)

Tes Urine Mendadak, 10 Anggota Polres Dumai Positif Kosumsi Narkotika

Written By Tribun Riau on Jumat, 08 Mei 2015 | 00.37

Tribunriau, DUMAI-
Polda Riau bersama Polres Dumai melakukan tes urine mendadak terhadap anggotanya. Hasilnya, 10 anggota positif mengkonsumsi narkoba dan dipastikan akan dipecat.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan, pelaksanaan tes urine ini dilakukan kerja sama tim Polda Riau bersama Kapolres Dumai, AKBP Tony Hermawan. Pelaksanaan tes urine ini mulai pagi hingga siang.

"Ini sifatnya mendadak dan sistemnya main acak di setiap Polres yang ada. Hasilnya, ada sepuluh anggota terdiri dari perwira dan brigadir yang terbukti mengonsumsi narkoba," kata Guntur kepada wartawan, Rabu (6/5/2015).

Dia menjelaskan, hasil tes urine dari 10 anggota jajaran Polres Dumai diketahui positif mengandung amphetamine. Mereka terdiri dari satu berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu), tiga orang berpangkat Brigadir Kepala (Bripka), dua orang berpangkat Brigadir, serta empat lainnya berpangkat Brigadir Polisi Satu (Briptu).

"Tes urine ini diikuti 102 anggota Polres Dumai. Dari jumlah itu 10 anggota yang positif mengonsumsi narkoba akan diberhentikan secara tidak hormat. Mereka langsung diproses hari ini juga," tegas Guntur.

Tes urine dadakan ini, lanjut Guntur, guna menghindari adanya anggota yang dengan berbagai alasan tidak masuk kantor. Ini merupakan instruksi langsung Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan.

"Kapolda sudah berpesan, anggota yang terbukti mengkonsumsi narkoba sama saja penghianat dan harus dipecat. Ini bentuk komitmen kita untuk memerangi narkoba di kalangan masyarakat khususnya lagi di internal kita sendiri. Artinya, kami juga menindak tegas oknum yang terlibat," kata Guntur.

Dua bulan lalu juga dilakukan tes urine di jajaran Polda Riau. Hasilnya, dua oknum terbukti mengkonsumsi narkoba. Keduanya kini dalam proses Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH).

"Kita akan terus main acak untuk melaksanakan tes urine di seluruh jajaran Polres yang ada. Siapa pun yang terbukti, tidak ada ampun lagi, mereka harus keluar dari Polri," tutup Guntur.(dtc)

Bermodal Kajian Potensi Kota, LIKPD Diundang UNSDSN ke Korea

Written By Tribun Riau on Rabu, 06 Mei 2015 | 23.13

Tribunriau, Dumai-
Sejak ditetapkannya Bapak H. Khairul Anwar sebagai Walikota periode ke-3 (sejak UU 16/1999) pada tahun 2010, Dumai memasuki wacana baru dalam konsep pembangunannya melalui Visi Misi yang dikenal dengan sebutan Pengantin Berseri Sehat (Pelabuhan, Perdagangan, Tourism, Industri yang Bersih, Semarak, Rukun, Indah untuk mewujudkan Dumai yang Sejahtera,  Harmonis, Aman, dan Tertib).

Penerjemahan Visi Misi ini merupakan komitmen antara Walikota Dumai dengan Pendiri Lembaga Inovasi dan Kajian Potensi Daerah (LIKPD), yang sepakat untuk menginterpretasikan Visi Misi tersebut sesuai dengan Wacana Nasional dan Internasional yang relevan dengan kondisi dan potensi Kota Dumai.

Visi Misi berdasarkan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Develepment) merupakan penerjemahan pemikiran Walikota Dumai dalam perspektif kepentingan lokal, nasional dan internasional di Kota Dumai. Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) adalah tema yang menjadi sasaran global dalam bentuk Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang nantinya akan di ratifikasi menjadi Undang-Undang oleh seluruh negara anggota PBB sebagai bagian perubahan sistem World Goals dari Millenium Development Goals (MDGs) menjadi SDGs.

SDGs ini diwacanakan secara aktif mulai tahun 2012 di PBB melalui United Nations Sustainable Development Solutions Network (UNSDSN) dan berbagai lembaga PBB lainnya yang tahap awalnya telah dirumuskan pada tahun 2013 bersamaan dengan penetapan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan di Kota Dumai melalui Surat Keputusan Walikota Dumai Nomor 406/SDA/2013 tentang Penetapan Manifestasi Interpretatif Prinsip Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) dalam Mekanisme Kebijakan Daerah Kota Dumai.

Hal tersebut menunjukkan Pemerintah Kota Dumai bersama LIKPD telah proaktif mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan dalam mekanisme kebijakan daerah jauh sebelum Pembangunan Berkelanjutan tersebut diterapkan dalam mekanisme kebijakan nasional maupun internasional yang rencana draft-nya akan diselesaikan oleh UNSDSN sebagai perpanjangan tangan PBB pada tahun 2016. Wacana dari SK No. 406 tersebut digunakan oleh LIKPD sebagai tiket menembus jaringan kerja internasional di UNSDSN yang sekaligus merupakan wacana utama bagi LIKPD untuk membuktikan signifikasi realisasi kepentingan lokal pada wacana global.

Upaya LIKPD melalui pengembangan konsep Pembangunan Berkelanjutan berdasarkan perspektif lokal ini diharapkan dapat menjadi pendorong penguatan pembangunan di berbagai daerah termasuk Kota Dumai.

Berkaitan dengan perwujudan wacana Pembangunan Berkelanjutan di kota Dumai tersebut,  LIKPD diundang oleh UNSDSN dan KOICA (Korea International Cooporation Agency) untuk mengikuti agenda rapat the Seoul Financing for Sustainable Development Forum pada tanggal 18 Mei 2015 di Seoul, Korea Selatan. Kegiatan ini rencananya akan diikuti oleh perwakilan LIKPD selaku perumus kebijakan dan perwakilan Pemerintah Kota Dumai selaku pemangku kebijakan sebagai bukti keseriusan antar pihak untuk mewujudkan visi dan misi Kota Dumai menuju Pembangunan Berkelanjutan. Para perwakilan tersebut, berdasarkan restu Walikota Dumai sebagai inisiator awal dikembangkannya Pembangunan Berkelanjutan di Kota Dumai, rencananya terdiri atas Patrik Tatang selaku Direktur LIKPD, Mega Kurnia selaku Kepala Sekretariat LIKPD, Zulkarnaen S.H,M.H selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Dumai, serta beberapa pihak yang berkepentingan. Zulkarnaen merupakan salah satu pejabat yang menyusun konsep bersama LIKPD untuk mengembangkan konsep kebijakan Sustainable EcoIndustry sebagai bagian dari perwujudan Sustainable City.

Sustainable EcoIndustry adalah konsep kebijakan mengenai pengembangan industri berwawasan lingkungan secara berkelanjutan untuk mempertahankan kapasitas-kapabilitas dan potensi sumber daya lokal di masa kini dan masa mendatang. Sedangkan Sustainable City merupakan kota yang dirancang berdasarkan pemahaman dampak lingkungan dengan masyarakat yang memiliki kesadaran atas keberlanjutan pangan, energi, air dan pengelolaan sampah, polusi udara, polusi air demi keberlangsungan kota yang dihuninya baik masa kini maupun masa mendatang.

Konsep Sustainable City merupakan konsep yang diprioritaskan oleh PBB untuk diterapkan di berbagai kota di seluruh dunia.

Setelah acara tersebut, rencananya para perwakilan tersebut juga akan melakukan pertemuan dengan pihak Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian dan beberapa Kementerian lainnya untuk melakukan sinkronisasi fungsi kepentingan penerapan Pembangunan Berkelanjutan dalam mekanisme kebijakan di Kota Dumai sebagai Pilot Project termasuk di daerah lainnya. Wacana ini juga akan diteruskan oleh LIKPD melalui Kantor Riset Wilayahnya yang ada di berbagai daerah.(rls)

Ganti Rugi tak Jelas, Jalan Sudirman Bengkalis Ditutup Pemilik

Written By Tribun Riau on Selasa, 05 Mei 2015 | 15.55

Tribunriau, BENGKALIS-
Selama 15 Tahun lahan milik Ahli Waris Jefry Tumangkeng tidak mendapatkan kejelasan ganti rugi dari Pemkab Bengkalis, akhirnya Jefry menutup sebagian jalan Sudirman, Bengkalis.

Dijelaskan Jefry, pada dasarnya tanah tersebut tidak ada sengketa dan pihak keluarga telah mengajukan untuk pembangunan tempat usaha, namun tidak mendapatkan izin dari pihak Pemkab Bengkalis.

"Setelah dibeli, tepatnya pada tahun 2000, kita mengajukan usaha hotel, namun pada saat itu tidak diberikan izin oleh pemerintah karena wilayah ini akan dijadikan perluasan kota, taman dan pelabuhan," ujarnya.

Namun, Jefry selaku ahli waris tetap menunggu kepastian dari pihak Pemkab. Dirinya juga pernah dipanggil ke kantor Bupati untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kita terus menunggu dan sampai saat ini tidak kepastian, sampai orang tua kami meninggal hal ini belum juga ada penyelesaian. Kami sudah pernah dipanggil ke kantor bupati untuk membahas hal ini, tapi tetap tidak titik temu. Pada perundingan kedua yaitu tahun 2014, dan sudah ada kesepakatan ganti rugi dari pemkab, namun tetap dilalaikan, bahkan pihak pemkab sudah memasang plang di tanah ini dengan bahasa bahwa akan diganti rugi," imbuh jefry

Tidak adanya kejelasan mengenai penyanderaan tanah ini, ahli waris mendapatkan isu bahwa  pemkab mengatakan adanya permasalahan internal di dalam keluarga.

"Kami mendapatkan isu yang mengatakan di dalam keluarga kami adanya ketidakcocokan, sehingga ini yang dijadikan dasar gagalnya perundingan, dan kami sanggah secara tegas isu ini tidak benar," tegas Jefry.

Dikatakannya lagi, pihaknya akan ikhlas jika pemerintah memang berniat untuj membangun, tapi dengan syarat menyelesaikan ganti rugi.

“Kalau pemkab tidak ada keinginan untuk perluasan kota maka kami akan bangun tempat usaha, tapi jika ada keinginan, kami ikhlas, namun harus ada kejelasan, ini sudah masuk 15 tahun kami dihadapi dengan ketidak pastian pembebasan lahan ini. Aksi ini kami lakukan agar pemkab Bengkalis cepat mengambil keputusan, jangan digantung seperti ini," tutup Jefry. (JE)

Warga Ditipu Salahsatu Tim Sukses Balon Walikota Dumai

Written By Tribun Riau on Senin, 04 Mei 2015 | 18.55

Tribunriau, DUMAI-
Beberapa warga di Jalan Air Bersih Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Barat ditipu salah satu tim sukses bakal calon (balon) walikota Dumai dengan iming-iming akan mendapatkan sembako gratis, beberapa hari yang lalu.

Salah seorang warga yang tak ingin namanya disebutkan mengatakan, tim sukses salah satu balon yang datang ke beberapa rumah warga menawari bantuan sembako dengan syarat meminta meminta fotokopi KTP.

"Beberapa hari yang lalu, mereka (tim sukses, red) datang ke rumah nawari sembako gratis, tapi dengan syarat menyerahkan fotokopi KTP," ujarnya kepada Tribunriau.com, Senin (4/05/15).

Namun, bantuan sembako tersebut, dikatakannya tidak langsung diberikan, sembako akan diberikan setelah tiga hari berikutnya.

"Tidak langsung dikasih, katanya tiga hari (hari ini, red) diantar ke rumah," tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, bantuan sembako yang dijanjikan belum datang sehingga harapan warga yang telah memberikan fotokopi KTP sangat kecewa.

"Sepertinya mereka (tim sukses) bohong untuk mengantarkan sembako yang telah dijanjikan, bahkan sudah memberikan syarat yang diminta berupa fotokopi KTP," kesalnya.

Ketika disinggung dari tim sukses mana yang menawari bantuan sembako gratis tersebut, dirinya tak berani mengatakan hal tersebut dikhawatirkan menimbulkan fitnah.(isk)

Keterangan gambar: ilustrasi sembako

Dugaan Korupsi PT BLJ, ABM Desak Kejari Bengkalis Penuhi Janji

Written By Tribun Riau on Sabtu, 02 Mei 2015 | 17.35

Syafri, Aktivis LMND saat melakukan aksi terkait kasus PT BLJ beberapa waktu yang lalu.


Tribunriau, BENGKALIS-
Lambannya kinerja Kejari Bengkalis dalam pengusutan kasus korupsi PT. BLJ sebesar 300 Miliar menuai tanda tanya besar bagi masyarakat Bengkalis. Setelah pemeriksaan pertama yang dilakukan terhadap Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, hingga saat ini belum ada perkembangan terhadap hasil pemeriksaan tersebut.

Salah seorang aktifis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Syafri yang tergabung dalam Aliansi Bengkalis Menggugat (ABM) mengatakan sangat  kecewa dengan kinerja Kejari Bengkalis yang dinilai lamban dalam menangani kasus tersebut. “Dalam pengusutan kasus ini, kita menduga sengaja diperlambat,” ujar Syafri beberapa waktu yang lalu.

ABM terus melakukan kontrol terhadap kasus PT BLJ dikarenakan adanya pernyataan dari Kejari Bengkalis yang terkesan hanya umbar janji tanpa ada kejelasan. “Kita menuntut janji Kejari Bengkalis pada tanggal 6 Januari lalu, yang akan kembali memeriksa Herliyan Saleh terkait kasus BLJ ini, namun sampai saat ini tidak ada perkembangan, kita dari mahasiswa dan masyarakat hanya butuh sebuah kepastian dan ketegasan Kejari Bengkalis,” ujar Syafri.

Ditanya soal tindakan selanjutnya apabila tidak ada tanggapan, aktivis ABM ini mengatakan akan melakukan aksi kembali. “Kita akan aksi besar-besaran dari sebelumnya, dan kita juga sudah berkoordinasi dengan hampir seluruh organisasi mahasiswa yang ada di Bengkalis dan sepakat melakukan aksi untuk meminta kejelasan kasus ini,” pungkas Syafri. (JE)

Pencemaran Lingkungan, KLH Dumai Tertutup Tentang Hasil Uji Sample

Written By Tribun Riau on Jumat, 01 Mei 2015 | 00.04

Tribunriau, DUMAI -
Uji sample yang dilakukan oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai atas pencemaran yang dilakukan oleh beberapa perusahaan yang beroperasi di pesisir pantai Dumai hingga kini tak satupun diekspos ke publik. Padahal, masyarakat harus tahu dampak yang ditimbulkan dari pencemaran tersebut.

Ketua Yayasan Lembaga Badan Hukum (YLBH) Kota Dumai Kimlan Antoni, SH sangat menyayangkan sikap tertutup KLH Dumai. KLH Dumai selama ini tidak pernah terbuka dalam menyampaikan hasil uji sample yang dilakukan.

"Setiap kejadian pencemaran selalu ditangani dan dilakukan penyelidikan, tapi sayang hasilnya tak pernah jelas. Masyarakat tidak pernah tahu apakah setiap pencemaran yang terjadi memberi efek buruk atau tidak kepada masyarakat dan lingkungan," katanya, Rabu (29/4).

Menurutnya, sepanjang tahun 2014, tidak sedikit kasus pencemaran lingkungan hidup yang terjadi, khususnya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di pinggir pesisir pantai Dumai. "Seluruh kasus pencemaran lingkungan itu didominasi oleh perusahaan, baik itu secara disengaja maupun tidak disengaja," sebutnya. 

Dijelaskan lagi, jenis pencemaran itu dapat digolongkan menjadi empat macam. Diantaranya pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara. Dari beberapa jenis itu, pencemaran lingkungan yang kerap terjadi di Kota Dumai adalah pencemaran udara, air, dan pencemaran suara. Dan pada akhir tahun 2014 lalu, masyarakat pernah mengeluhkan adanya pencemaran air akibat terjadinya tumpahan minyak PT. Inti Benua Perkasatama (IBP) dan Pencemaran suara yang berasal dari PT. Kuala Lumpur Kempong (KLK). 

Menyikapi keluhanan masyarakat itu, KLH Dumai juga telah melakukan penyelidikan dan uji sample. Namun hasil penyelidikan dan uji sample itu yang tak pernah diketahui oleh masyarakat, karena KLH Dumai sangat tertutup dengan informasi.

"Seharusnya KLH mempublikasikan, agar masyarakat tahu apakah pencemaran yang terjadi itu berbahaya atau tidak bagi kehidupan manusia, mahluk hidup lainnya serta lingkungan sekitar," tutupnya. (isk)

Chevron Dumai Taja Kegiatan Silaturahmi Bersama PWI Dumai

Written By Tribun Riau on Selasa, 28 April 2015 | 19.34

Tribunriau, DUMAI-
PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) Dumai taja kegiatan silaturahmi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai. Ajang silaturahim ini dirangkai dengan pertandingan persahabatan Futsal, Sabtu (25/4) kemarin.

Ketua PWI Dumai, Kambali dalam sambutannya menyambut baik kegiatan dari pihak CPI untuk mempererat tali silaturahim bersama wartawan di Dumai.

"Terima kasih kepada CPI mengundang wartawan yang tergabung dalam organisasi PWI Dumai dalam silaturahmi dan fun futsal," kata Kambali.

Sebagaimana diketahui, kata Kambali, silaturahmi juga dapat menjadikan panjang umur, dan kegiatan olahraga dapat menjadi tubuh lebih sehat. " Selain dari pada kegiatan silaturahmi, dengan adanya hubungan seperti ini kita dari media juga dapat memberitakan Chevron yang berimbang, jadi ketika terbit tak ada yang komplain, atas berita tersebut," katanya.

General Manager (GM) PT CPI Dumai Beramantyo Prakoso dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada wartawan PWI Dumai sudah memenuhi undangan silaturahmi dan Fun Futsal.

"Salam perkenalan dari saya sebagai pimpinan baru di CPI Dumai, dan terima kasih buat rekan telah hadir dalam silaturahmi yang mengangkat tali persaudaraan," kata Beram sapaan akrabnya.

Dia berharap kegiatan seperti ini dapat menjalin kerjasama yang baik untuk kedepan, "Saya baru di Dumai, kita harus sering lakukan komunikasi yang positif," ungkap Beram yang mengaku hobi meracik Coffe ini.

Sementara General Managaer atau PGPA Sumatera Sainur Arif mengatakan, ini dilakukan untuk menjalin hubungan baik antara Chevron dan PWI Dumai. " Kita harap kedepan apapun bisa kita komunikasikan. Selain dengan pihak media kita juga selalu menjaga hubungan baik bersama masyarakat dan organisasi lainnya. Dan kami juga ingin melakukan hubungan baik dengan Pemko Dumai, "sebutnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Management Operasional Duri dan Rumbai serta pengurus PWI Dumai. (Ocu/red)

Keterangan Foto: General Managaer atau PGPA Sumatera Sainur Arif memberi sambutan dalam acara silaturahmi antara Chevron dan PWI Dumai, Sabtu (25/4) kemarin.

Hotel Comfort Diduga Manipulasi Pembayaran Pajak

Tribunriau, DUMAI-
Hotel Comfort yang terletak di jalan Sudirman Dumai diduga melakukan pemalsuan laporan pajak ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Dumai.

Diduga pendapatan dari hunian dan pendapatan bagian lainnya dari hotel ini sengaja dilaporkan minim. Padahal, bagi pihak Dispenda tak mengetahui permainan hotel tersebut. Dan diduga permainan penggelapan atau manipulasi data pajak ini tidak hanya terjadi disni tapi juga sejumlah hotel lainnya yang ada di Dumai.

Hal ini terungkap atas pengakuan dari salah seorang mantan karyawan hotel M. RZ. Diduga hotel ini telah menjalankan permainan ini sejak belasan tahun yang lalu.

"Bagi orang awam atau bagi Dispenda tak tau permainan yang ada di hotel termasuk di hotel Comfort. Karena laporan yang diberikan kepada Dispenda bukanlah laporan riil atau laporan sebenarnya dari hotel. Misalnya yang menginap setiap hari itu rata-rata 50 kamar, namun yang dilaporkan mungkin sebagian saja sekitar 25 kamar saja, "sebut M. RZ.

Permainan ini, katanya baru dari penjualan kamar belum lagi dari pendapatan lainnya seperti sewa ruang rapat, pendapatan dari Coffe Shop, karaoke, kolam renang, mini bar, laundry dan jasa lainnya.

"Itu belum lagi jika ada tamu yang hanya memakai kamar hotel dua atau tiga jam saja, ini tidak akan masuk ke dalam registrasi. Karena yang masuk registrasi itu hanya bagi tamu Chek In atau masuk dari jam 12 siang sampai jam 12 siang hari besoknya, " terang M. RZ.

Ketika dikonfirmasikan hal ini ke hotel, pihak hotel Comfort belum bersedia menjawab. Begitu juga ketika hal ini hendak dikonfirmasi ke Dispenda, Kepala Dinas maupun Sekretaris sedang tidak berada ditempat.(ocu/red)

Keterangan Foto: Hotel Comfort yang berada di jalan Jendral Sudirman Dumai diduga memanipulasi data perpajakan.

Jam Buka Karaoke Hotel Comfort Diduga Menyalahi Perda

Written By Tribun Riau on Senin, 27 April 2015 | 12.00

Tribunriau, DUMAI-
Karaoke hotel Comfort yang berada di jalan Sudirman Dumai diduga buka hingga melebihi jam yang sudah ditentukan. Padahal  izin yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui BPTPM, tempat hiburan hanya bisa buka hingga jam 1 dini hari dan hingga jam 2 khusus pada malam minggu. Banyaknya tempat hiburan yang menyalahi jam buka dan tutup diduga kurangnya pengawasan dari pihak yang berwenang untuk menengakkan Perda.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai, Jon Darwis sempat mempertanyakan hal ini. " Mungkin hotel Comfort dan hotel lainnya yang memiliki faslitas karaoke ada izin dari Pemko Dumai, tapi ingat izin buka karaoke itu peraturannya sampai jam berapa?. Seingat saya hanya sampai jam 1 malam dan jam 2 malam khusus pada malam minggu saja, tapi informasi yang kita dengar mereka buka sampai pagi, "sebut Jon Darwis beberapa hari yang lalu.

Dia juga mengatakan, karena pada saat ini Kota Dumai memperingati hari ulang tahun ke 16 dan Dumai Expo selama satu minggu banyak tamu dari luar daerah yang datang ke Dumai, maka dari itu dirinya berharap aparat lebih mengawasi hotel dan juga karaoke-karaoke yang ada di Kota Dumai.

"Ya, kota Dumai saat ini sedang merayakan hari ulang tahun ke 16 dan pameran Dumai Expo selama satu minggu, tentu banyak tamu dari daerah lain yang datang, jangan sampai hotel dan tempat hiburan karaoke-karaoke yang ada di Dumai membuat malu Kota Dumai, "tegasnya.

Jon Darwis juga minta aparat penegak Perda Dumai agar menindak hotel dan tempat karaoke lainnya yang tidak mematuhi aturan. " Kita juga minta aparatur pemerintah Kota Dumai mengawasi ini dengan ketat. Melalui usaha ini memang kota Dumai juga mendapat pemasukan PAD melalui Pajak, tapi tentu ada batasan jam bukanya sesuai ketentuan dalam Perda Dumai, " kata Jon Darwis.

Jon Darwis menambahkan, pelaku usaha perhotelan yang memilki fasiltas karaoke di kota Dumai hanya hotel Comfort dan hotel Granz Zuri saja selain dari hotel tersebut tidak memiliki fasilitas karaoke.

Sebelumnya, Arifin warga sekitar juga mengatakan tentang hal tersebut. Mereka sering mendengar musik karaoke milik hotel tersebut jalan hingga subuh.

" Kami tau tapi kami tak dapat melakukan apa-apa karena inikan tugasnya Pemko Dumai dan instansi terkait lainnya. Kalau masyarakat yang bertindak nanti malah disalahkan, padahal pihak pelaku usaha karaoke jika tak diawasi malah semakin menjadi-jadi, "katanya.

Terkait hal ini, pihak hotel Comfort ketika dihubungi belum bisa memberi jawaban. " Maaf pak saya tidak mengada-ngada, saya lagi sibuk, saya masih belum bisa diganggu, mohon pengertian, "sebut GM hotel Comfort Dumai Suryana melalui pesan singkat dari telepon selulernya. (Ocu/red)

Keterangan foto: Hotel Comfort yang terletak di jalan Jendral Sudirman Dumai diduga buka karaoke menyalahi aturan.

Bayar Ansuran dan Denda Lewat Alfamart, Nasabah FIF Diduga Merugi

Written By Tribun Riau on Jumat, 24 April 2015 | 15.20

Tribunriau, DUMAI-
Beberapa Nasabah atau klien di PT Federal International Finance (FIF) Kota Dumai merasa dirugikan setelah membayar ansuran kredit plus dendanya melalui minimarket Alfamart. Pasalnya, denda yang telah dibayar melalui minimarket yang sedang menjamur itu tidak terhitung lunas di administrasi FIF.

Menurut sumber terpercaya di FIF yang tak ingin namanya disebutkan, Jumat (24/4/15) banyak kliennya yang merasa dirugikan oleh Minimarket tersebut. "Klien bilang, ia sudah membayar ansuran beserta denda di Alfamart, namun di pembukuan administrasi kantor FIF, kami hanya menemukan pembayaran ansuran, tidak dengan dendanya seperti yang dikatakan klien," ungkapnya.

Dilanjutkannya, klien yang merasa sudah membayar lewat minimarket tersebut tentu tidak terima dengan pembukuan administrasi kantor FIF. "Banyak yang protes ke kantor, marah-marah karena merasa sudah membayar di minimarket Alfamart," jelasnya.

Tidak terima dengan hal itu, pihak FIF pun pernah bertanya ke pihak Alfamart setempat terkait masalah tersebut. "Kami sudah temui pihak Alfamart, mereka bilang tidak mengerti kenapa hal tersebut bisa terjadi, karena sistem di Alfamart berjalan secara terpusat," tambahnya.

Parahnya lagi, ada beberapa klien yang mendapati jumlah dendanya tidak sama dengan nominal yang tertera di pembayaran minimarket Alfamart. Bahkan jumlah denda tersebut dua kali lipat nilainya dari yang seharusnya.

Pihak Alfamart melalui Moriah Tobing ketika dihubungi Tribunriau via seluler mengatakan pihaknya akan memproses keluhan yang dialami konsumen dengan syarat membawa struk yang asli.

"Kita akan memproses keluhan konsumen, dengan syarat menunjukkan bukti struk yang asli," ujarnya.

Ditambahkannya, jika hanya "merasa" sudah membayar, pihaknya juga sulit untuk memproses hal tersebut.

"Kami tidak tahu siapa yang lalai, apakah konsumen sudah bayar atau belum, atau petugas kami yang lalai, dengan struk tersebut, bisa dilihat di mana yang salah dan kami pasti akan memprosesnya," jelasnya. (isk)

Penyimpanan Bocor, 500 Kg Minyak Goreng PT Wilmar Tumpah ke Parit Hingga Rugi Ratusan Juta Rupiah

Written By Tribun Riau on Minggu, 19 April 2015 | 17.04

Tribunriau, DUMAI -
Sekitar 500 Kg minyak goreng siap kemas milik PT Wilmar tumpah ke parit Jalan Yos Sudarso setelah mengalami kebocoran di tempat penyimpanan, Minggu (19/4) pagi.

Warga Kelurahan Datuk Laksamana Kota Dumai Riau pun tak mau ketinggalan untuk mengumpulkan minyak goreng tersebut.

Seorang warga setempat, Ria mengaku mengurungkan niat untuk berolahraga pagi dan memilih membantu orangtuanya mengumpulkan luberan minyak tersebut dengan alat ember dan kain atau busa.
   
"Awalnya mau olahraga sepeda, tapi karena banyak minyak kuning meluber ke parit tidak seperti biasa, jadinya ikut bantu orangtua karena lumayan bisa dijual," katanya, Ahad (19/4).
   
Dia mengaku, ketika masyarakat mulai mengumpulkan minyak sejak pagi hingga pukul 08.00 WIB dari dalam parit, banyak petugas keamanan dari PT Wilmar bolak balik mengawasi.
   
Luberan minyak yang diduga milik PT Wilmar Dumai ini dianggap warga setempat merupakan berkah karena hasil pengumpulan bisa dijual seharga Rp4 ribu per kilogram ke pihak penampung.
   
"Lumayan dapat rezeki walaupun sedikit karena banyak warga yang mengumpulkan minyak ini," sebutnya.
   
Warga lain mengaku minyak kuning meluber ke parit ini berasal dari dalam pabrik PT Wilmar yang terbawa arus air pasang laut sehingga mengaliri saluran pembuangan air di pinggir jalan Datuk Laksamana tersebut.
   
"Beberapa polisi kami lihat berdiri di areal pabrik Wilmar, mungkin saja karena minyak yang meluber ke parit ini," ungkap warga.
   
Camat Dumai Kota, Budi Hasnur ketika dikonfirmasi menyebutkan belum dapat memastikan perusahaan sumber minyak kuning yang tergenang di parit ini, namun secepatnya akan ditelusuri.
   
"Belum tau darimana sumber minyak, tapi saya sudah bertanya langsung ke pihak Wilmar dan mereka janji akan segera mengecek," sebut dia.

Secara terpisah, Humas PT Willmar, Marwan mengatakan, Tumpahan Minyak Goreng siap kemas tersebut diakibatkan terjadinya Human Error. Selain itu berdasarkan hasil Audit jumlah tumpahan minyak mencapai 500 Kilogram. "Jumlah tumpahan 500 Kilogram dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah," jelasnya. (isk)

Puluhan Wartawan Gelar Aksi Damai di Pengadilan Negeri Dumai

Written By Tribun Riau on Jumat, 17 April 2015 | 01.59

Tribunriau, DUMAI-
Menyikapi arogansi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Dumai, puluhan wartawan dari media online, tv dan cetak menggelar aksi damai di depan Kantor Pengadilan Dumai Jalan Bukit Datuk Lama, Kamis (16/4).

Sikap arogan Ketua PN Dumai, Hermawansyah ini dialamatkan pada beberapa wartawan yang saat itu sedang bertugas meliput sidang perdata pada Rabu (15/4).

Namun, wartawan yang saat itu sedang bertugas sebagian diusir oleh Ketua PN Dumai yang juga Ketua Hakim, parahnya lagi, seakan tak percaya, wartawan diminta untuk mengeluarkan kartu pers dan identitas diri untuk memastikan.

Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando pada orasinya menyampaikan, sesuai UU No.40 tahun 1999 tentang pers pada Pasal 4 ayat 1 dan 2 tertuang bahwa kemerdekaan pers dijamin tanpa ada pembredelan. 

"Lalu pada ayat 3 kami dijamin untuk menyebar luaskan informasi. Dan pada pasal 8 para jurnalis dapat melaksanakan tugas profesinya serta mendapat perlindungan hukum. Kami pun menyampaikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab. Kami punya Kode Etik Jurnalistik yang terdapat pada 17 Pasal yang mesti dipatuhi," ujarnya seraya menjelaskan UU dan kode Etik Pers. 

Dijelaskannya, pihak terkait mestinya tahu tentang UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik. Maka masyarakat punya hak untuk mendapatkan informasi. 

"Pers bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat dan pemberitaan tidak memihak. Selagi sidang terbuka untuk umum, kami punya hak untuk melakukan tugas peliputan. Jangan ada pembatasan informasi maupun intimidasi dalam peliputan di Pengadilan Negeri Dumai," ujarnya dengan tegas. 

Akhirnya Meminta Maaf
Setelah beberapa jam berorasi dengan kawalan dari kepolisian, Ketua PN Dumai akhirnya meminta tiga delegasi untuk bertemu dengannya. Meski sempat menolak, akhirnya rekan-rekan pers berbesar hati dan mengutus 3 delegasinya untuk bertemu dengan Ketua PN Dumai.
Setelah melakukan pertemuan sekitar 10 menit, akhirnya Kepala PN Dumai Hermawansyah berkenan menemui seluruh insan pers yang melakukan orasi. 

Dalam klarifikasinya, Kepala Pengadilan Negeri awalnya mengelak bahwa dirinya telah melakukan tindakan yang dinilai para pewarta terkesan arogan dan melecehkan profesi wartawan. 

"Saya tidak ada melakukan pembatasan informasi maupun intimidasi kepada wartawan dalam peliputan di Pengadilan Negeri Dumai," ujar Hermawansyah di depan puluhan insan pers. 

Namun pernyataanya ketua PN Dumai dibantah oleh salah seorang wartawan televisi TVRI Toni, dikatakannya, tindakan yang dilakukan oleh kepala PN meminta kartu pers hingga kartu identitas perwarta seolah-olah tidak percaya, dan menduga kartu pers tersebut dapat dimanipulasi. 

"Kartu pers kita ini dikeluarkan oleh kantor, dan kartu pers kita bukan untuk main-main yang bisa dicetak sembarang tempat," ujar Toni sedikit emosi. 

Namun bantahan tersebut masih dinafikan oleh Ketua PN dengan berbagai alasan dan menyebut hal itu terjadi dikarenakan diskomunikasi dan etika para pewarta dalam peliputan. 

Sontak pernyataan Ketua PN membuat insan pers emosi, dan salah satu pewarta media cetak Iwan menyampaikan, bahwa dirinya sejak 2009 berposko di Pengadilan Negeri Dumai, namun hal semacam itu tidak pernah ditemukan.

"Saya posko disini sejak tahun 2009, namun hal seperti ini tidak pernah terjadi. Selain itu Ketua PN menyebutkan terjadinya diskomunikasi, sebelumnya saya bersama wartawan lainnya telah berkoordinasi dengan Wakil Ketua PN dan Humas PN Dumai untuk berkenalan dengan Ketua PN, namun hal itu tidak ditanggapi oleh Ketua PN," ungkap Iwan.

Selama beberapa menit berdalih, akhirnya kata maaf terlontar dari mulut ketua PN Dumai. Hal itu sontak membuat suasana ruangan menjadi riuh, sebab ucapan maaf dari ketua PN yang ditunggu-tunggu oleh awak media. Usai permintaan maaf PN Dumai tersebut, insan pers mulai meninggalkan lokasi. (isk)

Peredaran Minol, Disperindag Dumai Sidak Minimarket

Written By Tribun Riau on Kamis, 16 April 2015 | 16.00

Tribunriau, DUMAI -
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Dumai akan melakukan sidak ke sejumlah Minimarket yang ada di Kota Dumai. Hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti keputusan Kementerian Perdagangan (Kemendag) No.6/M-DAG/PER/4/2015 tentang pengawasan terhadap peredaran atau penjualan minuman beralkohol (Minol).
"Sesuai keputusan Kemendagri
tentang pengawasan peredaran atau penjualan minuman beralkohol di Minimarket dan di kedai-kedai penjual barang harian, kami akan melakukan sidak," kata Kepala Disperindag melalui Kabid Perdagangan Kota Dumai Khamaruddin, Rabu (15/4).

Dikatakannya, Pemerintah Pusat melalui Kemendag telah mengeluarkan surat edaran ke daerah-daerah untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran Minol di Minimarket dan tempat perbelanjaan lainnya yang dianggap tidak layak memperjualbelikan Minol.

"Kita sudah mengedarkan surat pemberitahuan sebelumnya kepada pihak Minimarket dan kedai-kedai bahwa sudah tidak diperbolehkan lagi menjual Minol. Jika masih kedapatan nantinya, kita deadline selama 14 hari untuk melakukan penarikan barang-barang tersebut," jelas Kamaruddin.

Kamaruddin menegaskan bahwa peraturan yang dikeluarkan Kemendag tersebut, efektif berlaku mulai 16 April 2015. Dengan berlakunya aturan ini maka penjualan minuman beralkohol tipe A dengan kadar alkohol di bawah 5 persen tidak bisa lagi ditemui di minimarket maupun di kedai-kedai barang harian, dan Minol hanya bisa dijual di Hipermarket.

"Walaupun sebelumnya sudah ada izin dan masih berlaku, namun setelah ada Permendag No.6/M-DAG/PER/4/2015 izin tersebut sudah tidak berlaku dan tidak boleh lagi menjualnya," ungkapnya.

Menurut Kamaruddin, Pemerintah Kota Dumai sangat mendukung sekali kebijakan Kemendag RI tersebut. Karena tujuannya cukup jelas agar Minol tidak beredar bebas di tengah-tengah masyarakat. "Jika minimarket dan kedai-kedai barang harian dibebaskan menjual Minol, tentu saja ini sama dengan memudahkan anak-anak remaja untuk membeli dan meminum minuman beralkohol," sebut Kamaruddin.

Saat ditanya terkait sanksi terhadap Minimarket dan kedai-kedai yang tidak mengindahkan peraturan itu, Khamaruddin menjelaskan akan ditetapkan oleh pemerintah setempat. Namun sesuai surat edaran yang disampaiakan Kemendag RI, sebelum menerapkan aturan dan sanksi, agar melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha. "Aturan ini bertujuan untuk menjaga peredaran minol agar tidak mudah dijangkau oleh kalangan di bawah umur," tutupnya. (rhi/isk)

POLLING BALON WAKO DUMAI

Komentar Anda

Iklan Baris "GRATIS"





Aneka Sablon

Menerima order Undangan Nikah, Banner, Kalender, Merk/Papan Nama, dll.
Alamat: Jl. Nangka No.2 Dumai.






FILIA MOBIL
Showroom Jual Beli mobil bekas dan baru di Kota Dumai, Hubungi 0812 7751 3879




Rental Alat Berat

Menyediakan Excavator dan Dump Truck untuk pembuatan parit, steaking, land clearing serta menjual tanah timbun. Jl. Sudirman Kota Dumai. Hubungi: 08127595608




Pengadaan CCTV

Rumah/Gedung anda ingin dipasang CCTV? Harga cukup menarik dan untuk Kawasan Dumai. Hubungi 082384252992 a.n Firdaus





Pembuatan Aplikasi/Program

Anda ingin membuat aplikasi? untuk perkantoran ataupun pelengkap Skripsi, Hubungi 085376557428 an.Iskandar





Opini

INFO

Kami mengharapkan kerjasama masyarakat/instansi untuk dapat memberi masukan dan kritik yang membangun.
kirim ke tribunriau@gmail.com

Bagi anda yang memiliki bakat menulis dan ingin bergabung dengan kami, hubungi 0853 7655 7428 an. ISKANDAR


 
Copyright © 2011. Tribun Riau :: Portal Berita Riau dan Nasional - All Rights Reserved