Headlines News :

Terbaru

Bermodal Kajian Potensi Kota, LIKPD Diundang UNSDSN ke Korea

Written By Tribun Riau on Rabu, 06 Mei 2015 | 23.13

Tribunriau, Dumai-
Sejak ditetapkannya Bapak H. Khairul Anwar sebagai Walikota periode ke-3 (sejak UU 16/1999) pada tahun 2010, Dumai memasuki wacana baru dalam konsep pembangunannya melalui Visi Misi yang dikenal dengan sebutan Pengantin Berseri Sehat (Pelabuhan, Perdagangan, Tourism, Industri yang Bersih, Semarak, Rukun, Indah untuk mewujudkan Dumai yang Sejahtera,  Harmonis, Aman, dan Tertib).

Penerjemahan Visi Misi ini merupakan komitmen antara Walikota Dumai dengan Pendiri Lembaga Inovasi dan Kajian Potensi Daerah (LIKPD), yang sepakat untuk menginterpretasikan Visi Misi tersebut sesuai dengan Wacana Nasional dan Internasional yang relevan dengan kondisi dan potensi Kota Dumai.

Visi Misi berdasarkan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Develepment) merupakan penerjemahan pemikiran Walikota Dumai dalam perspektif kepentingan lokal, nasional dan internasional di Kota Dumai. Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) adalah tema yang menjadi sasaran global dalam bentuk Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang nantinya akan di ratifikasi menjadi Undang-Undang oleh seluruh negara anggota PBB sebagai bagian perubahan sistem World Goals dari Millenium Development Goals (MDGs) menjadi SDGs.

SDGs ini diwacanakan secara aktif mulai tahun 2012 di PBB melalui United Nations Sustainable Development Solutions Network (UNSDSN) dan berbagai lembaga PBB lainnya yang tahap awalnya telah dirumuskan pada tahun 2013 bersamaan dengan penetapan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan di Kota Dumai melalui Surat Keputusan Walikota Dumai Nomor 406/SDA/2013 tentang Penetapan Manifestasi Interpretatif Prinsip Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) dalam Mekanisme Kebijakan Daerah Kota Dumai.

Hal tersebut menunjukkan Pemerintah Kota Dumai bersama LIKPD telah proaktif mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan dalam mekanisme kebijakan daerah jauh sebelum Pembangunan Berkelanjutan tersebut diterapkan dalam mekanisme kebijakan nasional maupun internasional yang rencana draft-nya akan diselesaikan oleh UNSDSN sebagai perpanjangan tangan PBB pada tahun 2016. Wacana dari SK No. 406 tersebut digunakan oleh LIKPD sebagai tiket menembus jaringan kerja internasional di UNSDSN yang sekaligus merupakan wacana utama bagi LIKPD untuk membuktikan signifikasi realisasi kepentingan lokal pada wacana global.

Upaya LIKPD melalui pengembangan konsep Pembangunan Berkelanjutan berdasarkan perspektif lokal ini diharapkan dapat menjadi pendorong penguatan pembangunan di berbagai daerah termasuk Kota Dumai.

Berkaitan dengan perwujudan wacana Pembangunan Berkelanjutan di kota Dumai tersebut,  LIKPD diundang oleh UNSDSN dan KOICA (Korea International Cooporation Agency) untuk mengikuti agenda rapat the Seoul Financing for Sustainable Development Forum pada tanggal 18 Mei 2015 di Seoul, Korea Selatan. Kegiatan ini rencananya akan diikuti oleh perwakilan LIKPD selaku perumus kebijakan dan perwakilan Pemerintah Kota Dumai selaku pemangku kebijakan sebagai bukti keseriusan antar pihak untuk mewujudkan visi dan misi Kota Dumai menuju Pembangunan Berkelanjutan. Para perwakilan tersebut, berdasarkan restu Walikota Dumai sebagai inisiator awal dikembangkannya Pembangunan Berkelanjutan di Kota Dumai, rencananya terdiri atas Patrik Tatang selaku Direktur LIKPD, Mega Kurnia selaku Kepala Sekretariat LIKPD, Zulkarnaen S.H,M.H selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Dumai, serta beberapa pihak yang berkepentingan. Zulkarnaen merupakan salah satu pejabat yang menyusun konsep bersama LIKPD untuk mengembangkan konsep kebijakan Sustainable EcoIndustry sebagai bagian dari perwujudan Sustainable City.

Sustainable EcoIndustry adalah konsep kebijakan mengenai pengembangan industri berwawasan lingkungan secara berkelanjutan untuk mempertahankan kapasitas-kapabilitas dan potensi sumber daya lokal di masa kini dan masa mendatang. Sedangkan Sustainable City merupakan kota yang dirancang berdasarkan pemahaman dampak lingkungan dengan masyarakat yang memiliki kesadaran atas keberlanjutan pangan, energi, air dan pengelolaan sampah, polusi udara, polusi air demi keberlangsungan kota yang dihuninya baik masa kini maupun masa mendatang.

Konsep Sustainable City merupakan konsep yang diprioritaskan oleh PBB untuk diterapkan di berbagai kota di seluruh dunia.

Setelah acara tersebut, rencananya para perwakilan tersebut juga akan melakukan pertemuan dengan pihak Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian dan beberapa Kementerian lainnya untuk melakukan sinkronisasi fungsi kepentingan penerapan Pembangunan Berkelanjutan dalam mekanisme kebijakan di Kota Dumai sebagai Pilot Project termasuk di daerah lainnya. Wacana ini juga akan diteruskan oleh LIKPD melalui Kantor Riset Wilayahnya yang ada di berbagai daerah.(rls)

Ganti Rugi tak Jelas, Jalan Sudirman Bengkalis Ditutup Pemilik

Written By Tribun Riau on Selasa, 05 Mei 2015 | 15.55

Tribunriau, BENGKALIS-
Selama 15 Tahun lahan milik Ahli Waris Jefry Tumangkeng tidak mendapatkan kejelasan ganti rugi dari Pemkab Bengkalis, akhirnya Jefry menutup sebagian jalan Sudirman, Bengkalis.

Dijelaskan Jefry, pada dasarnya tanah tersebut tidak ada sengketa dan pihak keluarga telah mengajukan untuk pembangunan tempat usaha, namun tidak mendapatkan izin dari pihak Pemkab Bengkalis.

"Setelah dibeli, tepatnya pada tahun 2000, kita mengajukan usaha hotel, namun pada saat itu tidak diberikan izin oleh pemerintah karena wilayah ini akan dijadikan perluasan kota, taman dan pelabuhan," ujarnya.

Namun, Jefry selaku ahli waris tetap menunggu kepastian dari pihak Pemkab. Dirinya juga pernah dipanggil ke kantor Bupati untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kita terus menunggu dan sampai saat ini tidak kepastian, sampai orang tua kami meninggal hal ini belum juga ada penyelesaian. Kami sudah pernah dipanggil ke kantor bupati untuk membahas hal ini, tapi tetap tidak titik temu. Pada perundingan kedua yaitu tahun 2014, dan sudah ada kesepakatan ganti rugi dari pemkab, namun tetap dilalaikan, bahkan pihak pemkab sudah memasang plang di tanah ini dengan bahasa bahwa akan diganti rugi," imbuh jefry

Tidak adanya kejelasan mengenai penyanderaan tanah ini, ahli waris mendapatkan isu bahwa  pemkab mengatakan adanya permasalahan internal di dalam keluarga.

"Kami mendapatkan isu yang mengatakan di dalam keluarga kami adanya ketidakcocokan, sehingga ini yang dijadikan dasar gagalnya perundingan, dan kami sanggah secara tegas isu ini tidak benar," tegas Jefry.

Dikatakannya lagi, pihaknya akan ikhlas jika pemerintah memang berniat untuj membangun, tapi dengan syarat menyelesaikan ganti rugi.

“Kalau pemkab tidak ada keinginan untuk perluasan kota maka kami akan bangun tempat usaha, tapi jika ada keinginan, kami ikhlas, namun harus ada kejelasan, ini sudah masuk 15 tahun kami dihadapi dengan ketidak pastian pembebasan lahan ini. Aksi ini kami lakukan agar pemkab Bengkalis cepat mengambil keputusan, jangan digantung seperti ini," tutup Jefry. (JE)

Warga Ditipu Salahsatu Tim Sukses Balon Walikota Dumai

Written By Tribun Riau on Senin, 04 Mei 2015 | 18.55

Tribunriau, DUMAI-
Beberapa warga di Jalan Air Bersih Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Barat ditipu salah satu tim sukses bakal calon (balon) walikota Dumai dengan iming-iming akan mendapatkan sembako gratis, beberapa hari yang lalu.

Salah seorang warga yang tak ingin namanya disebutkan mengatakan, tim sukses salah satu balon yang datang ke beberapa rumah warga menawari bantuan sembako dengan syarat meminta meminta fotokopi KTP.

"Beberapa hari yang lalu, mereka (tim sukses, red) datang ke rumah nawari sembako gratis, tapi dengan syarat menyerahkan fotokopi KTP," ujarnya kepada Tribunriau.com, Senin (4/05/15).

Namun, bantuan sembako tersebut, dikatakannya tidak langsung diberikan, sembako akan diberikan setelah tiga hari berikutnya.

"Tidak langsung dikasih, katanya tiga hari (hari ini, red) diantar ke rumah," tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, bantuan sembako yang dijanjikan belum datang sehingga harapan warga yang telah memberikan fotokopi KTP sangat kecewa.

"Sepertinya mereka (tim sukses) bohong untuk mengantarkan sembako yang telah dijanjikan, bahkan sudah memberikan syarat yang diminta berupa fotokopi KTP," kesalnya.

Ketika disinggung dari tim sukses mana yang menawari bantuan sembako gratis tersebut, dirinya tak berani mengatakan hal tersebut dikhawatirkan menimbulkan fitnah.(isk)

Keterangan gambar: ilustrasi sembako

Dugaan Korupsi PT BLJ, ABM Desak Kejari Bengkalis Penuhi Janji

Written By Tribun Riau on Sabtu, 02 Mei 2015 | 17.35

Syafri, Aktivis LMND saat melakukan aksi terkait kasus PT BLJ beberapa waktu yang lalu.


Tribunriau, BENGKALIS-
Lambannya kinerja Kejari Bengkalis dalam pengusutan kasus korupsi PT. BLJ sebesar 300 Miliar menuai tanda tanya besar bagi masyarakat Bengkalis. Setelah pemeriksaan pertama yang dilakukan terhadap Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, hingga saat ini belum ada perkembangan terhadap hasil pemeriksaan tersebut.

Salah seorang aktifis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Syafri yang tergabung dalam Aliansi Bengkalis Menggugat (ABM) mengatakan sangat  kecewa dengan kinerja Kejari Bengkalis yang dinilai lamban dalam menangani kasus tersebut. “Dalam pengusutan kasus ini, kita menduga sengaja diperlambat,” ujar Syafri beberapa waktu yang lalu.

ABM terus melakukan kontrol terhadap kasus PT BLJ dikarenakan adanya pernyataan dari Kejari Bengkalis yang terkesan hanya umbar janji tanpa ada kejelasan. “Kita menuntut janji Kejari Bengkalis pada tanggal 6 Januari lalu, yang akan kembali memeriksa Herliyan Saleh terkait kasus BLJ ini, namun sampai saat ini tidak ada perkembangan, kita dari mahasiswa dan masyarakat hanya butuh sebuah kepastian dan ketegasan Kejari Bengkalis,” ujar Syafri.

Ditanya soal tindakan selanjutnya apabila tidak ada tanggapan, aktivis ABM ini mengatakan akan melakukan aksi kembali. “Kita akan aksi besar-besaran dari sebelumnya, dan kita juga sudah berkoordinasi dengan hampir seluruh organisasi mahasiswa yang ada di Bengkalis dan sepakat melakukan aksi untuk meminta kejelasan kasus ini,” pungkas Syafri. (JE)

Pencemaran Lingkungan, KLH Dumai Tertutup Tentang Hasil Uji Sample

Written By Tribun Riau on Jumat, 01 Mei 2015 | 00.04

Tribunriau, DUMAI -
Uji sample yang dilakukan oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai atas pencemaran yang dilakukan oleh beberapa perusahaan yang beroperasi di pesisir pantai Dumai hingga kini tak satupun diekspos ke publik. Padahal, masyarakat harus tahu dampak yang ditimbulkan dari pencemaran tersebut.

Ketua Yayasan Lembaga Badan Hukum (YLBH) Kota Dumai Kimlan Antoni, SH sangat menyayangkan sikap tertutup KLH Dumai. KLH Dumai selama ini tidak pernah terbuka dalam menyampaikan hasil uji sample yang dilakukan.

"Setiap kejadian pencemaran selalu ditangani dan dilakukan penyelidikan, tapi sayang hasilnya tak pernah jelas. Masyarakat tidak pernah tahu apakah setiap pencemaran yang terjadi memberi efek buruk atau tidak kepada masyarakat dan lingkungan," katanya, Rabu (29/4).

Menurutnya, sepanjang tahun 2014, tidak sedikit kasus pencemaran lingkungan hidup yang terjadi, khususnya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di pinggir pesisir pantai Dumai. "Seluruh kasus pencemaran lingkungan itu didominasi oleh perusahaan, baik itu secara disengaja maupun tidak disengaja," sebutnya. 

Dijelaskan lagi, jenis pencemaran itu dapat digolongkan menjadi empat macam. Diantaranya pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara. Dari beberapa jenis itu, pencemaran lingkungan yang kerap terjadi di Kota Dumai adalah pencemaran udara, air, dan pencemaran suara. Dan pada akhir tahun 2014 lalu, masyarakat pernah mengeluhkan adanya pencemaran air akibat terjadinya tumpahan minyak PT. Inti Benua Perkasatama (IBP) dan Pencemaran suara yang berasal dari PT. Kuala Lumpur Kempong (KLK). 

Menyikapi keluhanan masyarakat itu, KLH Dumai juga telah melakukan penyelidikan dan uji sample. Namun hasil penyelidikan dan uji sample itu yang tak pernah diketahui oleh masyarakat, karena KLH Dumai sangat tertutup dengan informasi.

"Seharusnya KLH mempublikasikan, agar masyarakat tahu apakah pencemaran yang terjadi itu berbahaya atau tidak bagi kehidupan manusia, mahluk hidup lainnya serta lingkungan sekitar," tutupnya. (isk)

Chevron Dumai Taja Kegiatan Silaturahmi Bersama PWI Dumai

Written By Tribun Riau on Selasa, 28 April 2015 | 19.34

Tribunriau, DUMAI-
PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) Dumai taja kegiatan silaturahmi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai. Ajang silaturahim ini dirangkai dengan pertandingan persahabatan Futsal, Sabtu (25/4) kemarin.

Ketua PWI Dumai, Kambali dalam sambutannya menyambut baik kegiatan dari pihak CPI untuk mempererat tali silaturahim bersama wartawan di Dumai.

"Terima kasih kepada CPI mengundang wartawan yang tergabung dalam organisasi PWI Dumai dalam silaturahmi dan fun futsal," kata Kambali.

Sebagaimana diketahui, kata Kambali, silaturahmi juga dapat menjadikan panjang umur, dan kegiatan olahraga dapat menjadi tubuh lebih sehat. " Selain dari pada kegiatan silaturahmi, dengan adanya hubungan seperti ini kita dari media juga dapat memberitakan Chevron yang berimbang, jadi ketika terbit tak ada yang komplain, atas berita tersebut," katanya.

General Manager (GM) PT CPI Dumai Beramantyo Prakoso dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada wartawan PWI Dumai sudah memenuhi undangan silaturahmi dan Fun Futsal.

"Salam perkenalan dari saya sebagai pimpinan baru di CPI Dumai, dan terima kasih buat rekan telah hadir dalam silaturahmi yang mengangkat tali persaudaraan," kata Beram sapaan akrabnya.

Dia berharap kegiatan seperti ini dapat menjalin kerjasama yang baik untuk kedepan, "Saya baru di Dumai, kita harus sering lakukan komunikasi yang positif," ungkap Beram yang mengaku hobi meracik Coffe ini.

Sementara General Managaer atau PGPA Sumatera Sainur Arif mengatakan, ini dilakukan untuk menjalin hubungan baik antara Chevron dan PWI Dumai. " Kita harap kedepan apapun bisa kita komunikasikan. Selain dengan pihak media kita juga selalu menjaga hubungan baik bersama masyarakat dan organisasi lainnya. Dan kami juga ingin melakukan hubungan baik dengan Pemko Dumai, "sebutnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Management Operasional Duri dan Rumbai serta pengurus PWI Dumai. (Ocu/red)

Keterangan Foto: General Managaer atau PGPA Sumatera Sainur Arif memberi sambutan dalam acara silaturahmi antara Chevron dan PWI Dumai, Sabtu (25/4) kemarin.

Hotel Comfort Diduga Manipulasi Pembayaran Pajak

Tribunriau, DUMAI-
Hotel Comfort yang terletak di jalan Sudirman Dumai diduga melakukan pemalsuan laporan pajak ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Dumai.

Diduga pendapatan dari hunian dan pendapatan bagian lainnya dari hotel ini sengaja dilaporkan minim. Padahal, bagi pihak Dispenda tak mengetahui permainan hotel tersebut. Dan diduga permainan penggelapan atau manipulasi data pajak ini tidak hanya terjadi disni tapi juga sejumlah hotel lainnya yang ada di Dumai.

Hal ini terungkap atas pengakuan dari salah seorang mantan karyawan hotel M. RZ. Diduga hotel ini telah menjalankan permainan ini sejak belasan tahun yang lalu.

"Bagi orang awam atau bagi Dispenda tak tau permainan yang ada di hotel termasuk di hotel Comfort. Karena laporan yang diberikan kepada Dispenda bukanlah laporan riil atau laporan sebenarnya dari hotel. Misalnya yang menginap setiap hari itu rata-rata 50 kamar, namun yang dilaporkan mungkin sebagian saja sekitar 25 kamar saja, "sebut M. RZ.

Permainan ini, katanya baru dari penjualan kamar belum lagi dari pendapatan lainnya seperti sewa ruang rapat, pendapatan dari Coffe Shop, karaoke, kolam renang, mini bar, laundry dan jasa lainnya.

"Itu belum lagi jika ada tamu yang hanya memakai kamar hotel dua atau tiga jam saja, ini tidak akan masuk ke dalam registrasi. Karena yang masuk registrasi itu hanya bagi tamu Chek In atau masuk dari jam 12 siang sampai jam 12 siang hari besoknya, " terang M. RZ.

Ketika dikonfirmasikan hal ini ke hotel, pihak hotel Comfort belum bersedia menjawab. Begitu juga ketika hal ini hendak dikonfirmasi ke Dispenda, Kepala Dinas maupun Sekretaris sedang tidak berada ditempat.(ocu/red)

Keterangan Foto: Hotel Comfort yang berada di jalan Jendral Sudirman Dumai diduga memanipulasi data perpajakan.

Jam Buka Karaoke Hotel Comfort Diduga Menyalahi Perda

Written By Tribun Riau on Senin, 27 April 2015 | 12.00

Tribunriau, DUMAI-
Karaoke hotel Comfort yang berada di jalan Sudirman Dumai diduga buka hingga melebihi jam yang sudah ditentukan. Padahal  izin yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui BPTPM, tempat hiburan hanya bisa buka hingga jam 1 dini hari dan hingga jam 2 khusus pada malam minggu. Banyaknya tempat hiburan yang menyalahi jam buka dan tutup diduga kurangnya pengawasan dari pihak yang berwenang untuk menengakkan Perda.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai, Jon Darwis sempat mempertanyakan hal ini. " Mungkin hotel Comfort dan hotel lainnya yang memiliki faslitas karaoke ada izin dari Pemko Dumai, tapi ingat izin buka karaoke itu peraturannya sampai jam berapa?. Seingat saya hanya sampai jam 1 malam dan jam 2 malam khusus pada malam minggu saja, tapi informasi yang kita dengar mereka buka sampai pagi, "sebut Jon Darwis beberapa hari yang lalu.

Dia juga mengatakan, karena pada saat ini Kota Dumai memperingati hari ulang tahun ke 16 dan Dumai Expo selama satu minggu banyak tamu dari luar daerah yang datang ke Dumai, maka dari itu dirinya berharap aparat lebih mengawasi hotel dan juga karaoke-karaoke yang ada di Kota Dumai.

"Ya, kota Dumai saat ini sedang merayakan hari ulang tahun ke 16 dan pameran Dumai Expo selama satu minggu, tentu banyak tamu dari daerah lain yang datang, jangan sampai hotel dan tempat hiburan karaoke-karaoke yang ada di Dumai membuat malu Kota Dumai, "tegasnya.

Jon Darwis juga minta aparat penegak Perda Dumai agar menindak hotel dan tempat karaoke lainnya yang tidak mematuhi aturan. " Kita juga minta aparatur pemerintah Kota Dumai mengawasi ini dengan ketat. Melalui usaha ini memang kota Dumai juga mendapat pemasukan PAD melalui Pajak, tapi tentu ada batasan jam bukanya sesuai ketentuan dalam Perda Dumai, " kata Jon Darwis.

Jon Darwis menambahkan, pelaku usaha perhotelan yang memilki fasiltas karaoke di kota Dumai hanya hotel Comfort dan hotel Granz Zuri saja selain dari hotel tersebut tidak memiliki fasilitas karaoke.

Sebelumnya, Arifin warga sekitar juga mengatakan tentang hal tersebut. Mereka sering mendengar musik karaoke milik hotel tersebut jalan hingga subuh.

" Kami tau tapi kami tak dapat melakukan apa-apa karena inikan tugasnya Pemko Dumai dan instansi terkait lainnya. Kalau masyarakat yang bertindak nanti malah disalahkan, padahal pihak pelaku usaha karaoke jika tak diawasi malah semakin menjadi-jadi, "katanya.

Terkait hal ini, pihak hotel Comfort ketika dihubungi belum bisa memberi jawaban. " Maaf pak saya tidak mengada-ngada, saya lagi sibuk, saya masih belum bisa diganggu, mohon pengertian, "sebut GM hotel Comfort Dumai Suryana melalui pesan singkat dari telepon selulernya. (Ocu/red)

Keterangan foto: Hotel Comfort yang terletak di jalan Jendral Sudirman Dumai diduga buka karaoke menyalahi aturan.

Bayar Ansuran dan Denda Lewat Alfamart, Nasabah FIF Diduga Merugi

Written By Tribun Riau on Jumat, 24 April 2015 | 15.20

Tribunriau, DUMAI-
Beberapa Nasabah atau klien di PT Federal International Finance (FIF) Kota Dumai merasa dirugikan setelah membayar ansuran kredit plus dendanya melalui minimarket Alfamart. Pasalnya, denda yang telah dibayar melalui minimarket yang sedang menjamur itu tidak terhitung lunas di administrasi FIF.

Menurut sumber terpercaya di FIF yang tak ingin namanya disebutkan, Jumat (24/4/15) banyak kliennya yang merasa dirugikan oleh Minimarket tersebut. "Klien bilang, ia sudah membayar ansuran beserta denda di Alfamart, namun di pembukuan administrasi kantor FIF, kami hanya menemukan pembayaran ansuran, tidak dengan dendanya seperti yang dikatakan klien," ungkapnya.

Dilanjutkannya, klien yang merasa sudah membayar lewat minimarket tersebut tentu tidak terima dengan pembukuan administrasi kantor FIF. "Banyak yang protes ke kantor, marah-marah karena merasa sudah membayar di minimarket Alfamart," jelasnya.

Tidak terima dengan hal itu, pihak FIF pun pernah bertanya ke pihak Alfamart setempat terkait masalah tersebut. "Kami sudah temui pihak Alfamart, mereka bilang tidak mengerti kenapa hal tersebut bisa terjadi, karena sistem di Alfamart berjalan secara terpusat," tambahnya.

Parahnya lagi, ada beberapa klien yang mendapati jumlah dendanya tidak sama dengan nominal yang tertera di pembayaran minimarket Alfamart. Bahkan jumlah denda tersebut dua kali lipat nilainya dari yang seharusnya.

Pihak Alfamart melalui Moriah Tobing ketika dihubungi Tribunriau via seluler mengatakan pihaknya akan memproses keluhan yang dialami konsumen dengan syarat membawa struk yang asli.

"Kita akan memproses keluhan konsumen, dengan syarat menunjukkan bukti struk yang asli," ujarnya.

Ditambahkannya, jika hanya "merasa" sudah membayar, pihaknya juga sulit untuk memproses hal tersebut.

"Kami tidak tahu siapa yang lalai, apakah konsumen sudah bayar atau belum, atau petugas kami yang lalai, dengan struk tersebut, bisa dilihat di mana yang salah dan kami pasti akan memprosesnya," jelasnya. (isk)

Penyimpanan Bocor, 500 Kg Minyak Goreng PT Wilmar Tumpah ke Parit Hingga Rugi Ratusan Juta Rupiah

Written By Tribun Riau on Minggu, 19 April 2015 | 17.04

Tribunriau, DUMAI -
Sekitar 500 Kg minyak goreng siap kemas milik PT Wilmar tumpah ke parit Jalan Yos Sudarso setelah mengalami kebocoran di tempat penyimpanan, Minggu (19/4) pagi.

Warga Kelurahan Datuk Laksamana Kota Dumai Riau pun tak mau ketinggalan untuk mengumpulkan minyak goreng tersebut.

Seorang warga setempat, Ria mengaku mengurungkan niat untuk berolahraga pagi dan memilih membantu orangtuanya mengumpulkan luberan minyak tersebut dengan alat ember dan kain atau busa.
   
"Awalnya mau olahraga sepeda, tapi karena banyak minyak kuning meluber ke parit tidak seperti biasa, jadinya ikut bantu orangtua karena lumayan bisa dijual," katanya, Ahad (19/4).
   
Dia mengaku, ketika masyarakat mulai mengumpulkan minyak sejak pagi hingga pukul 08.00 WIB dari dalam parit, banyak petugas keamanan dari PT Wilmar bolak balik mengawasi.
   
Luberan minyak yang diduga milik PT Wilmar Dumai ini dianggap warga setempat merupakan berkah karena hasil pengumpulan bisa dijual seharga Rp4 ribu per kilogram ke pihak penampung.
   
"Lumayan dapat rezeki walaupun sedikit karena banyak warga yang mengumpulkan minyak ini," sebutnya.
   
Warga lain mengaku minyak kuning meluber ke parit ini berasal dari dalam pabrik PT Wilmar yang terbawa arus air pasang laut sehingga mengaliri saluran pembuangan air di pinggir jalan Datuk Laksamana tersebut.
   
"Beberapa polisi kami lihat berdiri di areal pabrik Wilmar, mungkin saja karena minyak yang meluber ke parit ini," ungkap warga.
   
Camat Dumai Kota, Budi Hasnur ketika dikonfirmasi menyebutkan belum dapat memastikan perusahaan sumber minyak kuning yang tergenang di parit ini, namun secepatnya akan ditelusuri.
   
"Belum tau darimana sumber minyak, tapi saya sudah bertanya langsung ke pihak Wilmar dan mereka janji akan segera mengecek," sebut dia.

Secara terpisah, Humas PT Willmar, Marwan mengatakan, Tumpahan Minyak Goreng siap kemas tersebut diakibatkan terjadinya Human Error. Selain itu berdasarkan hasil Audit jumlah tumpahan minyak mencapai 500 Kilogram. "Jumlah tumpahan 500 Kilogram dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah," jelasnya. (isk)

Puluhan Wartawan Gelar Aksi Damai di Pengadilan Negeri Dumai

Written By Tribun Riau on Jumat, 17 April 2015 | 01.59

Tribunriau, DUMAI-
Menyikapi arogansi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Dumai, puluhan wartawan dari media online, tv dan cetak menggelar aksi damai di depan Kantor Pengadilan Dumai Jalan Bukit Datuk Lama, Kamis (16/4).

Sikap arogan Ketua PN Dumai, Hermawansyah ini dialamatkan pada beberapa wartawan yang saat itu sedang bertugas meliput sidang perdata pada Rabu (15/4).

Namun, wartawan yang saat itu sedang bertugas sebagian diusir oleh Ketua PN Dumai yang juga Ketua Hakim, parahnya lagi, seakan tak percaya, wartawan diminta untuk mengeluarkan kartu pers dan identitas diri untuk memastikan.

Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando pada orasinya menyampaikan, sesuai UU No.40 tahun 1999 tentang pers pada Pasal 4 ayat 1 dan 2 tertuang bahwa kemerdekaan pers dijamin tanpa ada pembredelan. 

"Lalu pada ayat 3 kami dijamin untuk menyebar luaskan informasi. Dan pada pasal 8 para jurnalis dapat melaksanakan tugas profesinya serta mendapat perlindungan hukum. Kami pun menyampaikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab. Kami punya Kode Etik Jurnalistik yang terdapat pada 17 Pasal yang mesti dipatuhi," ujarnya seraya menjelaskan UU dan kode Etik Pers. 

Dijelaskannya, pihak terkait mestinya tahu tentang UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik. Maka masyarakat punya hak untuk mendapatkan informasi. 

"Pers bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat dan pemberitaan tidak memihak. Selagi sidang terbuka untuk umum, kami punya hak untuk melakukan tugas peliputan. Jangan ada pembatasan informasi maupun intimidasi dalam peliputan di Pengadilan Negeri Dumai," ujarnya dengan tegas. 

Akhirnya Meminta Maaf
Setelah beberapa jam berorasi dengan kawalan dari kepolisian, Ketua PN Dumai akhirnya meminta tiga delegasi untuk bertemu dengannya. Meski sempat menolak, akhirnya rekan-rekan pers berbesar hati dan mengutus 3 delegasinya untuk bertemu dengan Ketua PN Dumai.
Setelah melakukan pertemuan sekitar 10 menit, akhirnya Kepala PN Dumai Hermawansyah berkenan menemui seluruh insan pers yang melakukan orasi. 

Dalam klarifikasinya, Kepala Pengadilan Negeri awalnya mengelak bahwa dirinya telah melakukan tindakan yang dinilai para pewarta terkesan arogan dan melecehkan profesi wartawan. 

"Saya tidak ada melakukan pembatasan informasi maupun intimidasi kepada wartawan dalam peliputan di Pengadilan Negeri Dumai," ujar Hermawansyah di depan puluhan insan pers. 

Namun pernyataanya ketua PN Dumai dibantah oleh salah seorang wartawan televisi TVRI Toni, dikatakannya, tindakan yang dilakukan oleh kepala PN meminta kartu pers hingga kartu identitas perwarta seolah-olah tidak percaya, dan menduga kartu pers tersebut dapat dimanipulasi. 

"Kartu pers kita ini dikeluarkan oleh kantor, dan kartu pers kita bukan untuk main-main yang bisa dicetak sembarang tempat," ujar Toni sedikit emosi. 

Namun bantahan tersebut masih dinafikan oleh Ketua PN dengan berbagai alasan dan menyebut hal itu terjadi dikarenakan diskomunikasi dan etika para pewarta dalam peliputan. 

Sontak pernyataan Ketua PN membuat insan pers emosi, dan salah satu pewarta media cetak Iwan menyampaikan, bahwa dirinya sejak 2009 berposko di Pengadilan Negeri Dumai, namun hal semacam itu tidak pernah ditemukan.

"Saya posko disini sejak tahun 2009, namun hal seperti ini tidak pernah terjadi. Selain itu Ketua PN menyebutkan terjadinya diskomunikasi, sebelumnya saya bersama wartawan lainnya telah berkoordinasi dengan Wakil Ketua PN dan Humas PN Dumai untuk berkenalan dengan Ketua PN, namun hal itu tidak ditanggapi oleh Ketua PN," ungkap Iwan.

Selama beberapa menit berdalih, akhirnya kata maaf terlontar dari mulut ketua PN Dumai. Hal itu sontak membuat suasana ruangan menjadi riuh, sebab ucapan maaf dari ketua PN yang ditunggu-tunggu oleh awak media. Usai permintaan maaf PN Dumai tersebut, insan pers mulai meninggalkan lokasi. (isk)

Peredaran Minol, Disperindag Dumai Sidak Minimarket

Written By Tribun Riau on Kamis, 16 April 2015 | 16.00

Tribunriau, DUMAI -
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Dumai akan melakukan sidak ke sejumlah Minimarket yang ada di Kota Dumai. Hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti keputusan Kementerian Perdagangan (Kemendag) No.6/M-DAG/PER/4/2015 tentang pengawasan terhadap peredaran atau penjualan minuman beralkohol (Minol).
"Sesuai keputusan Kemendagri
tentang pengawasan peredaran atau penjualan minuman beralkohol di Minimarket dan di kedai-kedai penjual barang harian, kami akan melakukan sidak," kata Kepala Disperindag melalui Kabid Perdagangan Kota Dumai Khamaruddin, Rabu (15/4).

Dikatakannya, Pemerintah Pusat melalui Kemendag telah mengeluarkan surat edaran ke daerah-daerah untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran Minol di Minimarket dan tempat perbelanjaan lainnya yang dianggap tidak layak memperjualbelikan Minol.

"Kita sudah mengedarkan surat pemberitahuan sebelumnya kepada pihak Minimarket dan kedai-kedai bahwa sudah tidak diperbolehkan lagi menjual Minol. Jika masih kedapatan nantinya, kita deadline selama 14 hari untuk melakukan penarikan barang-barang tersebut," jelas Kamaruddin.

Kamaruddin menegaskan bahwa peraturan yang dikeluarkan Kemendag tersebut, efektif berlaku mulai 16 April 2015. Dengan berlakunya aturan ini maka penjualan minuman beralkohol tipe A dengan kadar alkohol di bawah 5 persen tidak bisa lagi ditemui di minimarket maupun di kedai-kedai barang harian, dan Minol hanya bisa dijual di Hipermarket.

"Walaupun sebelumnya sudah ada izin dan masih berlaku, namun setelah ada Permendag No.6/M-DAG/PER/4/2015 izin tersebut sudah tidak berlaku dan tidak boleh lagi menjualnya," ungkapnya.

Menurut Kamaruddin, Pemerintah Kota Dumai sangat mendukung sekali kebijakan Kemendag RI tersebut. Karena tujuannya cukup jelas agar Minol tidak beredar bebas di tengah-tengah masyarakat. "Jika minimarket dan kedai-kedai barang harian dibebaskan menjual Minol, tentu saja ini sama dengan memudahkan anak-anak remaja untuk membeli dan meminum minuman beralkohol," sebut Kamaruddin.

Saat ditanya terkait sanksi terhadap Minimarket dan kedai-kedai yang tidak mengindahkan peraturan itu, Khamaruddin menjelaskan akan ditetapkan oleh pemerintah setempat. Namun sesuai surat edaran yang disampaiakan Kemendag RI, sebelum menerapkan aturan dan sanksi, agar melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha. "Aturan ini bertujuan untuk menjaga peredaran minol agar tidak mudah dijangkau oleh kalangan di bawah umur," tutupnya. (rhi/isk)

Polres Dumai Buru Pelaku Pembunuhan Warga Sidomulyo Dumai

Written By Tribun Riau on Jumat, 10 April 2015 | 07.42

Tribunriau, Dumai-
Polisi Resort (Polres) Dumai hingga kini masih memburu pelaku Pembunuhan sadis yang terjadi di Jalan Sidomulyo Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan, Rabu (1/4) kemarin, diduga pelaku pembunuhan tersebut dilakukan oleh satu orang.

"Kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, dugaan sementara pelaku hanya satu orang," ujar Kapolres Dumai AKBP Tonny Hermawan R SIK melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Bimo Ariyanto SH SIK, Kamis (9/4). 

Ditambahkan Bimo, pihaknya belum mencium adanya indikasi pelaku lain, saat ini masih fokus mengejar pelaku yang menjadi target jajarannya. 

"Untuk saat ini belum ada indikasi tersangka lain, kita masih memburu target kita," katanya.

Informasi di sekitar lokasi kejadian yang berhasil dihimpun, sebelum korban Murayani ditemukan bersimbah darah di kamarnya, warga setempat sempat mendengar pertengkaran hebat antara korban dan suaminya. Kuat dugaan, Murayani dihabisi oleh suaminya. 

Selain itu, keharmonisan rumah tangga pasangan suami istri yang belum dikarunia anak itu telah mulai runyam setahun belakangan ini. Bahkan kabar angin yang beredar di sekitar rumah korban kedua sempat untuk mengakhiri bahtera rumah tangga. 

Seperti yang disampaikan adik korban Doni mengungkapkan, ketentraman mahligai rumah tangga kakaknya tersebut tidak harmonis lagi, dan keduanya sering bertengkar.

"Rumah tangga Kakak (Korban, red) sudah lama tidak harmonis, bahkan kakak sudah sering meminta bercerai dengan suaminya, namun suaminya tidak mau," kata Doni. 

Doni juga mengatakan, pertengkaran keduanya kerap terjadi dikarenakan api kecemburuan.

"Kakak sering diancam oleh suaminya dengan menuliskan kata-kata di dinding rumahnya," tukasnya. 

Namun demikian, semua informasi yang beredar masih menjadi teka-teki siapa pelaku pembunuhan tersebut. (rhi/isk)

PWI Dumai Periode 2014-2017 Resmi Dilantik

Written By Tribun Riau on Kamis, 09 April 2015 | 01.10

Tribunriau, DUMAI-
Dengan mengangkat tema "Implementasi Kebebasan Pers untuk Rakyat dengan Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan", acara pelantikan Pengurus PWI Periode 2014-2017 berlangsung sukses di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung Jalan Putri Tujuh Dumai, Selasa (7/4/15) yang dimulai pada pukul 20.00 WIB.

Ketua PWI Dumai, Kambali dalam sambutannya mengatakan, PWI sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi demi lancarnya acara yang dimaksud.

Dengan tema Profesionalisme Wartawan tersebut, dikatakannya, PWI telah memprogramkan beberapa pelatihan yang akan menunjang keprofesionalan wartawan.

"Kita telah memprogramkan beberapa pelatihan, baik itu untuk internal maupun untuk eksternal, pelatihan ini nantinya diharapkan dapat menambah ilmu jurnalisme bagi kita dan masyarakat umumnya," ujarnya.

Kambali juga sempat mengkritik beberapa pihak yang tak ingin memberikan konfirmasi kepada rekan-rekan wartawan yang berujung terjadinya salah paham antara sumber dan pengelola media.

"Terkadang, ada beberapa sumber yang tak mau dikonfirmasi, dan akhirnya berujung dengan hasil berita yang tak berimbang, kita sangat  berharap agar sumber dapat memberikan konfirmasi agar dikemudian hari tidak terjadi kesalahpahaman," katanya yang diiringi tepuk tangan hadirin.

Di sela-sela acara, Sekretaris PWI Dumai, Darwis Joon Viker mengatakan dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah berkontribusi dan membantu hingga acara pelantikan berlangsung sukses.

"Kita mengucapkan terima kasih bagi pihak yang telah membantu terselenggaranya acara pelantikan ini, juga kepada para hadirin yang telah sudi meluangkan waktu untuk hadir di acara insan pers ini," ujarnya. (isk)

Keterangan foto: Foto bersama pengurus PWI Dumai dengan perwakilan SPS Pusat, H Yusrizal Koto (baju putih) serta undangan lainnya. (foto Toy Jepreter)

Dugaan Kepemilikan 1Kg Sabu, Anak Mantan Anggota DPRD Riau Terancam Hukuman Mati

Written By Tribun Riau on Rabu, 08 April 2015 | 07.55

Tribunriau, DUMAI-
Anak Mantan Anggota DPRD Riau, DN (35) bersama rekannya DA (24) terancam hukuman mati setelah sebelumnya ditangkap Polres Dumai, Kamis (2/4/15) kemarin dengan dugaan kepemilikan 1Kg narkotika jenis sabu dan 490 butir pil ekstasi.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Dumai AKBP Tonny Hermawan R sIK melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Bimo Ariyanto kepada wartawan pada konfrensi Pers, Senin (6/4/15) kemarin di halaman Mapolres Dumai.

"Atas kepemilikan dan keterlibatan peredaran narkotika yang diduga jaringan internasional di Kota Dumai, kedua tersangka terancam hukuman mati. Pasalnya, sesuai mekanisme hukum yang sudah diterapkan, dimana pelaku secara sengaja memiliki narkotika bukan jenis tanaman dengan jumlah besar," ujar AKP Bimo Ariyanto.

Dijelaskannya, pengungkapan kasus tersebut bermula dari tertangkapnya tersangka DA yang diketahui baru saja mengambil barang haram tersebut di salah satu pelabuhan tikus Kota Dumai, tepatnya di Kecamatan Medang Kampai.

Sementara itu, lanjut Kasat menjelaskan, saat dilakukan pengembangan asal-muasal barang haram tersebut, tersangka DA mengaku bahwa narkotika yang diambil merupakan pesanan dari tersangka DN. Dengan modal informasi ini, pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap DN.

Kurang dari 24 jam, petugas kepolisian berhasil meringkus tersangka DN di Hotel Wisata, Kamis (2/4/15) siang. Namun, dalam penangkapan DN tersebut, polisi tidak menemukan barang bukti. 

Tapi pada saat polisi memperlihatkan barang bukti narkoba bersama tersangka DA yang telah ditangkap, DN tak dapat mengelak. "Dari tangan tersangka DN kita tidak menemukan barang bukti narkotika, namun di dalam telephon genggamnya tersimpan pesan singkat yang menguatkan barang haram tersebut dipesan olehnya," ucap AKP Bimo.

Ditambahkan Bimo, mengenai asal usul barang haram tersebut, pihaknya menduga pelaku memesan dari negara Jiran dan diindikasi terlibat jaringan narkoba internasional. Sebab, untuk mendapatkan barang haram itu, pelaku mengambilnya dari lintas negara.

"Kita mengindikasi kedua pelaku ini jaringan narkoba internasional. Informasi yang berhasil kita terima, bahwa pelabuhan Selingsing itu sudah sering dilakukan pelaku untuk penjemputan narkoba yang didatangkan dari pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis," jelas Bimo. (isk)

Setelah Harga Naik, Kini BBM Langka?

Written By Tribun Riau on Selasa, 07 April 2015 | 13.43

Tribunriau, DUMAI,
Bagaikan jatuh tertimpa tangga, mungkin pribahasa tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan
Naiknya harga bahan bakar jenis premium dan solar beberapa waktu diikuti dengan langka-nya BBM tersebut.

Pantauan Tribunriau, Selasa (7/4/15) di beberapa SPBU di kota Dumai, tertulis "Premium Habis". Salahsatunya adalah SPBU di Jalan Budi Kemuliaan.

Salah seorang konsumen pun merasa jengkel dengan keadaan seperti ini, dikatakannya bahwa pemerintah akan mengupayakan untuk tidak terjadinya kelangkaan BBM, dengan solusi menaikkan harga.

"Dulu, katanya pemerintah atau pengamat di media televisi mengatakan salah satu faktor langka-nya BBM adalag harga yang murah, dan sempat beredar di media sosial statemen biar sedikit mahal tapi tidak langka," kesal Ricky salah seorang konsumen BBM jenis premium untuk kendaraan roda duanya yang diketahui tinggal di Kecamatan Dumai Kota.

Ditambahkannya, ia tidak mengerti kondisi harga BBM yang naik turun, parahnya lagi turun sedikit dan naiknya tajam.

"Ntah bagaimana, kok bisa turun naik, turun sedikit naiknya selangit, eh malah langka... kacau bang negeri ini," ungkapnya dengan nada kesal sembari mencoba tertawa kecil menyikapi kebijakan pemerintah.

Parahnya lagi, harga BBM jenis premium di eceran Rp10ribu per liter. Bukan bermaksud menghalangi pedagang eceran, namun yang membuatnya bingung, kenapa stok di eceran selalu ada, sedangkan di SPBU habis.

"Bukan ingin menghalangi rejeki pedagang eceran, namun sepertinya BBM jenis premium sepertinya diborong, terlebih adanya info bahwa harga BBM akan naik lagi karena terpuruknya nilai rupiah," ujarnya.

Terakhir, ia berharap agar pihak yang berwenang dapat mengontrol penjualan minyak di SPBU, serta dapat mengambil kebijakan yang lebih mementingkan rakyat. (isk)

keterangan foto: ilustrasi

Hari ini, Pengurus PWI Dumai Periode 2014-2017 Dilantik

Tribunriau, DUMAI-
Pelantikan pengurus PWI periode 2014-2017  akan digelar hari ini, Selasa (7/4/15) yang akan dilaksanakan di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung Jalan Putri Tujuh Dumai, acara dimulai sekitar pukul 19.30 WIB.

Pelantikan tersebut direncanakan akan dibuka langsung oleh Walikota Dumai, H Khairul Anwar dan turut dihadiri oleh beberapa pengurus PWI Provinsi Riau.

Salah seorang pengurus yang akan dilantik, Darwis Joon Viker yang akrab disapa Jon mengatakan, dengan pelantikan ini, semoga masing-masing pihak di Kota Dumai dapat bersinergi dengan wartawan yang merupakan corong informasi.

"Kita berharap, dengan pelantikan ini semua pihak dapat bersinergi, khususnya ia meminta kepada seluruh perusahaan dan pemerintah dengan perusahaan media agar informasi pembangunan kota Dumai dapat diketahui oleh masyarakat," katanya kepada Tribunriau.com.

Ditambahkan Jon yang belakangan diketahui akan dilantik sebagai Sekretaris, pengurus periode sekarang memiliki beberapa target dalam program kerjanya dan berharap semua anggota dapat bahumembahu untuk terlibat dalam perealisasiannya.

"Kita punya target dalam 3 tahun ini sudah menyiapkan kantor PWI yang permanen," ungkapnya dengan yakin bahwa hal tersebut akan terwujud jika rekan-rekan turut membantu.

Berikutnya, untuk mensejahterakan anggota PWI, pengurus berupaya merencanakan akan membentuk kelompok tani yang juga merupakan visi pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan.

"Harapan kita, tentunya anggota bisa sejahtera, kita akan berupaya membuat kelompok tani yang juga merupakan salah satu program pemerintah pusat dalam upaya mewujudkan swasembada pangan," ujarnya.

Terakhir, Jon berharap acara pelantikan yang akan digelar malam nanti berjalan sesuai harapan dan tidak mengalami kendala.

"Semoga acara berjalan lancar, kita juga meminta dukungan dari rekan-rekan dan mitra PWI yang telah berkontribusi pada acara ini," tutupnya.(isk)

Ahmad Mipon Bantah Palsukan  Sertifikat Lahan Pasar Melayu Batam

Written By Tribun Riau on Senin, 06 April 2015 | 13.47

Tribunriau, BATAM-
Pemilik PT Tiara Mantang, Ahmad Mipon membantah setelah dikatakan memalsukan setifikat lahan dan bangunan serta menguasainya pada Kasus sengketa lahan yang terdiri dari beberapa rumah toko (Ruko) dan area pasar Melayu di daerah kelurahan Bukit Temoayan kecamatan Batu Aji.

Bantahan tersebut keluar setelah penggugat Hadis Lani  H. Abdil Malik yang memohon untuk mendapatkan lahan melalui HPKP Hiimpunan Pengusaha Kecil Pribumi) kepada Otorita Batam, menyatakan  bahwa Ahmad Mipon sebagai pemilik PT. Tiara Mantang memalsukan sertifikat lahan dan bangunan serta menguasainya.

Ahmad Mipon dengan tegas menyatakan  memiliki semua dokumen asli  kepemilikan lahan dan bangunan Pasar Melayu dengan luas 3,6 Hektare.

"Pihak penggugat tidak mengakui  menjual lahan itu kepada saya selaku developer dengan jumlah Rp1.059.200.000 dan mereka sudah menerima duitnya, semua bukti kwitansinya ada, mereka menggugat Otorita Batam dan BPN, mereka mengatakan bahwa Otorita Batam dan BPN salah dalam penerbitan IP PL, apa mungkin  bisa terjadi?, justru mereka tidak memiliki satupun dokumen yang asli," ujar Ahmad Mipon kepada Tribunriau.com di kantornya Kawasan  l Baloi Batam.

Untuk diketahui, pada kasus ini, tak hanya Ahmad Mipon pemilik PT Tiara Mantang yang menjadi tergugat, BPN dan Otorita Batam juga digugat karena diduga salah menerbitkan IP PL. Kasus ini masih bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Sekupang, Batam. (pilian)

Foto: Ilustrasi

Diduga Bandar Narkotika, Anak Mantan Ketua DPRD Diciduk

Tribunriau, Dumai-
Diduga sebagai bandar narkotika, anak mantan ketua DPRD Dumai, DN diciduk tim Opsnal Satnarkoba Polres Dumai, Jumat (3/4/15) di salah satu hotel berbintang yang berada di Jalan Sultan Syarif Kasim Kota Dumai.

Ditangkapnya tersangka DN ini merupakan hasil pengembangan terhadap penangkapan tersangka berinisial Da pada Kamis (2/4/15). Da diamankan pihak Polsek Medang Kampai setelah tertangkap tangan memiliki, menyimpan dan menguasai narkotika sebanyak 1 Kg sabu dan 400 butir ekstasi.

Keterangan yang berhasil dihimpun saat penangkapan DN, tersangka juga ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi, namun hingga saat ini pihak kepolisian masih belum memberikan informasi terkait penangkapan tersangka.

Dn juga diindikasikan menyediakan dana untuk pembeliaan narkotika dari negeri jiran Malaysia untuk dibawa ke Dumai dari jalur laut dan diedarkan di Kota Dumai. (isk)

Pergi Ambil Obat Stroke, 1 Rumah di Bukit Barem I Dumai Ludes

Written By Tribun Riau on Kamis, 02 April 2015 | 01.44

Tribunriau, DUMAI -
Ditinggal sesaat untuk mengambil obat, rumah panggung dengan pemilik bernama Teguh di Kelurahan Bukit Batrem I Kecamatan Dumai Timur ludes dilalap si jago merah, Rabu (1/4) sekitar pukul 11.30 WIB.

Dikatakan Teguh, dirinya memang meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, hal itu dilakukannya untuk mengambil obat stroke yang dideritanya.

"Memang pada saat kejadian, rumah saya sedang dalam keadaan kosong yang memang saya tinggal sebentar untuk pergi mengambil obat atas penyakit struk yang saya derita ini," ujar Teguh.

Setibanya di tempat pengambilan obat, lanjut Teguh menceritakan, dirinya menerima telpon dari warga setempat bahwa tempat tinggalnya telah terbakar, tanpa pikir panjang, Teguh lantas bergegas pulang ke rumahnya.

"Setibanya di rumah, saya hanya dapat melihat dan meratapi, tempat yang selama ini telah saya jadikan sebagai tempat berlindung dan beteduh hanya bersisakan puing-puing sisa kebakaran yang menghabiskan seisi rumah tanpa sisa sedikitpun," tutupnya.

Warga setempat, Ani (38) mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 11.15 WIB, dimana saat api mulai melalap rumah yang dominan berbahan dasar kayu itu, sebelumnya sempat terjadi ledakan yang menghasilkan dentuman cukup keras. Dugaan kuat ledakan itu berasal dari tabung gas yang tedapat di rumah tersebut.

"Kita tidak tahu persis awal kejadian kebakaran ini, namun yang kita tahu api sudah mulai membakar seisi rumah yang berasal dari belakang rumah pak Teguh," kata Ani.

Ani juga mengatakan, saat kebakaran berlangsung dirinya berserta warga setempat telah berupaya untuk menyelamatkan barang-barang dan perabotan yang berada didalam rumah, namun dikarenakan api yang begitu besar dan cepat menyebar keseluruh bangunan rumah tersebut membuat warga tidak dapat berbuat banyak.

"Saat kita membuka pintu belakang rumah, api sudah mengelilingi semua ruangan yang membuat kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi," ucapnya. (isk)

Pemko Dumai Gelar Bimtek Pembuatan LPj Bantuan Keuangan Parpol

Written By Tribun Riau on Selasa, 31 Maret 2015 | 21.06

Tribunriau, DUMAI -
Pemerintah Kota Dumai melalui Bagian Administrasi Pemerintahan Umum menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek)  Pembuatan Laporan Pertanggungjawaban Bantuan Keuangan Parpol TA. 2015 di gedung Kwarcab Pramuka Dumai Jalan Kesehatan Kelurahan Teluk Binjai Dumai Timur, Selasa (31/3/15).

Kegiatan tersebut untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan pehamanan kepada partai politik (Parpol) tentang tata cara penghitungan, penganggaran dalam APBD, pengajuan, penyaluran, dan laporan pertanggungjawaban penggunaan bantuan keuangan Parpol yang berasal dari dana APBD Kota Dumai.

Bimtek yang dikhususkan bagi kader Parpol itu dibuka secara resmi oleh Walikota Dumai yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Dumai H.Dermawan,S.Sos.

"Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi Parpol dalam pengelolaan bantuan keuangan Parpol yang berasal dari APBD Kota Dumai, serta meningkatkan kualitas laporan pertanggungjawaban bantuan keuangan Parpol yang mendapat kursi di DPRD Dumai tahun 2015," jelas Kabag Administarsi Pemerintahan Umum Kota Dumai Muhammad Fauzan,S.Sos.

Menurutnya, materi yang akan diberikan kepada peserta antara lain tentang kebijakan pemerintah tentang bantuan keuangan kepada Parpol, mekanisme tata cara pengajuan dan penyaluran bantuan keuangan Parpol, serta penyusunan laporan pertanggungjawaban bantuan keuangan Parpol, kewajiban perpajakan bagi bendahara, dan tata cara pembukuan. Sedangkan pematerinya ataupun narasumbernya langsung didatangkan dari Kesbangpol Kemendagri RI yakni, Cahyo Ariawan.

"Bimtek ini dilaksanakan selama satu hari dan diikuti sebanyak 60 orang peserta dari 12 Parpol yang mendapat kursi di DPRD Dumai. Sedangkan pematerinya berasal dari Kesbangpol Kemendagri RI, Cahyo Ariawan," ujar Fauzan.

Walikota Dumai dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I H.Dermawan mengatakan bahwa bimtek tersebut sangat penting dilaksanakan, terutama bagi pengelolaan keuangan Parpol yang bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Daerah.

Dikatakannya, para Parpol memerlukan informasi yang komprehensif terkait aktualisasi kompetensi dalam menjalankan setiap tugas dan fungsi yang diberikan. Diantaranya adalah pengajuan, penyaluran dan pembuatan laporan pertanggungjawaban keuangaan terhadap penggunaan bantuan keuangan pemerintah kepada Parpol.

Ia berharap, melalui kegiatan bimtek tersebut dapat memberikan hasil yang optimal terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang sistem dan mekanisme pengelolaan keuangan sesaui dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Dermawan, Parpol dianggap penting mengingat sistem penyaluran aspirasi secara langsung dianggap tidak efesien karena tingginya tingkat populasi penduduk serta dibatasi oleh ruang geografis yang luas.

"Melalui Parpol, kualitas demokrasi akan lebih dewasa, dengan mengutamakan penyelesaian masalah bangsa secara konstitusional, dialogis, dan konstruktif," ujarnya. (isk)

Pemko Dumai Anggarkan RLH 65 Unit

Written By Tribun Riau on Selasa, 24 Maret 2015 | 22.38

Tribunriau, DUMAI -
Tahun 2015 ini, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) kembali menyiapkan anggaran untuk pembangunan 65 unit Rumah Layak Huni (RLH) type 36 bagi warga miskin ataupun kurang mampu. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2014 lalu.

Dikatakan Kepala Dinas PU Jhoni Hamdani, penurunan jumlah RLH yang dianggarkan oleh Pemko diakibatkan penurunan anggaran, sehingga Dinas PU hanya mencoba menyesuaikan.

"Pada tahun sebelumnya, kami sudah merealisasikan 100  RLH dan kembali merencanakan pembangunan RLH di tahun ini dengan jumlah yang memang lebih sedikit dibandingkan tahun 2014 lalu, yakni 65 unit RLH," katanya, Selasa (24/3).

Dijelaskannya, RLH ini akan direalisasikan secara profesional di seluruh Kelurahan yang ada di Kota Dumai, akan tetapi karena anggaran dan jumlah yang memang terbatas, maka realisasi RLH akan dibagi-bagi secara bergiliran. "Jadi, bisa saja disatu Kelurahan tersebut mendapat jatah 2 hingga 3 unit RLH," paparnya.

Masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan RLH ini, dilanjutkannya harus memiliki syarat dan pihak PU juga akan survey ke lapangan.

"Tentu, dengan syarat utama warga ini harus memiliki tanah. Jadi rumah tersebut dibangun di atas tanah mereka sendiri, namun bangunan rumahnya yang gratis yakni didanai Pemerintah setempat melalui APBD," katanya.

Ditambahkannya, meskipun anggaran untuk RLH Dumai menurun, namun Kota Dumai juga mendapat bantuan dari provinsi yang belum diketahui jumlahnya.

"Dari provinsi ada, akan tetapi saya tidak mengetahui pasti berapa jumlahnya. Mengenai pendataan, agar ini tepat sasaran, Pemko Dumai tentunya mengambil data warga miskin tersebut dari data masyarakat Miskin Kota yang selanjutnya akan dilakukan seleksi dan tinjauan lapangan apakah sesuai atau tidak dengan melibatkan pihak Kelurahan dan RT setempat," ungkapnya.

Pihaknya berharap, dengan program pembangunan RLH ini, kita berharap masyarakat terbantu dan dapat meningkatkan taraf hidup yang layak.

"Mudah-mudahan dengan adanya bantuan RLH ini, pemko Dumai dapat membantu atau meningkatkan taraf hidup layak bagi  masyarakat Dumai yang kurang mampu dan memang membutuhkan perhatian dan bantuan oleh Pemerintah Kota Dumai," ujarnya. (isk)

Kelurahan Bukit Datuk Wakili Dumai pada Lomba Goro Provinsi 2015

Tribunriau, DUMAI -
Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan dipercaya mewakili Kota Dumai untuk ikut serta pada Lomba Gotong Royong Masyarakat Tingkat Provinsi Riau 2015. Lomba tersebut dalam rangka memperingati dan menyambut pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2015.

Pada lomba ini, penilaian dilakukan oleh tim penilai lomba gotong royong masyarakat Provinsi. Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Walikota Dumai, Khairul Anwar didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Hamdan Kamal, Camat Dumai Selatan, Yusmanidar dan Lurah Bukit Datuk, Dasuki, Selasa (24/3/15) di kantor Lurah Bukit Datuk.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Hamdan Kamal dalam sambutannya mengatakan bersyukur dengan dilaksanakannya kegiatan yang diharapkan dapat memotivasi daerah dalam meningkatkan program pembangunan, khususnya dalam bidang keamanan dan kenyamanan serta meningkatkan semangat gotong royong.

"Selamat datang kepada tim penilai Provinsi di Kota Dumai. Kami berharap kepada tim penilai agar dapat memberikan penilaian secara obyektif dan ril dalam penilaian," harapnya.

Sementara itu, ketua tim penilai Ismed yang juga menjabat sebagai kepala badan pemberdayaan masyarakat Propinsi Riau, dalam sambutannya mengatakan gotong royong merupakan Budaya dan karakter bangsa Indonesia.

"Sebagai upaya mempertahankan dan membangkitkan kembali semangat gotong royong, pemerintah mengadakan lomba BBGRM yang diselenggarakan setahun sekali. Dan lomba ini untuk menyemangati masyarakat agar giat gotong royong," sebutnya.

Walikota Dumai, Khairul Anwar dalam sambutannya berharap Kelurahan Bukit Datuk dapat menjadi juara lomba BBGRM tingkat Provinsi sehingga dapat mewakili Riau ke tingkat Nasional.

Wako juga mengekspos biografi Kota Dumai, seperti menyampaikan jumlah penduduk Kota Dumai yang saat ini berjumlah sekitar 316 ribu jiwa. Kota Dumai terdiri dari 33 Kelurahan dan 7 Kecamatan, Dumai merupakan salah satu wilayah terluas di Indonesia.

"Meski APBD Dumai kecil, tapi kami semangat membangun Dumai. Terbukti pertumbuhan ekonomi Dumai sangat baik, begitu juga IPM Dumai tertinggi di Riau serta inflasi Dumai alhamdulillah di bawah rata-rata Nasional. Semua prestasi yang saya sebutkan tadi semoga menjadi nilai tambah yang dapat dipertimbangkan oleh tim penilai," ujarnya berharap. (isk)

"Hanya Satu Calon dari PAN, Abdul Kasim"

Written By Tribun Riau on Senin, 23 Maret 2015 | 19.00

Tribunriau, DUMAI-
Banyaknya isu yang beredar di tengah masyarakat kota Dumai terkait pecahnya PAN dalam hal penetapan calon Walikota Dumai ditepis ketua DPD PAN Kota Dumai.

Zainal Abidin selaku Ketua DPD PAN mengatakan hingga saat ini PAN sudah bulat mendukung satu kader terbaiknya untuk bertarung pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 yang akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.

Ditambahkannya, calon yang bakal diusung oleh partai berlambang matahari tersebut adalah Abdul Kasim, kader dari partai PAN yang berhasil menduduki kursi DPRD 3 periode berturut-turut.

"PAN tidak pecah, kita sudah bulat untuk mendukung saudara Abdul Kasim sebagai calon Walikota Dumai untuk maju di Pilkada 2015 ini," tegasnya pada acara deklarasi Hasrizal di kediamannya sebagai bakal calon wakil walikota mendampingi Abdul Kasim, Minggu (22/03/15).

Untuk bakal calon wakil walikota atau yang mendampingi Abdul Kasim, pihaknya menunggu hasil survey dari pengurus pusat.

"Untuk calon wakil, kita menunggu hasil survey dari pengurus pusat, kita tak serampangan memilih kandidat, ada beberapa tahapan yang harus dilewati untuk bisa menjadi pendamping saudara Abdul Kasim pada pemilu mendatang," ujarnya di hadapan pendukung bakal calon wakil walikota yang akan mendampingi Abdul Kasim.

Untuk visi misi partai, dilanjutkan Zainal, air bersih yang sudah terpasang namun belum berfungsi ini pada tahun 2017 dipastikan sudah dapat dinikmati oleh masyarakat.

"Kita ga muluk-muluk dengan visi misi, jika kita (PAN) menang, tahun 2017 air bersih sudah dapat dinikmati oleh masyarakat," janjinya dengan optimis hal tersebut akan terwujud.

Dirinya berharap, dukungan yang ada seperti masa pemilihan legislatif (pileg) lalu yang berhasil mendudukkan enam kader PAN dapat bertahan dan berharap dapat bertambah sehingga PAN berhasil menang pada pilkada 2015.

"Kita juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas terpilihnya 6 kader PAN yang kini duduk sebagai anggota DPRD Kota Dumai, dan kami berharap dukungan tersebut bisa bertambah pada saat pilkada Dumai mendatang," ujarnya berharap.(isk)

Hasrizal Bakal Dampingi Abdul Kasim pada Pilkada Dumai 2015

Tribunriau, DUMAI-
Demi mensejahterakan masyarakat Kota Dumai khususnya para pekerja buruh yang selalu mendapat perlakuan semena-mena oleh perusahaan, ketua DPC Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Hasrizal berniat maju pada Pilkada Kota Dumai yang akan dilaksanakan Desember mendatang.

Namun, majunya ketua DPC SBSI tersebut bukan sebagai bakal calon (balon) walikota. Hasrizal maju dengan mendampingi balon walikota dari PAN, Abdul Kasim.

Pernyataan itu disampaikan Hasrizal setelah mendapatkan dukungan penuh dari seluruh anggota SBSI Kota Dumai di kediamannya, Minggu (22/03/15) malam.

"Saya tidak akan maju bertarung pada Pilkada Dumai mendatang jika bukan kehendak kalian (anggota SBSI Dumai, red)," tegasnya di depan puluhan anggota SBSI Kota Dumai yang disambut sorak persetujuan.

Dirinya bahkan mengatakan akan merevisi perda yang mengatur ketenagakerjaan di Kota Dumai yang akan berpihak pada buruh dan juga adil terhadap perusahaan.

"Ketika kami (Abdul Kasim dan Hasrizal) insyaAllah terpilih mengemban amanah ini, prioritas kami akan merevisi perda ketenagakerjaan yang lebih fair, adil dan tidak merugikan buruh," janjinya kepada seluruh masyarakat yang hadir.

Abdul Kasim yang juga hadir pada acara tersebut dalam sambutannya mengatakan senang dan optimis menang jika dirinya didampingi oleh Hasrizal ditambah dukungan penuh dari SBSI Kota Dumai.

"Dengan adanya dukungan penuh dari saudara-saudara SBSI Dumai, saya optimis menang jika didampingi Bapak Hasrizal untuk bertarung pada Pilkada yang akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang," ungkapnya seraya mendapat tepuktangan dari seluruh masyarakat dan anggota SBSI Dumai yang hadir.

Dirinya juga menyatakan bahwa Ketenagakerjaan juga termasuk prioritas utama dalam visi misinya.

Ditambahkan balon dari PAN yang juga akrab dipanggil Wak Kasim ini, dirinya berharap agar dukungan ini juga disampaikan pada tetangga, teman dan keluarga agar porsi kemenangan dapat lebih besar. (isk)

POLLING BALON WAKO DUMAI

Komentar Anda

Iklan Baris "GRATIS"





Aneka Sablon

Menerima order Undangan Nikah, Banner, Kalender, Merk/Papan Nama, dll.
Alamat: Jl. Nangka No.2 Dumai.






FILIA MOBIL
Showroom Jual Beli mobil bekas dan baru di Kota Dumai, Hubungi 0812 7751 3879




Rental Alat Berat

Menyediakan Excavator dan Dump Truck untuk pembuatan parit, steaking, land clearing serta menjual tanah timbun. Jl. Sudirman Kota Dumai. Hubungi: 08127595608




Pengadaan CCTV

Rumah/Gedung anda ingin dipasang CCTV? Harga cukup menarik dan untuk Kawasan Dumai. Hubungi 082384252992 a.n Firdaus





Pembuatan Aplikasi/Program

Anda ingin membuat aplikasi? untuk perkantoran ataupun pelengkap Skripsi, Hubungi 085376557428 an.Iskandar





Opini

INFO

Kami mengharapkan kerjasama masyarakat/instansi untuk dapat memberi masukan dan kritik yang membangun.
kirim ke tribunriau@gmail.com

Bagi anda yang memiliki bakat menulis dan ingin bergabung dengan kami, hubungi 0853 7655 7428 an. ISKANDAR


 
Copyright © 2011. Tribun Riau :: Portal Berita Riau dan Nasional - All Rights Reserved