Headlines News :

Terbaru

Pemko Dumai Anggarkan RLH 65 Unit

Written By Tribun Riau on Selasa, 24 Maret 2015 | 22.38

Tribunriau, DUMAI -
Tahun 2015 ini, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) kembali menyiapkan anggaran untuk pembangunan 65 unit Rumah Layak Huni (RLH) type 36 bagi warga miskin ataupun kurang mampu. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2014 lalu.

Dikatakan Kepala Dinas PU Jhoni Hamdani, penurunan jumlah RLH yang dianggarkan oleh Pemko diakibatkan penurunan anggaran, sehingga Dinas PU hanya mencoba menyesuaikan.

"Pada tahun sebelumnya, kami sudah merealisasikan 100  RLH dan kembali merencanakan pembangunan RLH di tahun ini dengan jumlah yang memang lebih sedikit dibandingkan tahun 2014 lalu, yakni 65 unit RLH," katanya, Selasa (24/3).

Dijelaskannya, RLH ini akan direalisasikan secara profesional di seluruh Kelurahan yang ada di Kota Dumai, akan tetapi karena anggaran dan jumlah yang memang terbatas, maka realisasi RLH akan dibagi-bagi secara bergiliran. "Jadi, bisa saja disatu Kelurahan tersebut mendapat jatah 2 hingga 3 unit RLH," paparnya.

Masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan RLH ini, dilanjutkannya harus memiliki syarat dan pihak PU juga akan survey ke lapangan.

"Tentu, dengan syarat utama warga ini harus memiliki tanah. Jadi rumah tersebut dibangun di atas tanah mereka sendiri, namun bangunan rumahnya yang gratis yakni didanai Pemerintah setempat melalui APBD," katanya.

Ditambahkannya, meskipun anggaran untuk RLH Dumai menurun, namun Kota Dumai juga mendapat bantuan dari provinsi yang belum diketahui jumlahnya.

"Dari provinsi ada, akan tetapi saya tidak mengetahui pasti berapa jumlahnya. Mengenai pendataan, agar ini tepat sasaran, Pemko Dumai tentunya mengambil data warga miskin tersebut dari data masyarakat Miskin Kota yang selanjutnya akan dilakukan seleksi dan tinjauan lapangan apakah sesuai atau tidak dengan melibatkan pihak Kelurahan dan RT setempat," ungkapnya.

Pihaknya berharap, dengan program pembangunan RLH ini, kita berharap masyarakat terbantu dan dapat meningkatkan taraf hidup yang layak.

"Mudah-mudahan dengan adanya bantuan RLH ini, pemko Dumai dapat membantu atau meningkatkan taraf hidup layak bagi  masyarakat Dumai yang kurang mampu dan memang membutuhkan perhatian dan bantuan oleh Pemerintah Kota Dumai," ujarnya. (isk)

Kelurahan Bukit Datuk Wakili Dumai pada Lomba Goro Provinsi 2015

Tribunriau, DUMAI -
Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan dipercaya mewakili Kota Dumai untuk ikut serta pada Lomba Gotong Royong Masyarakat Tingkat Provinsi Riau 2015. Lomba tersebut dalam rangka memperingati dan menyambut pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2015.

Pada lomba ini, penilaian dilakukan oleh tim penilai lomba gotong royong masyarakat Provinsi. Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Walikota Dumai, Khairul Anwar didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Hamdan Kamal, Camat Dumai Selatan, Yusmanidar dan Lurah Bukit Datuk, Dasuki, Selasa (24/3/15) di kantor Lurah Bukit Datuk.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Hamdan Kamal dalam sambutannya mengatakan bersyukur dengan dilaksanakannya kegiatan yang diharapkan dapat memotivasi daerah dalam meningkatkan program pembangunan, khususnya dalam bidang keamanan dan kenyamanan serta meningkatkan semangat gotong royong.

"Selamat datang kepada tim penilai Provinsi di Kota Dumai. Kami berharap kepada tim penilai agar dapat memberikan penilaian secara obyektif dan ril dalam penilaian," harapnya.

Sementara itu, ketua tim penilai Ismed yang juga menjabat sebagai kepala badan pemberdayaan masyarakat Propinsi Riau, dalam sambutannya mengatakan gotong royong merupakan Budaya dan karakter bangsa Indonesia.

"Sebagai upaya mempertahankan dan membangkitkan kembali semangat gotong royong, pemerintah mengadakan lomba BBGRM yang diselenggarakan setahun sekali. Dan lomba ini untuk menyemangati masyarakat agar giat gotong royong," sebutnya.

Walikota Dumai, Khairul Anwar dalam sambutannya berharap Kelurahan Bukit Datuk dapat menjadi juara lomba BBGRM tingkat Provinsi sehingga dapat mewakili Riau ke tingkat Nasional.

Wako juga mengekspos biografi Kota Dumai, seperti menyampaikan jumlah penduduk Kota Dumai yang saat ini berjumlah sekitar 316 ribu jiwa. Kota Dumai terdiri dari 33 Kelurahan dan 7 Kecamatan, Dumai merupakan salah satu wilayah terluas di Indonesia.

"Meski APBD Dumai kecil, tapi kami semangat membangun Dumai. Terbukti pertumbuhan ekonomi Dumai sangat baik, begitu juga IPM Dumai tertinggi di Riau serta inflasi Dumai alhamdulillah di bawah rata-rata Nasional. Semua prestasi yang saya sebutkan tadi semoga menjadi nilai tambah yang dapat dipertimbangkan oleh tim penilai," ujarnya berharap. (isk)

"Hanya Satu Calon dari PAN, Abdul Kasim"

Written By Tribun Riau on Senin, 23 Maret 2015 | 19.00

Tribunriau, DUMAI-
Banyaknya isu yang beredar di tengah masyarakat kota Dumai terkait pecahnya PAN dalam hal penetapan calon Walikota Dumai ditepis ketua DPD PAN Kota Dumai.

Zainal Abidin selaku Ketua DPD PAN mengatakan hingga saat ini PAN sudah bulat mendukung satu kader terbaiknya untuk bertarung pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 yang akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.

Ditambahkannya, calon yang bakal diusung oleh partai berlambang matahari tersebut adalah Abdul Kasim, kader dari partai PAN yang berhasil menduduki kursi DPRD 3 periode berturut-turut.

"PAN tidak pecah, kita sudah bulat untuk mendukung saudara Abdul Kasim sebagai calon Walikota Dumai untuk maju di Pilkada 2015 ini," tegasnya pada acara deklarasi Hasrizal di kediamannya sebagai bakal calon wakil walikota mendampingi Abdul Kasim, Minggu (22/03/15).

Untuk bakal calon wakil walikota atau yang mendampingi Abdul Kasim, pihaknya menunggu hasil survey dari pengurus pusat.

"Untuk calon wakil, kita menunggu hasil survey dari pengurus pusat, kita tak serampangan memilih kandidat, ada beberapa tahapan yang harus dilewati untuk bisa menjadi pendamping saudara Abdul Kasim pada pemilu mendatang," ujarnya di hadapan pendukung bakal calon wakil walikota yang akan mendampingi Abdul Kasim.

Untuk visi misi partai, dilanjutkan Zainal, air bersih yang sudah terpasang namun belum berfungsi ini pada tahun 2017 dipastikan sudah dapat dinikmati oleh masyarakat.

"Kita ga muluk-muluk dengan visi misi, jika kita (PAN) menang, tahun 2017 air bersih sudah dapat dinikmati oleh masyarakat," janjinya dengan optimis hal tersebut akan terwujud.

Dirinya berharap, dukungan yang ada seperti masa pemilihan legislatif (pileg) lalu yang berhasil mendudukkan enam kader PAN dapat bertahan dan berharap dapat bertambah sehingga PAN berhasil menang pada pilkada 2015.

"Kita juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas terpilihnya 6 kader PAN yang kini duduk sebagai anggota DPRD Kota Dumai, dan kami berharap dukungan tersebut bisa bertambah pada saat pilkada Dumai mendatang," ujarnya berharap.(isk)

Hasrizal Bakal Dampingi Abdul Kasim pada Pilkada Dumai 2015

Tribunriau, DUMAI-
Demi mensejahterakan masyarakat Kota Dumai khususnya para pekerja buruh yang selalu mendapat perlakuan semena-mena oleh perusahaan, ketua DPC Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Hasrizal berniat maju pada Pilkada Kota Dumai yang akan dilaksanakan Desember mendatang.

Namun, majunya ketua DPC SBSI tersebut bukan sebagai bakal calon (balon) walikota. Hasrizal maju dengan mendampingi balon walikota dari PAN, Abdul Kasim.

Pernyataan itu disampaikan Hasrizal setelah mendapatkan dukungan penuh dari seluruh anggota SBSI Kota Dumai di kediamannya, Minggu (22/03/15) malam.

"Saya tidak akan maju bertarung pada Pilkada Dumai mendatang jika bukan kehendak kalian (anggota SBSI Dumai, red)," tegasnya di depan puluhan anggota SBSI Kota Dumai yang disambut sorak persetujuan.

Dirinya bahkan mengatakan akan merevisi perda yang mengatur ketenagakerjaan di Kota Dumai yang akan berpihak pada buruh dan juga adil terhadap perusahaan.

"Ketika kami (Abdul Kasim dan Hasrizal) insyaAllah terpilih mengemban amanah ini, prioritas kami akan merevisi perda ketenagakerjaan yang lebih fair, adil dan tidak merugikan buruh," janjinya kepada seluruh masyarakat yang hadir.

Abdul Kasim yang juga hadir pada acara tersebut dalam sambutannya mengatakan senang dan optimis menang jika dirinya didampingi oleh Hasrizal ditambah dukungan penuh dari SBSI Kota Dumai.

"Dengan adanya dukungan penuh dari saudara-saudara SBSI Dumai, saya optimis menang jika didampingi Bapak Hasrizal untuk bertarung pada Pilkada yang akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang," ungkapnya seraya mendapat tepuktangan dari seluruh masyarakat dan anggota SBSI Dumai yang hadir.

Dirinya juga menyatakan bahwa Ketenagakerjaan juga termasuk prioritas utama dalam visi misinya.

Ditambahkan balon dari PAN yang juga akrab dipanggil Wak Kasim ini, dirinya berharap agar dukungan ini juga disampaikan pada tetangga, teman dan keluarga agar porsi kemenangan dapat lebih besar. (isk)

Sanksi ke PT IBP Dumai, Kepala Kantor KLH Lupa

Written By Tribun Riau on Kamis, 19 Maret 2015 | 16.45

Tribunriau, DUMAI-
Bobolnya tangki milik PT. Inti Benua Perkasatama (IBP) Kota Dumai beberapa bulan yang lalu masih menyisakan pertanyaan. Sanksi yang diberikan kepada perusahaan yang telah mencemari lingkungan tersebut hingga kini belum jelas.

Kepala Kantor KLH Kota Dumai Bambang Suriyanto, saat dikonfirmasi beberapa awak media, Rabu (18/3/15) mengatakan lupa akan poin penting dari sanksi yang diberikan kepada PT IBP.

Dikatakan Bambang, kasus tumpahan CPO PT. IBP Kota Dumai tersebut sebelumnya sudah ditangani oleh Kementrian Lingkungan Hidup atau Pemerintah Pusat, dan telah diberikan surat peringatan pertama atau (SP1) dan surat tersebut sudah diteruskan Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu.

"Kemarin surat tersebut langsung diteruskan ke Kementrian Lingkungan Hidup terhadap PT. IBP, jadi kita hanya mendapat copy-annya saja. Tapi apa point penting terkait sanksi yang tertera didalamnya, saya sendiripun lupa," katanya.

Beberapa kasus pencemaran yang terjadi di Kota Dumai yang dilakukan oleh pihak perusahaan, selalu tidak menemukan titik penyelesaian. Serta isu tersebutpun sengaja tidak diinformasikan kepada rekanan media.

Sementara itu, dampak dari pencemaran yang dilakukan perusahaan, baik dari udara ataupun perairan Kota Dumai sendiri menimbulkan beberapa efek yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia maupun makhluk hidup lainnya.(rhi/red)

Terparah, ISPU Kota Dumai Selasa Kemarin Tidak Sehat

Written By Tribun Riau on Rabu, 18 Maret 2015 | 21.20

Tribunriau, DUMAI-
Berdasarkan papan Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik PT. Chevron Pacific Indonesia (PT. CPI) Kota Dumai, Selasa (17/3)  kemarin, kualitas udara di Kota Dumai memasuki tahap udara yang tidak sehat, yakni berada diangka 500 PSI (Polutan Standar Indeks).

Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai Bambang Suriyanto, Rabu (18/3).

Dikatakannya, pada hari Selasa (17/3) kemarin adalah ISPU terparah Kota Dumai sejak beberapa waktu terakhir. "Sebab kualitas udara baru dapat dikatakan bagus ataupun baik bila berada pada angka 0 hingga 50 PSI. Sementara bila sudah memasuki angka 300 hingga 500 PSI, udara yang kita hirup tersebut sudah memasuki kategori sangat berbahaya," katanya.

Dilanjutkannya, perkembangan ISPU untuk hari ini belum dapat diketahui, karena pihak Chevron belum mengirimkan data tersebut.

"Namun untuk data hari ini, PT. CPI belum mengirimkan data yang biasanya KLH terima melalui e-Mail. Jadi untuk sementara ini, kita belum dapat mengetahui pasti bagaimana kondisi udara Kota Dumai saat ini apakah sangat berbahaya dan tidak sehat ataukah sudah mulai membaik," paparnya.

Dijelaskan Bambang, asap yang menyelimuti Kota Dumai terbagi atas beberapa partikel yang berukuran 10 dan 2,5 mikron yang berasal dari sisa-sisa pembakaran yang tak sempurna, dan partikel itu sangat berbahaya bagi kesehatan khususnya balita jika terhirup.

"Kondisi ini bisa menyebabkan penyakit ISPA, gangguan detak jantung dan tentunya akan sangat berbahaya bagi penderita asma serta gangguan pernapasan lainnya. Oleh karena itu kami menyarankan agar masyarakat dapat mengenakan masker saat keluar rumah dan jangan melakukan kegiatan di luar rumah bila tidak terlalu penting," katanya menghimbau.

Selain itu, Bambang juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Dumai untuk dapat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Hal ini sangat penting untuk kita jaga bersama, sebab dengan adanya antisipasi dan pencegahan-pencegahan dini tentunya kita dapat turut berpartisipasi dalam memperbaiki status ataupun kondisi udara Kota Dumai," tutupnya.

Kepala Polisi Kehutanan Kota Dumai, Joko Prabowo ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya tidak menemukan titik api di wilayah kerjanya dan menduga asap yang membuat ISPU di Kota Dumai tidak sehat berasal dari luar daerah.

"Berdasarkan pantauan di lapangan, kami tidak menemukan titik api. Jadi untuk sementara kami menduga bahwa asap yang menyelimuti  Kota Dumai diduga merupakan kiriman dari daerah tetangga." katanya. (isk)


19 Maret, Anggota DPRD Dumai Mulai Reses

Written By Tribun Riau on Selasa, 17 Maret 2015 | 22.11

Tribunriau, DUMAI -
Seluruh Anggota DPRD Kota Dumai yang berjumlah 30 orang akan melaksanakan kegiatan reses mulai pada tanggal 19 hingga 22 Maret 2015 mendatang. Kegiatan Reses bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat yang ada di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Kota Dumai, Gusri Effendy di kantor DPRD Kota Dumai, Selasa (17/3/15).

Dijelaskannya, sebagai anggota dewan selain memiliki 3 fungsi yakni Pengawasan, Budgeting dan legislasi, anggota DPRD juga memiliki tugas yakni menyerap aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan peningkatan pembangunan wilayah juga kesejahteraan masyarakat serta masalah sosial lainnya.

"Melalui kegiatan reses ini kami selaku anggota dewan yang notabenenya adalah wakil rakyat akan memperjuangkan kebutuhan juga keinginan masyarakat banyak yang berkaitan dengan pembangunan infrastuktur, perekonomian rakyat dan lain-lain yang berkaitan demi kesejahteraan masyarakat. Sehingga bentuk kesejahteraan dalam kehidupan dapat dirasakan oleh masyarakat," ungkapnya.

Ditambahkannya, saat kegiatan reses tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan aspirasinya kepada masing-masing perwakilan yang saat ini duduk di lembaga DPRD.

"Silahkan sampaikan aspirasi dalam reses nanti. Setelah aspirasi itu ditampung nantinya apa yang telah menjadi pokok fikiran masyarakat akan disampaikan ke Pemerintah Kota Dumai dalam sidang Paripurna," imbaunya.(isk)

Replika Jenazah Presiden RI Dishalati Pendemo

Tribunriau, PEKANBARU -
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Suska Riau, Selasa pagi (17/3/2015) menshalati replika jenazah Presiden Joko Widodo saat menggelar aksi demo di gedung DPRD Provinsi Riau.

Disholatinya replika jenazah Presiden RI tersebut sebagai tanda telah matinya pemerintahan di bawah kepemimpinan JK-KALLA.

Koordinator lapangan (korlap) Said Firdaus mengatakan dalam orasinya bahwa dalam 100 hari lebih kinerja JKW-KALLA hanya membuahkan berbagai masalah.

"Kini seratus hari lebih masa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Namun berbagai masalah telah menggerogoti tanah air dan kami atas nama Rakyat Indonesia tidak merasakan kehadiran pemerintah ini," teriaknya.

Beberapa permasalahan yang terjadi, lanjutnya yaitu di bidang politik, keberpihakan pemerintah pada kubu tertentu atas permasalahan partai politik.

"Kita lihat di bidang politik, terlihat dari Kemenkum-Ham yang menetapkan Ketua PPP dan Golkar tanpa pertimbangan matang dan tergesa-gesa. Kemudian Permasalahan KPK dan Polri," katanya.

Dia juga menyebut berbagai kebijakan lainnya, pemerintah Jokowi-Kalla tidak pro rakyat dan janji-janji di masa kampanye dahulu hanya omong kosong belaka.

Di bidang ekonomi, harga sembako terus meningkat tajam karena ketidak-jelasan dan semena-menanya para spekulan, yang tidak ditindak dan seakan dibiarkan.

"Bahkan kurs Rupiah mengalami penurunan terparah sepanjang sejarah. Bidang energi dan gas masih dikuasai asing," ujarnya.

Pendemo juga mendesak pemerintah pusat agar menasionalisasi aset-aset negara, seperti blok Rokan, memberantas mafia migas serta mendesak pemerintah untuk menurunkan harga sembako yang sudah membumbung tinggi.

Tak hanya itu, massa juga mengeluarkan ancaman untuk RI 1 jika permintaan tersebut tidak direspon, maka mandat yang diberikan sebagai presiden akan dicabut.

"Apabila permasalahan tersebut tidak mampu diselesaikan, kami dari BEM UIN Suska Riau atas nama rakyat Indonesia akan mencabut mandat Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia," teriaknya yang disambut gemuruh tepuk tangan dari massa lainnya. (trPku)

Warga Tenayan Raya Dihebohkan Bayi Dalam Plastik

Tribunriau, PEKANBARU-
Warga RT 02 RW 09 Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru dihebohkan dengan ditemukannya bayi berkelamin perempuan yang masih berlumuran darah dan dibungkus dalam plastik, Senin (16/3/15).

Kapolsek Tenayan Raya Kompol Meilki Bharata, Selasa (17/03/15) membenarkan kejadian tersebut, dikatakannya bayi mungil tersebut ditemukan warga Senin malam kemarin.

"Ya benar, penemuan bayi ini sekitar pukul 23.30 Wib tadi malam (Senin malam kemarin, red)," ungkapnya.

Penemuan bayi tersebut bemula saat salah seorang warga, Edo Kurniawan  singgah di kedai untuk membeli minyak, lalu dilihatnya ada bungkusan plastik putih yang terletak di atas meja di teras kedai tersebut. Curiga dengan bungkusan tersebut, Edo lantas memeriksanya. Saat dibuka, plastik tersebut ternyata berisi bayi yang masih berlumuran darah.

"Setelah dihubungi warga, kita langsung membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Jalan Kartini untuk diberikan tindakan perawatan. Jenis kelaminnya diketahui perempuan dan saat ditemukan masih berlumuran darah," jelasnya.

Pihaknya, sambung Meilki, masih melakukan penyelidikan, terkait siapa orang tua dari bayi malang tersebut. Kuat dugaan, sang bayi dibuang setelah ibunya melahirkan.

"Kita masih melakukan penyelidikan. Kita duga bayi ini baru saja dilahirkan," tutupnya.(hrc/red)

Miliki Sabu, Juru Parkir dan 7 Rekannya Diciduk Polisi saat Main Bilyard

Written By Tribun Riau on Minggu, 15 Maret 2015 | 17.40

Tribunriau, Dumai-
Seorang tukang parkir Warga jalan Meranti Darat Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Barat bersama 7 rekannya diciduk tim Opsnal Polsek Dumai Timur saat asik main bilyard  karena memiliki narkotika jenis sabu-sabu, Sabtu (14/3/15) kemarin.

Kapolres Dumai AKBP Toni Hermawan R SIK melalui Kapolsek Dumai Timur Kompol Bayu Wicaksono SH, SIK, M SI membenarkan adanya penangkapan tersangka juru parkir yang kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu tersebut.

"Penangkapan tersangka BA kita lakukan pada Sabtu kemarin sekitar pukul 22.30 malam, saat sedang bermain disalah satu tempat hiburan bilyard Grandpool yang terletak di Jalan Sudirman," ujarnya.

Tersangka diamankan setelah pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat bahwa adanya pelaku yang memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu di lokasi biliyard GrandPool.

Berdasarkan informasi tersebut, pihak kepolisian melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 1 orang tersangka bersama 7 rekannya.

"Juru parkir ini kita amankan setelah kedapatan memiliki narkotika jenis sabu seberat setengah gram," jelasnya.

Dalam penggeledahan yang dilakukan, pihaknya berhasil menemukan 1 paket sedang diduga sabu-sabu seharga Rp 500.000, selain itu turut diamankan alat hisap (bonk) dari kediaman tersangka.

Saat ini tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Mapolsek Dumai Timur guna penyelidikan lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan pasal 112 junto 127 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman Hukuman minimal 4 tahun penjara.(rhi/isk)

Targetkan Swasembada, Pekanbaru Bangun Sejumlah Pembangkit Listrik

Tribunriau, PEKANBARU-
Targetkan swasembada listrik pada tahun 2018 mendatang, Pemeritah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana akan membangun beberapa pembangkit listrik.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh walikota Pekanbaru Firdaus, MT, Minggu (15/3/15). Dikatakannya, program tersebut sudah masuk dalam lembaran kegiatan strategis nasional.

"Dalam lembaran kegiatan strategis nasional pembangunan beberapa pembangkit sudah dicantumkan," ungkapnya.   

Diterangkannya, perjuangan tim percepatan kelistrikan yang di bentuk pemko Pekanbaru membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.     

"Apa yang kita perjuangkan dengan tim percepatan dari PLN, PGN dan Pemko Pekanbaru sudah membuahkan hasil," terangnya.

Dikatakannya lagi, meski secara teknis proses tender lelang hingga pembangunan itu bukan berada di pemko, namun setidaknya dengan sinyal pembangunan tahap I Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 250MW yang dimulai tahun ini memberikan harapan bagi Pekanbaru dan Riau secara umum untuk terlepas dari krisis listrik.

Firdaus menjelaskan, pembangunan pembangkit yang sudah dicatat pada  lembaran kegiatan strategis nasional, pada kota Pekanbaru terhitung tahun 2015 hingga 2018  adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x110 MW, PLTG 250 MW dan PLTG 150 MW.

"Dengan demikian total listrik yang akan dihasilkan pembangkit listrik di Pekanbaru sekitar 600 MW," jelasnya.

Jika semua pembangkit sudah beroperasi pada tahun 2018, dirinya optimis akan terjadi swasembada listrik di Provinsi Riau. Hal tersebut juga akan  menunjang  pengembangan kota Pekanbaru yang direncanakan  menjadi Metropolitan Madani.

"Jumlah ini  masih akan bertambah seiring pembangunan pembangkit listrik di kabupaten/kota lain yang ada di Provinsi Riau," katanya.

Untuk menunjang percepatan pembangunan tersebut, pemko Pekanbaru akan memberikan dukungan penuh dengan mempermudah proses perijinan, termasuk pengadaan lahan.

"Kita akan dukung kalau perlu didepan," katanya mengakhiri. (rhi/isk)

Panen Padi Sidenuk, Kemenristek & BATAN Buktikan Hasil Riset Bisa Dikomersilkan

Written By Tribun Riau on Jumat, 13 Maret 2015 | 22.15

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir menghadiri panen raya padi Sidenuk di lokasi penelitian BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (13/3/15).

Acara ini merupakan pembuktian program kerja Menristekdikti, M Nasir, tentang hilirisasi dan komersialisasi hasil riset. Menristek menjelaskan bahwa kolaborasi 3 pihak, BATAN (pemerintah), PP Kerja (dunia usaha) dan Universitas Pembangunan Nasional (akademik) merupakan kunci kesuksesan panen raya.

Mantan Rektor Undip, M Nasir, ini menerangkan bahwa BATAN sengaja memilih Boyolali sebagai salah satu lokasi pengembangan varietas padi unggulan Sidenuk mengingat posisinya sebagai salah satu lumbung padi Jawa Tengah.

Dengan pemanfaatan teknologi nuklir mutakhir dalam pengayaan tanaman, BATAN berhasil mengembangkan Sidenuk, varietas pagi dengan 3 keunggulan; masa tanam lebih singkat, hasil panen lebih banyak hingga 9 ton/hektar dan tanah hama wereng.    

Ke depan, menurut Menristekdikti, BATAN melalui mitra-mitra penangkar benih akan menjadi penyedia benih padi unggul demi mendorong produktifitas pertanian sehingga target pemerintahan Joko Widodo untuk Indonesia swasembada pangan bisa segera terwujud.

“Ini adalah komitmen kami di Kementerian Riset, Teknologi & Pendidikan Tinggi untuk bekerja keras membantu petani dan cita-cita besar bangsa Indonesia, yaitu kembali menjadi negara swasembada beras,” tegas M Nasir.

M Nasir juga menekankan bahwa di saat bersamaan pihaknya bertekad untuk memastikan bahwa hasil riset tersebut bisa berimbas langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

“Jika petani dibantu dengan bibit unggul dan varietas hasil penelitian terkini, Insya Allah petani sejahtera,” ujarnya.

Acara panen raya padi Sidenuk ditutup dengan doa bersama dan Menristekdikti melanjutkan agenda kunjungan kerja ke Semarang untuk menghadiri pemilihan rektor Universitas Diponegoro yang baru. (rls)

Polisi Kantongi Ciri-Ciri Pelaku Curat di Jalan Siak Dumai

Written By Tribun Riau on Kamis, 12 Maret 2015 | 23.04

Tribunriau, DUMAI -
Polres Dumai telah mengantongi ciri-ciri tersangka pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi di Jalan Siak Gang Pusaka Selasa (10/3) kemarin.

Saat ini pihak Kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap tersangka curat yang menyebabkan satu keluarga mengalami luka yang cukup serius.

"Kita sudah mengantongi identitas dan ciri-ciri tersangka, saat ini petugas dilapangan sedang melakukan pengejaran. Mudah-mudahan dalam waktu dekat perkara ini berhasil kita ungkap," ujar Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Bimo Ariyanto SH SIK, Kamis (12/3/15). 

Dijelaskannya, dari keterangan korban, pelakunya berjumlah satu orang, dimana pelaku masuk ke dalam rumah dengan terlebih dahulu merusak kaca nako menggunakan linggis yang sengaja dibawa oleh pelaku. Setelah aksinya ketahuan, pelaku menganiaya ketiga korbannya lalu kabur dari pintu belakang rumah.

Sementara itu lanjut Bimo menjelaskan, terkait keberadaan pisau yang digunakan tersangka untuk menganiaya korbannya, merupakan pisau dapur yang diambil pelaku dari rumah korban. 

"Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal, pelaku hanya membawa pisau lipat, palu dan linggis selama menjalankan aksinya," ucap Bimo.

Ditambahkan AKP Bimo, saat ini, kondisi korban Sri Utami dan Gita sudah sadarkan diri, sementara korban Gunawan masih mendapatkan perawatan intensif di ruangan ICU RSUD Dumai, karena sejumlah luka yang dialaminya cukup serius. (rhi/isk)

Cek di Mapolres Dumai, Jika Pernah Kehilangan Motor

Tribunriau, DUMAI -
Sebanyak 56 sepeda motor hasil pencurian kini berada di Mapolres Kota Dumai. Warga yang pernah kehilangan sepeda motor agar datang ke Polres Dumai untuk mengecek kendaraannya.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Dumai AKBP Tonny Hermawan SH MSI melalui kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK dalam press realesnya, Kamis (12/3/15).

"Jika memang ada kendaraan tersebut milik warga, silahkan membawa surat-surat kendaraan untuk mengambil sepeda motor tersebut di Polres Dumai," jelasnya.

56 sepeda motor tersebut berhasil didapatkan setelah Satuan Reserse Kriminal Polres Dumai berhasil mengungkap 3 komplotan pelaku pencurian sepeda motor yang selama ini beraksi di Kota Dumai.

Tiga komplotan pelaku curanmor yang berhasil diringkus oleh petugas terdiri dari komplotan jaringan kubu yang dikepalai Eli, dalam komplotan Eli terdiri dari 5 orang pelaku yang semuanya masih memiliki hubungan tali persaudaraan. Kelima personil komplotan Eli tersebut diantaranya Eli sebagai ketua komplotan, Ica, Endri, Anang dan Ernawati yang diamankan beberapa waktu lalu.

Berikutnya, komplotan Agung yang terdiri dari Agung, Salaman dan Ijul. Terakhir komplotan yang berhasil diamankan yakni komplotan Aris yang biasa menjalankan aksinya di wilayah Kecamatan Medang Kampai. Komplotan ini terdiri dari Aris, Budi, Komeng, Andika, dan Samsuri.

"Selama operasi pengungkapan kasus Curanmor yang sempat meresahkan warga Dumai ini, kita berhasil mengungkap 3 komplotan spesialis pencuri sepeda motor. Dari 3 kelompok tersebut kita berhasil mengamankan 56 unit sepeda motor hasil kejahatan mereka," ujar AKP Bimo.

Dijelaskannya, pengungkapan 3 komplotan pelaku spesialis curanmor ini diungkap selama tahun 2014-2015. Meski berbeda komplotan, namun beberapa tersangka juga saling bergantian untuk pindah kelompok dalam menjalankan aksi mereka.

Dalam menjalankan aksinya, ketiga komplotan ini semuanya beraksi di Kota Dumai, diantaranya di Taman Bukit Gelanggang, Jalan Sudirman, Kecamatan Medang Kampai, dan sejumlah tempat lainnya terutama di tempat-tempat keramaian menjadi sasaran utama pelaku dan ada juga di pemukiman warga. (rhi/isk)

Setubuhi Anak Dibawah Umur, ABK Diciduk Polisi

Tribunriau, DUMAI -
Warga Kelurahan Mampu Jaya, Kecamatan Sungai Sembilan berinisial AL (24) yang berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK) berhasil diamankan Polres Dumai, Selasa (10/3/15) di pelabuhan Rakyat Baku usai tersangka pulang dari Malaysia.

Tersangka diamankan karena ulah hubungannya dengan AC (15) warga Kecamatan Sungai Sembilan yang kini mengandung 4 bulan hasil hubungan terlarangnya.

Hubungan mereka berawal dari perkenalan melalui telpon, dijanjikan akan dinikahi, AC pun bersedia melakukan hubungan layaknya suami istri seperti yang diminta oleh AL.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, Keluarga AC melaporkan AL kepada pihak kepolisian.
    
Tersangka mengaku sudah 6 kali menyetubuhi korban yang tidak lain adalah pacarnya. Dimana perbuatan tersebut dilakukan tersangka bersama korban di sejumlah tempat-tempat penginapan yang ada di Kota Dumai.
    
"Sudah sekitar 6 kali kami melakukan hubungan tersebut selama 6 bulan berpacaran. Perbuatan tersebut dilakukan atas suka sama suka tanpa ada paksaan," ujar tersangka.
    
Dikatakan tersangka, hubungan terlarang itu dilakukan pada malam hari saat dirinya sedang berada di Kota Dumai usai pulang dari Malaysia mengikuti kapal tongkang tempat dirinya bekerja.

Sementara itu, Kapolres Dumai AKBP Tonny Hermawan SH MSI melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Bimo Ariyanto SH SIK didampingi Kanit I Iptu Sahudi, saat dikonfirmasi, Kamis (12/3) membenarkan adanya perkara tindakan persetubuhan anak dibawah umur yang sedang ditangani pihaknya dengan tersangka berinisial Al.
    
"Tersangka saat ini kita tahan atas laporan korban didampingi orang tuanya pada Februari 2015 lalu, atas dugaan persetubuhan anak dibawah umur," ujar Iptu Sahudi.
    
Ditambahkannya, berdasarkan keterangan tersangka, dirinya berhasil menyetubuhi korban dengan rayuan serta janji manis yang diberikan tersangka kepada korban dan siap bertanggungjawab jika terjadi sesuatu kepada korban.
     
"Tersangka telah kita amankan di Mapolres guna penyelidikan lebih lanjut, tersangka bakal kita jerat dengan pasal 81 junto pasal 82 undang undang nomor 23 tahun 2003 dengan acaman hukuman diatas 5 tahun penjara," ujar Sahudi. (rhi/isk)

Gelapkan CPO, Kapten Bersama 14 Awak Kapal SPOB Samudra Tirta XVIII Diringkus Polisi

Tribunriau, DUMAI -
Setelah terbukti melakukan pencurian puluhan ribu minyak CPO milik PT Willmar Dumai, seluruh awak kapal SPOB Samudra Tirta XVIII harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Dumai.

Rencananya, CPO tersebut diorder PT Wilmar Dumai dari PT. Wina Bagedang, Kalimantan Tengah.

Dimana sebanyak 56.951 metrik ton dari 3.179.971 metrik ton minyak CPO PT Willmar yang diangkut oleh kapal SPOB Samudra Tirta XVIII hilang ditengah jalan, diduga dijual oleh seluruh awak kapal yang dinakhodai Tedi (45) warga Provinsi Jakarta.
    
Kapolres Dumai AKBP Tonny Hermawan melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Bimo Ariyanto SH SIK, saat dikonfirmasi, Kamis (12/3) membenarkan adanya penangkapan 15 awak kapal SPOB Samudra Tirta XVIII atas dugaan pencurian minyak CPO milik PT. Willmar tersebut.
     
"15 tersangka beserta Teddy (Kapten, red) saat ini sudah kita amankan di Mapolres untuk kepentingan penyelidkan atas laporan pencurian minyak mentah jenis CPO yang dilakukan oleh para tersangka," ujar AKP Bimo.
    
Dijelaskannya, kejadian tersebut bermula ketika kapal SPOB Samudra Tirta XVIII yang mendapat tugas dari PT Wina Begadang yang berlokasi di Kalimantan Tengah untuk mengangkut minyak mentah jenis CPO dengan tujuan ke PT Wilmar yang berada di Kawasan Industri Pelintung, Kecamatan Medang Kampai.

Dimana dalam dokumen muatan kapal jumlah minyak CPO yang diangkut sebesar 3.199.988 ton dan ketika diukur sebelum dilakukan keberangkatan berjumlah 3.179.971 metrik ton atau minus 20.017 ton dari muatan penuh kapal.
     
Namun dipertengahan jalan, lanjut Bimo menjelaskan, tepatnya pada Selasa (3/3) kemarin sekira pukul 00.00 WIB di daerah Pulau Alan 3 wilayah laut Jambi, seluruh awak kapal yang dinakhodai oleh Teddy sepakat untuk melakukan pencurian minyak yang ditransfer kepada Juanda Nasution yang diperantarai Udin.
     
"Setelah melakukan perundingan kedua belah pihak sepakat untuk menjual sebanyak 12 ton minyak yang ada di dalam kapal dan diambil oleh Nasution dengan menggunakan kapal lainnya ketika berada di Pulau Alan 3 Jambi. Dimana 12 Ton minyak mentah tersebut dijual dengan harga Rp34 juta yang dibagikan kepada seluruh awak kapal dengan nilai nominal berbeda seusia dengan pangkat dan jabatannya," urai Bimo.

PT Willmar mengklaim mengalami kerugian mencapai Rp 461.303.100 akibat ulah para awak kapal yang diketahui menjual minyak tersebut kepada salah seorang bernama Nasution di Pulau Alan 3 di perairan laut Provinsi Jambi.
     
"Saat dilakukan pengukuran jumlah minyak yang dipesan mengalami penyusuan hingga mencapai 56.951 metrik ton hingga jika diuangkan, PT Willmar mengalami kerugian hingga mencapai Rp461.303.100," jelas AKP Bimo.

"Kini semua tersangka telah kita amankan di Mapolres Dumai untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Jika terbukti bersalah para tersangka akan kita dijerat dengan pasal yang berbeda sesuai dengan peranan mereka masing-masing yaitu pasal 374,372,55,56 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," tegas AKP Bimo. (rhi/isk)

Panitia Dumai Adventure Competition Off-Road 2015 Tinjau Lokasi Bukit Jin

Tribunriau, DUMAI –
Untuk mensukseskan kegiatan Dumai Adventure Extreem Off Road Walikota Cup 2015 sempena hari jadi Kota Dumai ke-16, panitia Dumai Adventure Competition Off-Road 2015 telah melakukan berbagai persiapan, salah satunya dengan meninjau lokasi yang akan dijadikan SCS (Special competition stage) di Danau Bunga Tujuh Bukit Jin Kota Dumai, Rabu (11/3) kemarin.

Peninjauan lokasi tersebut dipimpin penasehat panitia, Kapolres Dumai, AKBP Tonny Hermawan didampingi Kepala Lapas Dumai M. Lukman, SH, M.Si selaku sekretaris panitia Dumai Adventure Competition Off-Road 2015.

Saat meninjau, Kapolres memberikan arahan kepada pekerja yang sedang menyiapkan lokasi. Kapolres ingin ajang off road sempena hari jadi Kota Dumai ke – 16 yang baru pertama kali dilaksanakan berjalan lancar dan sukses.

“Meski baru pertama kali dilaksanakan di Dumai, kita ingin kegiatan ini berjalan lancar dan sukses.” harapnya.
 
Menurut Kapolres, ditunjuknya Bukit Jin sebagali lokasi SCS bagi para off roader dikarenakan cukup bagus. Ditempat ini para off roader akan dibuat merasakan sensasi melalui rute perjalanan dengan jenis tantangan yang cukup lengkap seperti tanjakan yang terjal dan berliku, jalur yang dilewatipun sempit, menanjak dengan tikungan-tikungan tajam serta berlumpur yang siap menguji adrenalin para off roader.
 
Lanjutnya, medan off road di Dumai akan dibuat ekstrim agar seru, karena off road merupakan event yang dirancang bagi para peminat kendaraan berpenggerak roda empat untuk melewati jalan setapak yang terjal, penuh tikungan dan berlumpur. Selain itu untuk menghibur para penonton dan pecinta off road, karena kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di Dumai.
 
Sementara M. Lukman, SH, M.Si selaku sekretaris panitia Dumai Adventure Competition Off-Road 2015 menambahkan, hari ini baru sebatas peninjauan lokasi SCS. Selanjutnya kami akan membahasnya bersama Ivent Organizer (IO) selaku Racing Committee off road Dumai 2015.
 
“Dalam waktu dekat, kami akan bertemu dengan IO untuk menetukan SCS di bukit Jin, selain SCS kami juga akan segera membuat jalur Country Road (CR). CR merupakan ajang touring bagi off roader yang akan mengambil star ditaman bukit gelanggang Dumai lalu masuk kelokasi CR di Kecamatan Medang Kampai.” terangnya.
 
Dijelaskannya, off road akan dilaksanakan 1 hingga 3 Mei 2015 mendatang, dan terbuka bagi seluruh off roader yang ada di Indonesia. “Namun saat ini kami belum membuka pendaftaran, setelah semuanya clear pendaftaran segera kami buka secara resmi. Untuk mensukseskan kegiatan ini butuh dukungan dari semua pihak.” pungkasnya  
   
Ditempat terpisah,  Timo Kipda selaku ketua panitia Dumai Adventure Competition Off-Road mengatakan, ivent tersebut diselenggarakan sempena hari jadi Kota Dumai ke 16. “Off road akan diselenggarakan 1 – 3 Mei 2015 mendatang. Untuk memeriahkan kegiatan ini panitia menyiapkan 1 unit mobil sebagai hadiah utama.” katanya.
 
Menurutnya, selain untuk memeriahkan hari jadi Kota Dumai, Off-Road juga untuk menjalin hubungan silaturahmi antar sesama pecinta Off Road. "Dan yang tidak kalah pentingnya kejuaraan Off Road di Dumai diselenggarakan sebagai ajang promosi daerah". pungkasnya. (bbg)

Mafia CPO di Dumai Bebas Beroperasi

Tribunriau, DUMAI-
Tampaknya Bos Mafia CPO Raja Iman Sarumpaet sangat diperhitungkan di Provinsi Riau. Diduga memiliki backing yang kuat, sehingga bebas membuka usaha illegal penampungan Cruid Palm Oil (CPO) dan Inti sawit di sejumlah lokasi di wilayah hukum Polda Riau.

Hal itu terbukti, ketika kegiatan pengusaha asal Kota Batam Kepri itu mencuat ke permukaan melalui media, bukannya membuat kendor, bahkan pengusaha mafia yang disebut-sebut dekat dengan aparat penegak hukum di Provinsi Riau khususnya Kota Dumai itu membuat cara lain dengan melakukan teror kepada wartawan yang dianggap sebagai penghalang kegiatannya dengan menugaskan sejumlah oknum preman mendatangi rumah wartawan serta melontarkan kata-kata ancaman.

Tak jelas apakah belum kenal atau belum tau siapa Raja Iman Sarumpaet, namun yang jelas Kapolres Dumai AKBP Toni Hermawan SIK menegaskan, jika ada menemukan usaha yang diduga menyimpang dari aturan yang ada, pihaknya mempersilahkan wartawan untuk diberitakan.

"Angkat (beritakan)aja dulu, angkat aja dulu ya, saya sedang di luar kota ada kegiatan,” ujar Toni Hermawan menjawab wartawan melalui ponselnya.

Hasil investigasi beberapa wartawan bersama Tribunriau.com di lapangan, Raja Iman Sarumpaet telah lebih dulu sukses membuka usaha Mafia penampungan CPO dan inti sawit di simpang pipa Kandis Kabupaten Siak Sri Indrapura. CPO dan inti sawit yang ditampung di lokasi tersebut, berasal dari sejumlah PKS perusahaan swasta dan BUMN di Rohul, Inhu, Kuansing dan PKS dari Kabupaten Kampar.

Sedangkan penampungan miliknya yang ada di jalan Medan Simpang Bangko Duri Kecamatan Mandau, dirinya menyikat barang yang berasal dari PKS perusahaan swasta dan BUMN dari Balam, Bagan Batu, Cikampak dan bahkan dari PKS Kabupaten Labuhan batu Sumatera Utara (Sumut).

Pengakuan warga setempat, truk tanki pengangkut CPO dan truk tronton pengangkutan inti sawit kadang dipaksa agar menurunkan sebagian, menjual muatan yang dibawa ke lokasi pabrik industri di Dumai.

“Tidak, tak pernah ada gangguan, tapi oknum aparat kepolisian dan TNI bahkan yang mengaku wartawan sering singgah di lokasi itu,” ujar Tumanggor warga yang tinggal dekat dengan lokasi penampungan di Simpang Pipa Kandis Kabupaten Siak Sri Indrapura Riau. (ars)

Edarkan Ekstasi, Seorang Buruh Dibekuk Polisi

Written By Tribun Riau on Selasa, 10 Maret 2015 | 23.38

Tribunriau, DUMAI-
AM pria (25) yang kesehariannya bekerja sebagai buruh diamankan Tim Opsnal Polsek Dumai Timur di Areal Parkir Kendaraan Hotel Comfort saat akan melakukan transaksi narkotika jenis ekstasi, Senin (9/3/15).

Setelah dilakukan penggeledahan, dari kantong celana tersangka ditemukan pil ekstasi sebanyak 39 butir.

Kapolres Dumai AKBP Tonny Hermawan R SIK melalui Kapolsek Dumai Timur Kompol Bayu Wicaksono, Selasa (10/3) membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka yang diduga pengedar narkotika jenis pil tersebut di sekitar hotel Comfort Dumai.

Dijelaskannya, penangkapan terhadap pelaku berawal ketika tim Opsnal Dumai Timur mendapat informasi bahwa di Tempat Kejadian Perkara (TKP) akan terjadi transaksi narkotika.

Bermodalkan informasi tersebut, petugas di lapangan langsung melakukan penyelidikan dan melacak keberadaan pelaku, hingga dilakukan penangkapan terhadap tersangka.

"Saat dilakukan penggeledahan terhadap AM ditemukan 39 butir Ekstasi merk Mahkota dan Supermen. Pil tersebut disembunyikan tersangka dalam celana dalam, dan ditemukan juga satu paket sabu di kantong celananya," ujar Kompol Bayu.

Selain mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ekatasi, petugas turut mengamankan barang bukti lainnya berupa tiga lembar plastik bening yang diduga untuk membungkus narkotika dan 1 unit Handphone merk Blackberry yang digunakan tersangka untuk komunikasi menyebarkan narkotika tersebut.

"Kini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Dumai Timur guna penyelidikan lebih lanjut, tersangka akan dijerat pasal 112 JO 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahangunaan narkotika, dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara," ujar Kapolsek Dumai Timur. (rhi/isk)

Takut membusuk, 6.342 karung Bawang Tangkapan Dimusnahkan

Tribunriau, DUMAI-
Takut membusuk, ribuan karung bawang merah hasil tangkapan Senin (2/3) lalu dimusnahkan pihak kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai Tipe (KPPBC) Madya Pabaen B Dumai, Selasa (10/3). Pemusnahan dilakukan di lapangan Den Rudal 004/Bagan Besar.

Pemusnahan bawang ilegal tersebut dipimpin Kasi penindakan dan Pengawasan KPPBC TMP B Dumai, Indra Gunawan, disaksikan oleh kasat Polair, kasi Pidsus Kejari Dumai, unsur Muspida serta tamu undangan.

Kasi Penindakan dan Pengawasan KPPBC TMP B Dumai, Indra Gunawan mengatakan bahwa pemusnahan kali ini dilakukan langsung oleh pihak Bea Cukai. Sebab pihak Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Dumai mengaku minim anggaran.

"Ada sekitar 6.342 bags bawang ilegal yang kita musnahkan hari ini, yang mana terdapat 10 kg setiap bagsnya, dimana sebelumnya kita melakukan penyerahan kepada pihak Balai Karantina namun ditolak dengan alasan biaya operasional yang tidak memadai sesuai dengan surat edaran dari Kepala Balai Karantina kelas I Pekanbaru," ujar Indra disela-sela acara.

Dijelaskannya, pemusnahan yang dilakukan oleh pihaknya terhitung cepat mengingat kondisi bawang tak bertuan itu mulai membusuk, untuk itu pihak KPPBC mengambil tindakan dengan melakukan pemusnahan guna menghindari terjadinya pembusukan.

"Bawang jenis barang yang mudah membusuk, untuk itu kita lakukan pemusnahan secepatnya guna menghindari timbulnya bau yang tidak sedap," jelasnya.(isk)

Gunakan Badan Jalan, Dishub Dumai akan Tertibkan PKL

Tribunriau, DUMAI -
Pedagang Kaki Lima (PKL) akhir-akhir ini terlihat menjamur di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Dumai. Beberapa PKL juga terlihat menggunakan badan jalan untuk menggelar dagangannya sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan pengendara.

Meskipun penertiban PKL bukan termasuk tugas pokok dan fungsi Dinas Perhubungan, namun jika sudah menyangkut masalah kenyamanan berkendara, pihak Dishub akan membentuk tim guna memberikan pemahaman kepada PKL.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai Bambang Sumantri melalui Bidang Pengendalian dan Operasional (Kabid Dalops) Marjohan,S.Sos, Selasa (10/03/15).

"Penertiban pedagang kaki lima memang bukan termasuk dalam tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) yang dimiliki Dishub, namun dikarenakan mereka sudah mengganggu kenyamanan dan keamanan pengendara, sehingga perlu adanya tim untuk memberikan pemahaman kepada para pedagang tersebut," ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini, Dishub Kota Dumai akan segera menggelar rapar koordinasi (Rakor) untuk mempersiapkan segala persiapan yang dibutuhkan dan yang perlu dilakukan.

"Nantinya kita akan mengundang pihak terkait, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Tata Kota Kebersihan dan Pertamanan (DTKKP), Kantor Pelayan Pasar, Polres Dumai, dan Dinas Perhubungan sendiri tentunya," tutupnya. (rhi/isk)

Walikota Cup 2015, Disnakertrans Akan Gelar Turnamen Sepak Bola

Tribunriau, DUMAI-
Pada tahun 2015 ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai kembali akan mengelar turnamen Sepak bola untuk memperebutkan piala bergilir Walikota Dumai.

Berbagai persiapan telah dilakukan, diantaranya pra meeting yang dilaksanakan bersama club sepakbola peserta turnamen di ruang rapat kantor Disnakertrans Jalan Kesehatan Dumai, Selasa (10/3/15).

"Rapat perdana (pra meeting) bersama perwakilan club sepakbola peserta turnamen Walikota Cup sudah dilaksanakan di ruang rapat kantor Disnakertrans Jalan Kesehatan Dumai. Nanti tanggal 16 Maret akan dilaksanakan rapat lanjutan," tukas Ketua Panitia Muhammad Fadhly SH.

Dikatakannya, 16 klub sepakbola turut ambil bagian dalam turnamen Walikota Cup tahun 2015. 13 klub berasal dari kota Dumai, tiga klub dari luar kota Dumai.

Untuk lapangan, pihaknya sudah mengirim surat kepada PT Pertamina RU II Dumai untuk minta persetujuan penggunaan lapangan sepak bola di Bukit Datuk. Namun demikian, lapangan bola di Dok juga akan dihubungi sebagai cadangan.

"Mudah-mudahan PT Pertamina RU II Dumai bersedia dan mengizinkan lapangan sepakbola mereka kita gunakan. Namun sebagai serap, lapangan Dok juga perlu dihubungi," jelasnya.

Ada pun club sepakbola yang mengikuti turnamen sepakbola Walikota Dumai Cup tersebut, dari Kota Dumai diantaranya PS Pesekat,Replika, Talenta Galaxy, ABJ, Dumai FC, PS Harimau Agam, Panca Jaya, Dumai JayaPerseki, garuda 28, Engel Galaxy dan PS Cempaka.

Sedangkan club dari luar kota Dumai diantaranya Bintang Rohil, PS Siak dan PS Duri.

Dengan adanya turnamen ini, pihaknya berharap akan lahir bibit-bibit pesepak bola yang berkualitas untuk Kota Dumai.

"Turnamen sepak bola ini, diharapkan nantinya akan melahirkan bibit-bibit sepak bola yang berkualitas untuk Kota Dumai khususnya. Kegiatan tersebut juga dapat mempererat hubungan silaturahmi antar pemain," ungkapnya. (rtc/isk)

Pilkada Meranti 2015 Tak Ada Kampanye Akbar

Tribunriau, MERANTI -
Tidak seperti tahun sebelumnya, pesta pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada tahun 2015 ini tidak akan diwarnai dengan kampanye akbar, termasuk pilkada di Kabupaten Meranti.

Hal tersebut dikatakan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kabupaten Meranti pada saat hearing dengan Komisi A DPRD Kabupaten Meranti, Senin (9/3/15).

"Tidak ada lagi kempanye akbar, untuk sosialisasi kempanye sudah disediakan oleh KPU sendiri," jelas Ketua KPUD Meranti, Yusli SE.

Selain itu, pihaknya juga menyatakan telah siap secara teknis untuk menghadapi Pilkada yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.

"Secara teknis, KPU sudah siap, cuma saat ini kita masih menunggu  instruksi dari KPU pusat terkait permasalahan tahapan-tahapan yang akan dilalui, di dalam undang-undang KPU nomor 1 tahun 2015 yang disahkan tanggal 18 Februari 2015 menjelaskan jadwal pilkada dilaksanakan dalam beberapa gelombang, kabupaten kepulauan meranti berada di gelombang pertama pada bulan desember 2015," rincinya.

Ditambahkannya, selain permasalahan persyaratan pencalonan, untuk calon yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), diwajibkan mengundurkan diri terlebih dahulu.

"Pemilihan diaksanakan satu putaran, syarat dukungan pencalonan 20 % dari kursi DPRD atau akumulasi suara 25 % dari perolehan suara.  Untuk calon independent 10 % dari jumlah penduduk yakni sebesar 21.000 jiwa dan bagi kepala daerah yang berprofesi sebagai PNS wajib mengundurkan diri dari PNS pada saat mendaftar ke KPU yang diketahui oleh pejabat yang berwenang dan untuk tahapan uji publik dihapus," tambahnya.

Dijelaskannya, terkait kepemilikan e-KTP, masih ada ribuan warga yang belum memiliki e-KTP. Pihaknya meminta Disdukcapil untuk segera menuntaskan masalah tersebut.

"Berdasarkan data dari Disdukcapil, di meranti masih ada 19.000 yang belum memiliki e-KTP, berdasarkan undang-undang KPU nomor 1 tahun 2015, pemilih harus memiliki e-KTP dan untuk mengatasi hal tersebut, Disdukcapil harus membuat surat keterangan dalam pembuatan e-KTP, kemudian ada penambahan 400 jiwa pemilih pemula," ujarnya.

Ketua DPRD Meranti, Fauzi hasan, SE meminta KPU untuk secepatnya membentuk PPK dan PPS. Untuk masalah anggaran, dikatakan Fauzi bahwa DPRD Meranti telah menganggarkan dana yang cukup untuk kebutuhan Pilkada tahun 2015 ini. (rhi/isk)

Usaha Penampungan CPO Ilegal Raja Iman Tak Tersentuh Hukum

Tribunriau, Dumai-
Usaha penampungan cruide palm oil (CPO) ilegal milik Raja Iman Sarumpaet di Sungai Mesjid Kelurahan Purnama Dumai Barat serta di sejumlah lokasi di Riau hingga kini tak tersentuh hukum dan bebas beroperasi.
 
Bisa saja demikian, lantaran usaha penampungan CPO milik penduduk Batam Kepri itu memiliki omset mencapai ratusan juta rupiah dalam sepekan. Dengan omset yang begitu besar, mampu menyuap siapa saja yang dinilai memiliki wewenang menindak usaha tersebut. ‘Semua jadi kawan’
 
Aparat keamanan dan penegak hukum di Dumai dan Provinsi Riau  ditengarai kecipratan, sehingga ‘tutup mata’, sehingga Raja Iman tanpa gangguan dari pihak mana pun bebas menjalankan usaha ilegalnya di Riau.
 
Usaha illegal milik Raja Iman Sarumpaet  bukan hanya bebas beroperasi di Dumai. Memang di Sungai Mesjid  khusus untuk usaha penampungan CPO yang dibeli dari sejumlah kapal tongkang maupun kapal tanker. Di tempat lain ada penampungan CPO dan inti sawit.
 
Sumber Tribunriau di Sungai Mesjid menjelaskan, usaha penampungan CPO milik Raja Iman memiliki omset miliaran rupiah setiap bulan. Soalnya  CPO yang dibeli Raja dari para ABK tanker maupun tongkang mencapai puluhan ton sekali turun. Harga pembelian sekitar  Rp 4 ribu s/d Rp 5 ribu per kilogram, dan dijual kepada toke besar seharga Rp 8 ribu lebih per kilogram.
 
“Bayangkan, kalau yang diturunkan mencapai dua puluh sampai tiga puluh ton dari satu kapal tanker, kalau sempat lima kapal menjual sebanyak itu, berarti omset sudah mencapai ratusan ton dan jika diuangkan untungnya mencapai dua ratus s/d tiga ratusa juta setiap minggu,” jelas Zul,  seorang warga Purnama yang tinggal berdekatan dengan lokasi penampungan Raja Iman.
 
Adapun modus operandi  Raja Iman untuk mendapatkan CPO adalah dengan cara  menugaskan kaki tangannya turun ke untuk meloby  ABK tanker dan tongkang yang sedang labuh jangkar  di tengah laut agar mau menjual sebagian CPO nya, (kencing red).

Kaki tangan Raja langsung membawa kapal (pompong) dan jika sudah deal,  CPO kemudian diturunkan dengan menggunakan selang ke dalam palka  kapal. Setelah jumlah  CPO  yang diturunkan dinilai sudah sesuai perjanjian, selanjutnya diangkut ke gudang penampungan milik Raja Iman di Sungai Mesjid.
 
“Makanya tak perlu  heran kalau para ABK tanker dan tongkang pengangkut CPO milik perusahaan industri di Dumai banyak tertangkap dan diproses hukum, lantaran menjual CPO kepada penadah di laut,”  jelas Zul  seorang warga Purnama kepada wartawan Senin (9/3) siang kemarin.
 
Menurutnya, Raja Iman sengaja menempatkan dua oknum Polri berinisial Bripka Mar dan Briptu Rop sebagai pengamanan sekaligus Humas. Di gudang penampung CPO di Sungai Mesjid tersebut, satu oknum prajurit  TNI Ag kerap hadir di penampungan CPO milik Raja Iman, yang lokasinya tidak jauh dari Markas Polisi Sektor Dumai Barat tersebut.
 
Pantauan Tribunriau di lapangan Selasa (10/3) siang kemarin, satu unit  mobil Truk BM 8979 LU  sedang parker di belakang gudang dan telah berisi CPO namun belum penuh. Di bagian belakangnya ditumpuk kayu api, diduga untuk dibakar memanaskan CPO yang ada di dalam truk tanki. Ada dua unit truk tanki parkir di gudang sedang menunggu dimuat.
 
Raja Iman Sarumpaet tak terlihat di lokasi, namun dua orang pria pekerja sedang  sibuk membereskan selang yang nampaknya baru saja digunakan memompa CPO dari kapal pompong ke dalam gudang. Satu pria duduk menghadap meja yang ada dalam gudang. Menurut pria yang tidak diketahui identitasnya itu, aktivitas bongkar muat CPO dari kapal ke gudang dan dari gudang ke truk tanki berlangsung setiap hari.
 
 
Tindakan hukum dari aparat Kepolisian Polres Dumai maupun Polsek Dumai Barat terhadap usaha illegal milik Raja Iman belum terlihat. Buktinya, CPO yang ditadah dari para ABK tanker dan kapal tongkang bebas masuk dan dibongkar dari kapal pompong ke dalam gudang setiap malam.

Kapolres Dumai AKBP Tonni Hermawan SIK belum memberikan komentar menyangkut usaha tersebut. Ketika diinformasikan bahwa aktivitas usaha illegal milik Raja Iman Sarumpaet sudah terbit di media lokal, dan  sesuai sarannya,  Tonni Hermawan hanya mengucapkan terimakasih. “Trims,” demikian balas Tonni Hermawan melalui sms.
 
 
Informasi lain yang diperoleh menyebutkan,  usaha illegal milik Raja Iman bukan hanya di Dumai, tapi penampungan CPO dan inti sawit di simpang pipa Kandis Kabupaten Siak Sri Indrapura tetap bebas beroperasi. Begitu juga penampungan CPO dan inti sawit di jalan Medan Simpang Bangko Duri, juga aman beroperasi.
 
“Truk pengangkut CPO dan inti sawit kadang dipaksa singgah agar menjual sebagian muatan CPO dan inti sawit  yang akan diantar ke lokasi industri di Dumai. Tidak, tak ada gangguan, tapi oknum aparat kepolisian dan TNI bahkan oknum  wartawan sering singgah di lokasi itu,” jelas J. Marbun, salah seorang perangkat Desa warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi penampungan di Simpang Pipa Kandis kepada wartawan pekan lalu. (ars)

Keterangan foto: Ilustrasi.

2015, Dinas PU Dumai Siapkan 30 Paket Proyek Fisik

Tribunriau, DUMAI-
Pada tahun 2015 ini, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) sedang mempersiapkan dokumen pematangan dan perencanaan untuk 30 paket proyek fisik yang dikelola Bidang Bina Marga.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Dumai Nur Istiqlal, Senin (9/3/15).

"2015 ini akan diluncurkan 30 paket kegiatan fisik dengan nilai kurang lebih Rp90 M, kini sedang disiapkan pematangan dokumen perencanaan," ungkapnya.

Dilanjutkannya, Pengumuman lelang ini nantinya dilaksanakan sepenuhnya oleh panitia unit layanan pelelangan (ULP) pemerintah daerah.

Dijelaskannya, sejumlah kegiatan fisik yang memiliki anggaran besar diantaranya, Jembatan Sukadamai sepanjang 150 meter dan lebar 10 meter dengan total anggaran sebesar Rp20 miliar pada 2015 ini, berikutnya proyek over lay yang berada di Jalan Hasanuddin dengan panjang 900 meter dengan nilai kurang lebih Rp9 M.

"Jembatan Sukadamai merupakan lanjutan, karena pada tahun lalu telah dilakukan tahap awal pemasangan tiang pancang senilai Rp15 miliar," jelasnya.

Selain itu, pembangunan kontruksi dua jembatan juga sedang dirancang, yaitu Jembatan Mataim di Kelurahan Mundam Kecamatan Medang Kampai Dumai senilai Rp3,7 miliar.

Diakuinya, selain melaksanakan proyek pembangunan kegiatan pelelangan, juga dianggarkan Rp6 miliar untuk dana pemeliharaan jalan dan jembatan khusus ruas jalan di dalam kota.

Dana pemeliharaan tersebut merupakan anggaran rutin yang dikelola Bidang Bina Marga untuk melakukan perawatan dan perbaikan sementara, khusus di ruas jalan yang mengalami kerusakan dengan cara tambal sulam. (isk)

POLLING BALON WAKO DUMAI

Komentar Anda

Iklan Baris "GRATIS"



Aneka Sablon
Menerima order Undangan Nikah, Banner, Kalender, Merk/Papan Nama, dll.
Alamat: Jl. Nangka No.2 Dumai.



Rental Mobil
Menyediakan Mobil Rental untuk Kawasan Riau, Hubungi 0812 7751 3879



Pengadaan CCTV
Rumah/Gedung anda ingin dipasang CCTV? Harga cukup menarik dan untuk Kawasan Dumai. Hubungi 082384252992 a.n Firdaus



Pembuatan Aplikasi/Program
Anda ingin membuat aplikasi? untuk perkantoran ataupun pelengkap Skripsi, Hubungi 085376557428 an.Iskandar



Opini

INFO

Kami mengharapkan kerjasama masyarakat/instansi untuk dapat memberi masukan dan kritik yang membangun.
kirim ke tribunriau@gmail.com

Bagi anda yang memiliki bakat menulis dan ingin bergabung dengan kami, hubungi 0853 7655 7428 an. ISKANDAR


 
Copyright © 2011. Tribun Riau :: Portal Berita Riau dan Nasional - All Rights Reserved